
Tapi tetap saja Putri Kimora memilih bunga mawar putih dengan tangkai nya yang bungkus dengan pita pink.
"Ini cantik kan Om Dokter, setangkai bunga mawar putih nya aku pakai pita pink dan aku berikan kepada Om baik selanjutnya kita berikan bucket bunga mawar putih yang banyak ini."
Di perjalanan Suster Diana di buat sangat gelisah sekali dia tidak mengerti dengan dirinya itu.
Ketika sampai di tempat tujuan suasana di taman itu mendadak menjadi sepi sekali padahal setiap hari selalu ramai yang berkunjung.
Putri Kimora pun merasa sangat kaget ketika melihat taman yang biasa ramai ini sangat sepi sekali.
"Om Dokter, kenapa sepi sih nggak ada orang sama sekali. Aku jadi takut nih Om."
Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang sekali membuat berat untuk melangkah.
Suster Diana menatap wajah Dokter Rian dia seperti mereka tidak nyaman dan berpikir jika Genzy mempunyai niat jahat terhadap mereka.
"Apa lebih baik kita pulang saja Dokter, di sini sangat sepi sekali dan aku merasa ada sesuatu hal yang sudah di rencanakan."
Suster Diana langsung mengendong Putri Kimora, dia ingin kembali ke mobil.
Ketika Suster Diana hendak pergi dengan membawa Putri Kimora, tiba-tiba Putri Kimora membalikkan badan nya dan langsung berteriak sangat kencang sekali sambil memanggil.
"Om baikkkkkkkk, Suster Diana lihat itu adalah Om baik."
Putri Kimora langsung berontak turun dari pangkuan Suster Diana.
Dia langsung berlari menghampiri Genzy, Genzy pun di buat tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya sekarang.
Seorang anak kecil yang sangat cantik berlari menghampiri dan ternyata anak itu adalah putri kandung nya sendiri.
Suster Diana langsung berlari untuk menyusul Putri Kimora dan Dokter Rian ikut berlari.
Putri Kimora langsung memeluk erat tubuh Genzy, dia memeluk sangat erat sekali.
Genzy tidak menyangka jika anak kecil yang dia berikan balon, coklat dan setangkai bunga mawar putih itu adalah putri kandung nya.
Genzy memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora dan mencium rambut panjang nya.
__ADS_1
Suster Diana dan Dokter Rian merasa sangat terharu sekali melihat mereka berdua padahal Putri Kimora tidak tahu jika Om baik yang dia sebut itu adalah Papa kandung nya.
Genzy melepaskan pelukan erat nya, dia memandangi wajah cantik putri nya tersebut. Bayang-bayang perlakuan jahat nya terhadap Kimora Letica hadir di pikiran nya.
"Om baik, ini aku bawakan setangkai mawar putih untuk Om baik dan bucket bunga mawar putih yang besar ini juga."
Genzy merasa sangat terkejut sekali dengan apa yang di berikan oleh Putri nya itu.
"Terimakasih banyak anak cantik atas hadiah nya yah. Dan Om juga sudah mempersiapkan hadiah untuk kamu sayang."
Genzy memberikan begitu banyak sekali macam-macam hadiah untuk Putri Kimora. Dan seperti nya tidak akan bisa masuk ke dalam bagasi mobil pun.
"Wahhhhhh, banyak sekali Om hadiah nya. Aku takut nanti Ibu marah sama aku karena mainan di kamar ku sudah sangat banyak sekali Om."
Suster Diana langsung menghampiri Putri Kimora dan memegang tangan nya.
Wajah Suster Diana begitu sangat tegang sekali ketika harus bertatap wajah dengan Genzy.
"Suster Diana aku boleh kan melihat-lihat mainan itu."
"Boleh sayaaaaang, ayo kita lihat-lihat bersama Om Dokter."
Dokter Rian sengaja meninggalkan Suster Diana dengan Genzy berdua agar mereka bisa saling berbicara.
"Terimakasih banyak Suster Diana sudah setia untuk bisa bersama dengan Kimora dan Putri cantik ku ini. Terimakasih banyak."
Genzy menundukkan kepalanya dia seperti malu dengan masa lalu nya.
"Saya melakukan ini karena saya sangat sayang sekali dengan Putri Kimora, dia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri."
Suster Diana pun melihat Genzy yang seperti sangat menyesal sekali dengan apa yang di perbuat dengan Putri Kimora semasa bayi.
"Kenapa kamu ingin sekali dan bahagia sekali ketika melihat Putri Kimora sekarang yang sudah besar berusia 5 taun padahal ketika dia baru lahir dengan proses persalinan Caesar dan lahir prematur kamu seakan tidak peduli dengan Putri Kimora. Sebenarnya apa yang ada di pikiran kamu saat itu Pak Genzy, Bu Kimora despresi berat dan anda memilih untuk selingkuh dengan Dokter Aleena sahabat baik Istri kamu."
Rasa penasaran Suster Diana semasa dulu dia ungkapkan langsung kepada Genzy yang kebetulan sekali sedang ada di hadapannya.
"Maaf dan saya sangat menyesal sekali."
__ADS_1
Dengan singkat nya Genzy berkata seperti itu bukan memberikan penjelasan kepada Suster Diana.
"Ahhhh sudahlah percuma saja aku berbicara panjang dan lebar jika bukan penjelasan yang di ucapkan tapi hanyalah kata maaf saja."
Setelah melihat-lihat mainan yang di berikan oleh Genzy, Putri Kimora pun langsung menghampiri Genzy kembali.
"Om, bulan depan aku ulang tahun Om datang yah. Nanti aku akan mengenalkan Ibu aku dia adalah seorang Dokter Specialis Kandungan yang sangat hebat sekali dan Ibu aku juga sangat cantik sekali."
Suster Diana merasa sangat tidak nyaman sekali dia ingin segera membawa pulang Putri Kimora.
"Hmmmmmm, Ibu kamu pasti sangat cantik sekali. Ibu kamu adalah perempuan yang sangat sempurna sekali sampai mempunyai anak cantik seperti bidadari."
Putri Kimora pun langsung tersenyum kepada Genzy.
"Putri Kimora sayaaaaang, ayo nak kita pulang sekarang nanti Ibu keburu pulang dari Rumah Sakit datang ke Apartemen mencari kita."
Putri Kimora menggelengkan kepalanya sambil memejamkan mata nya.
"Aku nggak mau pulang Suster, aku masih ingin bersama dengan Om baik.".
Dokter Rian langsung menghampiri Putri Kimora.
"Kita pulang sekarang yah sayang, nanti juga pasti bertemu kembali dengan Om baik sayang yuu pulang yuu. Om Dokter juga kan harus praktek ke Rumah Sakit sekarang juga."
Dokter Rian mencoba untuk merayu Putri Kimora dan akhirnya Genzy yang menyuruh Putri Kimora untuk pergi meninggalkan.
"Om baik sangat senang sekali bisa bertemu kembali dengan kamu sayang, nanti jika takdir Tuhan menyatukan kembali kita pasti akan bertemu kembali."
Perkataan Genzy membuat Dokter Rian cemburu, dari perkataan nya seperti mengharapkan kembali kebersamaan bersama dengan Kimora dan Putri nya.
"Baik Om baik aku pergi dulu yah Om."
Mata Putri Kimora melihat sesuatu di belakang Om baik, seperti seseorang yang sedang melambaikan tangan nya.
Perempuan bergaun putih seperti pengantin dengan wajah yang sangat pucat sekali yang selalu melambaikan tangan nya.
Putri Kimora langsung mundur dan menjaga jarak dengan Genzy secara tiba-tiba dia langsung merasa sangat ketakutan sekali ketika melihat wajah Genzy yang sekarang.
__ADS_1