Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *331*


__ADS_3

Genzy memberikan penjelasan kepada Putri Kimora.


"Kamu jangan dengarkan perkataan Tante Alena, dia itu sedang sakit parah sekali jadi apapun yang di katakan oleh Tante Alena jangan pernah kamu dengar yaa sayaaaaang."


Putri Kimora sudah selesai makan dan mereka pun langsung melanjutkan perjalanan nya untuk pergi ke taman bermain membagikan makanan dan mainan untuk anak-anak yang ada di sana.


"Kamu sudah selesai makan nya sayaaaaang, ayooo sekarang kita pergi ke taman bermain mereka sudah menunggu kedatangan kita."


Putri Kimora dan Genzy pun langsung masuk ke dalam mobil nya.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke taman bermain, Putri Kimora terlihat sangat bahagia sekali.


Dia terus saja tersenyum manis di sepanjang perjalanan menuju ke tempat tersebut.


"Pap, nanti aku yang bagikan bingkisan nya juga yaa Pap. Aku ingin sekali membantu Papa perbuatan Papa ini sangat mulia sekali."


Genzy tersenyum manis kepada Putri Kimora.


"Boleh dong sayaaaaang, ini kan acara kamu juga. Nanti kalau Putri sudah juga harus peduli dengan sesema yaa sayang, harus selalu baik dengan semua orang."


Mereka pun tiba di taman bermain tersebut semua nya sudah menunggu kedatangan Putri Kimora dan Genzy.


Dan Genzy pun di persilahkan untuk bisa menyampaikan sesuatu kepada mereka semua nya.


"Selamat siang semuanya, semoga kalian masih bersemangat hari ini. Sekarang saya merasa sangat bahagia sekali karena biasa nya saya sendiri yang membagikan bingkisan ini tapi sekarang saya akan membagikan nya dengan Putri Kimora dia adalah Putri Kesayangan saya dan saya sangat sayang sekali dengan nya."


Genzy merasa sangat terharu sekali ketika dia memperkenalkan Putri Kimora kepada banyak orang.


Genzy dan Putri Kimora pun membagikan bingkisan tersebut dengan penuh rasa bahagia sekali.


Putri Kimora tidak pernah menyangka jika dia bisa melakukan ini semua nya bersama dengan Papa nya.


Selesai membagikan bingkisan kepada banyak nya anak-anak jalanan.


Putri Kimora dan Genzy pun akan segera mengantarkan Putri Kimora kembali pulang.


"Sayaaaaang, kita sudah selesai. Ayo kita segera pulang nanti Ibu kamu dan Suster Diana menghawatirkan kamu."


Putri Kimora yang sudah terlihat sangat lelah pun mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya.


"Baiklah Papa, ayo kita pulang sekarang juga."

__ADS_1


Putri Kimora terlihat sangat kelelahan sekali, dia pun menyenderkan kepala nya kepada boneka teddy bear putih yang berada di dalam mobil.


"Sayang kamu seperti nya sangat lelah sekali, lebih baik kamu duduk di kursi belakang dan kamu bisa beristirahat."


Putri Kimora pun duduk di kursi belakang dengan membawa boneka teddy bear putih untuk dia peluk.


Genzy memperhatikan Putri nya tersebut dengan kaca yang ada di mobil nya.


Belum beberapa lama mereka di perjalanan, Putri Kimora pun langsung tertidur lelap di mobil.


"Kasihan sekali kamu Nak, kamu terlihat sangat kelelahan sekali."


Handphone Genzy pun tiba-tiba bergetar dan dia memberhentikan mobil nya sejenak, dia membaca pesan singkat tersebut.


Ternyata pesan itu berisi dia harus pergi ke rumah nya yang dulu.


Genzy merasa binggung sekali karena dia yang harus mengantarkan Putri Kimora.


Tapi rumah nya yang dulu sebentar lagi akan sampai.


"Lebih baik aku pergi ke rumah yang dulu, dan itu pun tidak akan lama. Lagi pula Putri Kimora sedang tertidur pulas."


Genzy berpikir jika Putri Kimora tidak akan terbangun dari tidur nya.


Genzy pun sampai di depan gerbang rumah nya, Genzy membawa mobil nya ke dalam dan tidak mengunci pintu mobil nya.


Genzy pun langsung keluar dari mobil nya dan masuk ke dalam rumah nya.


Suasana pun seketika langsung berubah, Putri Kimora mendadak seperti ada yang membangun kan nya.


Putri Kimora dengan perlahan membuka mata nya.


"Papa, ke mana Papa yaa kenapa Papa tidak ada di dalam mobil dan aku di tinggalkan sendiri di sini."


Putri Kimora pun memilih dari jendela mobil nya, sebuah bangunan rumah yang sangat mewah sekali berwarna putih.


"Rumah siapa yaa ini, kenapa aku seperti nya pernah masuk ke dalam rumah ini. Hmmmmm maksud kuu aku pernah melihat rumah putih ini."


Putri Kimora pun memilih untuk menunggu Papa nya di dalam mobil.


Tapi dia mendengar bisikan di telinga nya yang memanggil nama nya untuk keluar dari mobil nya tersebut.

__ADS_1


Putri Kimora pun mengabaikan bisikan-bisikan tersebut.


Tapi bisikan nya semakin nyata dan sangat terasa sekali.


Putri Kimora pun akhirnya membuka pintu mobil nya, dia dengan serius sekali memperhatikan yang ada di hadapan nya.


"Tidak ada apa-apa di sini aku tidak melihat apapun di sini."


Putri Kimora pun turun dari mobil nya dengan perlahan-lahan dan dia pun melihat rumput yang hijau seperti yang ada di dalam mimpi nya.


"Di mimpi kuu banyak sekali kelinci putih di rumput-rumput liar ini."


Putri Kimora pun merasa sangat penasaran sekali dia pun melangkah kan kaki nya menuju ke belakang rumah.


Kaki Putri Kimora terasa sangat berat sekali untuk melangkah kan kaki nya.


"Kenapa kaki ku menjadi berat untuk melangkah yaa, dan kaki kuu juga bergetar seperti ini."


Tapi Putri Kimora yang begitu sangat penasaran sekali pun tetap melanjutkan langkah kaki nya.


Putri Kimora melihat ke atas dia melihat jendela kamar yang begitu sangat mirip sekali dengan jendela kamar yang ada di dalam mimpi nya.


"Apakah ini adalah rumah yang ada di dalam mimpi kuu itu yaaa, hmmmmmm aku jadi takut."


Putri Kimora mengehentikan langkah kaki nya, dia berencana untuk kembali ke dalam mobil.


Tapi tiba-tiba terdengar suara yang seperti sedang memanggil nama nya.


"Tolong akuuuuuuuuuu naakkkk cantik tolong akuuuuuuuuuu. Putri Kimora."


Suara itu terdengar suara lemas dan bergetar ketika Putri Kimora kembalikan kembali badan tidak ada siapapun dan apapun yang dia lihat di sekitar nya.


"Aku sangat tidak mengerti sekali kenapa aku tidak bisa melihat mahluk tak kasat mata di sekeliling kuuu, tapi aku sangat yakin sekali dan sangat merasakan mereka sangat banyak sekali di sekitar rumah ini."


Putri Kimora melanjutkan langkah kaki nya dia melihat gunting yang ada di dalam mimpi nya.


Putri Kimora pun langsung memegang gunting tersebut dan membuangnya jauh-jauh tiba-tiba tangan Putri Kimora berubah seperti sedang memegang tinta merah.


Putri Kimora sangat terkejut sekali tangan menjadi berwarna merah.


"Apakah ini yang ada di tangan kuu ini, apakah ini adalah tinta merah atau ini adalah sebuah darah manusia aku sangat binggung sekali."

__ADS_1


__ADS_2