Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 159


__ADS_3

Alena terbangun dari tidurnya, kepalanya begitu sangat sakit sekali. Ini adalah hari ke 2 dia tidak pergi ke Rumah Sakit dengan alasan dia masih membutuhkan waktu untuk beristirahat.


Alena langsung memilih untuk mandi dan bersiap untuk pergi dari hotel yang dia sewa hanya untuk satu malam saja.


Alena berniat untuk pergi sarapan dan pergi kembali ke Apartemen nya.


"Aku harus bersenang-senang dulu, nanti aku baru pulang ke Apartemen, jangan sampai aku pulang dengan keadaan seperti ini."


Alena meninggalkan hotel tersebut, dia berjalan menuju ke mobil nya sambil berpikir bagaimana cara nya agar Genzy bisa bersama dengan dirinya kembali.


Alena pun tidak fokus mengendarai mobil nya, dan dia lebih memilih untuk berhenti di sebuah restoran.


"Lebih baik aku makan di sini saja, lumayan sangat bagus tempat nya juga."


Alena duduk dan memesan makanan yang akan dia makan, dia terfokus hanya pada daftar makanan saja.


Dan tanpa sepengetahuan nya, ternyata Dokter Rian pun membawa Kimora ke restoran yang sama.

__ADS_1


Beruntung lah Dokter Rian yang pertama kali melihat Dokter Alena.


"Kimora itu seperti Dokter Alena, dia tidak bertugas hari ini seperti nya dia kelihatan sangat sehat."


Kimora langsung membalikkan badannya dan ternyata memang benar itu adalah Alena.


Kimora memegang tangan Dokter Rian, dan langsung berkata.


"Jangan panggil dia aku tidak mau bertemu dengan dia," ucap Kimora yang merasa sangat tidak nyaman sekali ketika harus bertemu dengan Alena.


Dokter Rian pun mengikuti apa yang Kimora katakan, dia langsung membawa Kimora untuk meninggalkan restoran tersebut dan memilih untuk makan di tempat lain.


Dokter Rian memegang tangan Kimora, dia pun menatap wajah Kimora.


"Aku sangat mengerti sekali, kamu menyimpan suatu perasaan kecewa terhadap Dokter Alena, tapi kamu masih belum apa arti di balik semua perasaan kecewa kamu."


Kimora mendekat kan wajah dengan Dokter Rian, dia memandangi wajah Dokter Rian dengan sangat serius.

__ADS_1


"Kamu mau membantu aku kan, dan ketika nanti kamu sudah bisa memvonis bahwa aku sudah sembuh total aku tidak semuanya tahu tentang ini termasuk Alena dan Suami ku Genzy. Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan jika aku tidak juga sembuh."


Dokter Rian menganggukan kepalanya, denyut jantung berdebar kencang ketika Kimora memandangin wajah dengan sangat dekat sekali.


"Dokter Rian, aku belum bisa menceritakan semuanya kepada kamu. Tapi aku sangat berharap kamu yang bisa menjadi sahabat sejati aku dan menemani dan memberikan semangat untuk aku sembuh, sekarang aku ingin pulang saja aku sangat merindukan putri cantik ku."


Dokter Rian menyalakan mesin mobil nya, untuk mengantarkan Kimora pulang.


"Baby Tiara, nama yang cantik sekali."


Kimora langsung memukul pundak Dokter Rian.


"Putri Kimora bukan Tiara, aku tidak mau pemberian nama untuk anak ku dari orang lain."


Dokter Rian langsung terdiam ketika Kimora yang tiba-tiba marah.


"Aku ingin mengurus putri ku sendiri, aku tidak mau dia bersama dengan orang lain apalagi Alena, ntah kenapa aku sangat membenci sekali dia padahal dia banyak membantu ku."

__ADS_1


Dokter Rian merasa kalau perasaan Kimora sangat sangat peka sekali, dia di hianatin oleh sahabat tapi dia tidak mengetahui nya dan dia secara tiba-tiba langsung membenci Alena tampa alasan yang jelas.


__ADS_2