
Suster Diana tersenyum melihat Putri Kimora yang terlihat semakin membaik, dia mengelus rambut panjang nya sambil tersenyum.
Sedangkan Kimora yang mendengar perkataan Ibu nya untuk menjauhkan Suster Diana dengan Putri nya tersebut menjadi pemikiran untuk Kimora.
Kimora memang merasa memang Putri nya lebih dekat dengan Suster Diana daripada dengan dia dari sejak bayi pun Putri Kimora memang di asuh oleh Suster Diana, Kimora meminta Ibu nya untuk meninggalkan tempat tersebut karena dia takut ucapan mereka berdua terdengar oleh Suster Diana.
"Sudahlah Buu, kita jangan berbicara di sini kita bicarakan di rumah saja. Ibu dan Ayah malam ini bermalam saja di rumah kuu yaa."
Kimora membawa kedua orang tua untuk menginap di rumah nya, karena semenjak Kimora menjadi seorang Dokter dia memang sangat sibuk sekali untuk berkerja demi masa depan Putri nya.
"Buuu, aku rasa Suster Diana itu sangat baik dan tulus sekali. Dia sangat sayang sekali dengan Putri Kimora dia merawat Putri Kimora seperti anak kandungnya sendiri, dan aku tidak hawatir jika memang Putri lebih dekat dengan Suster Diana yang penting Putri Kimora mengetahui kalau aku ini adalah Ibu kandung nya."
__ADS_1
Rossalinda terdiam mendengar perkataan Kimora, sebenarnya rencana Rossalinda adalah ingin mempersatukan Kimora dengan Dokter Rian agar mereka bisa bersama, Rossalinda pun hawatir dengan sosok Suster Diana dia takut Suster Diana seperti Dokter Alena yang menjadi duri di balik persahabatan yang harmonis.
"Baiklah terserah kamu saja Kimora, Ibu hanya takut sekali jika suatu saat nanti Suster Diana itu seperti Alena. Dia menjadi wanita penghianat antara hubungan kamu dengan Dokter Rian."
Ayah Kimora pun langsung memegang tangan istri nya tersebut agar berhenti berbicara lagi.
"Aku dengan Dokter Rian kita masih bersahabat dengan baik, kita belum ada hubungan apapun dan jika suatu saat nanti Suster Diana dan Dokter Rian bersatu mungkin itu sudah takdir mereka berdua untuk bisa bersama."
"Kimora di ruangan ini kamu tidak menyalakan AC tapi kenapa terasa sangat dingin sekali yaa."
Rossalinda pun memilih untuk pergi ke dapur dia berniat untuk membuat kan teh hangat untuk Kimora dan suaminya. Ketika Rossalinda hendak mengambil gelas dia merasa ada hentakan kaki yang sedang berlari di belakang nya.
__ADS_1
Rossalinda membalikkan badannya dan melihat tidak ada siapapun di dapur tersebut.
"Aku merasakan seperti ada hentakan kaki kecil yang sedang berlari di belakang ku ini, tapi kan di sini tidak ada siapapun selain Kimora."
Rossalinda mengabaikan apa sudah dia rasakan, dan dia pun berjalan menuju ke kamar Putri Kimora.
Terdengar seperti suara yang bermain-main dengan mainan, Rossalinda yang sedang membawa tiga cangkir teh hangat memilih untuk menyimpan nya terlebih dahulu.
Dia dengan berani membuka pintu kamar Putri Kimora yang menurut nya kosong tapi seperti ada orang di dalam nya, tapi dia tetap ingin membuka kamar tersebut karena sangat penasaran sekali ingin melihat sendiri.
"Astaga sudah ku duga kan tidak ada siapapun di dalam kamar ini karena Putri Kimora sedang ada di Rumah Sakit. Mungkin ini hanya halusinasi ku saja."
__ADS_1