
Ketika terbangun dari tidurnya Putri Kimora langsung menghampiri Ibu nya.
"Buuuu, hari ini adalah hari Minggu boleh kah aku bermain bersama Papa. Aku ingin sekali main bersama dengan Papa."
Suster Diana menghampiri Putri Kimora.
"Papah kamu pasti sangat sibuk sekali walaupun ini adalah hari libur, bagaimana kalau kita bermain bersama saja sekarang kan ada Ibu di sini."
Putri Kimora menggelengkan kepalanya sambil cemberut.
"Tidak, aku ingin bermain bersama Papa. Aku ingin sekali main di rumah Papa yang sangat besar itu loh."
Kimora merasa sangat terkejut sekali ketika Putri Kimora ingin main ke rumah itu.
"Untuk apa kamu bermain di sana, itu hanya rumah kosong yang sudah lama sekali. Nanti kamu melihat banyak sesuatu di rumah itu."
Suster Diana merasa ini adalah waktu nya dia mengetahui semua nya yang ada di dalam rumah tersebut.
"Bagaimana jika kita pergi bersama ke sana bersama dengan Suster Diana, sekarang kita pergi bersama untuk ke Apartemen Papa."
Kimora tidak mengerti kenapa Suster Diana mendadak ingin sekali menemani Putri Kimora untuk bermain ke rumah misterius itu.
"Yasudah, aku akan bersiap-siap dulu yaa untuk pergi ke sana."
Putri Kimora berlari menuju ke kamar nya dia mau mengganti baju nya.
Ketika Putri Kimora pergi ke kamar nya, Kimora langsung menghampiri Suster Diana.
"Dokter Kimora, biarkan aku pergi bersama dengan Putri Kimora ke rumah itu. aku sangat ingin tahu ada apa di dalam rumah itu."
Kimora pun mengerti apa maksud dari perkataan Suster Diana.
"Tapi kamu harus tetap berhati-hati yaa, aku sangat hawatir sekali."
Perasaan Kimora merasa tidak nyaman sekali dia takut Suster Diana terluka.
"Dokter Kimora yang harus berhati-hati yaa di Apartemen ini."
Ketika hendak pergi Suster Diana menghubungi dulu Dokter Rian agar bisa menemani Dokter Kimora di Apartemen nya.
Karena Suster Diana tidak mungkin tega meninggalkan Dokter Kimora sendiri apalagi setelah kejadian tersebut.
__ADS_1
Suster Diana menghampiri Putri Kimora di dalam kamar nya.
"Sayaaaaang, kita pergi nya ketika Dokter Rian datang ke sini yaaa. Supaya Ibu ada teman nya kan ibu sedang terluka."
Putri Kimora tersenyum manis kepada Suster Diana.
"Baiklah Suster Diana, kasihan yaa ibuuuu semoga luka Ibu cepat sembuh."
Mereka berdua pun memilih untuk diam di dalam kamar sambil menunggu kedatangan Dokter Rian.
Kimora menunggu Putri Kimora dan Suster Diana yang tidak juga pergi.
"Kemana yaa mereka berdua kenapa belum juga keluar dari kamar nya."
Ketika Kimora hendak pergi ke kamar nya, terdengar suara bell.
Kimora pun langsung terdiam mendengar suara bell tersebut.
"Siapa yang datang ke sini yaa, atau jangan-jangan itu adalah Alenaaaaa."
Kimora melihat dari Cctv ternyata itu adalah Dokter Rian.
"Dokter Rian, ada apa yaa dia ke sini."
Dan Dokter Rian tersenyum manis kepada Kimora.
"Silahkan masuk Dokter Rian."
Dokter Rian pun langsung duduk di sofa.
Mendengar seperti ada suara dari luar, Putri Kimora dan Suster Diana pun langsung keluar dari kamar nya.
"Ternyata Dokter Rian sudah datang, kalau begitu aku sangat tenang sekali kalau harus pergi meninggalkan Dokter Kimora."
Suster Diana tersenyum manis kepada Dokter Rian, dia sangat berharap besar jika pertemuan mereka berdua menjadi tumbuh nya hubungan asmara diantara mereka berdua.
"Ibuuuuuuu aku pergi dulu yaa, ibu hati-hati yaa di rumah awas ada Tante jahat, Om Dokter jaga ibu baik-baik yaa."
Kimora memeluk erat tubuh Putri Kimora dan mencium kening nya.
"Hati-hati yaa sayang kamu di sana."
__ADS_1
Suster Diana dan Putri Kimora pun langsung pergi dari Apartemen nya.
"Sebenarnya mereka berdua itu pergi ke mana yaa,? kenapa kamu tidak di ajak pergi bersama."
Ternyata Dokter Rian tidak di beritahu kemana mereka berdua akan pergi.
"Putri Kimora ingin sekali bertemu dengan Papa nya di hari libur ini, dan dia ingin sekali pergi ke rumah lama miliki Papa nya."
Dokter Rian sangat terkejut sekali ketika Putri Kimora dan Suster Diana akan pergi ke rumah misterius itu.
"Untuk apa Putri Kimora datang kembali ke rumah misterius itu, Putri Kimora itu sangat peka sekali dia pasti akan terus melihat yang ada di dalam rumah itu."
Dokter Rian mulai merasa hawatir sekali dengan kepergian Putri Kimora bersama dengan Suster Diana.
"Kasus Ayana saja kita belum bisa untuk menyelamatkan dia, Ayana terus saja minta pertolongan kepada Putri Kimora tapi kenyataannya Putri Kimora tidak bisa berbuat apa-apa."
Kimora semakin tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran mantan suami nya itu.
"Sebenarnya untuk apa Mas Genzy masih menyimpan jasad Ayana, sedangkan ketika dia menikah dengan dia pun bisa melakukan nya dengan kuu. Atau kah dia melakukan seperti itu dengan jasad Ayana, Astagaaaa pikiran kuu kenapa kotor seperti ini."
Kimora sudah tidak tau lagi harus bagaimana dia tidak mau melerakan Putri Kimora untuk bisa di asuh oleh Papa nya sepenuh nya.
"Ada satu hal yang bisa membuat Ayana tiada yaitu dengan cara mengkremasi nya membakar nya maka Ayana akan pergi selama di hati Genzy, tapi jika hanya di kubur kan saja aku tidak percaya dengan hal itu bisa saja Genzy mengali kembali kuburan itu."
Kimora pun merasa sangat pusing sekali dia apalagi sekarang Putri Kimora yang sangat dekat sekali dengan Genzy.
"Siapa yang bisa membakar jasad Ayana,? siapa yang berani membakar jasad Ayana di depan Genzy. Maka habis lah mungkin dia."
Dokter Rian langsung tersenyum tipis kepada Kimora.
Dan Kimora pun merasa jika senyum itu seperti menyuruh nya untuk melakukan nya.
"Maksud kamu aku yang melakukan nya hah ? melihat langsung jasad nya saja membuat kuu mual pingsan sampai despresi. Aku tidak pernah mau lagi melihat jasad Ayana itu cukup sekali di sepanjang umur kuu."
Dokter Rian langsung tertawa mendengar perkataan Kimora.
"Bukan kamu Kimora tapi Alenaaaaa, dia yang melakukan nya. Alena sangat ingin sekali bisa bersama dengan Genzy maka dia pasti bisa melakukan itu semua nya."
Kimora tidak berpikir sejauh itu jika Alena pasti bisa melakukan nya.
"Yaaa, dengan kekuatan cinta yang besar. Semoga saja Alena bisa melakukan itu semua. Tapi jangan dia bisa melakukan hal tersebut untuk dia masuk ke dalam rumah itu pun tidak semudah itu dengan banyak nya penjagaan yang super ketat sekali."
__ADS_1
Dokter Rian pun mulai memikirkan bagaimana cara nya agar Alena bisa masuk ke dalam rumah misterius tersebut.