
Kimora langsung menceritakan semuanya kepada alena.
"Suster diana,meresakan apa yang aku rasakan di awal mula datang ke rumah itu.yaitu rasa ketakutan dan dia sempat juga merinding ketika sedang berada di dalam kamar".
Alena langsung bertanya kepada kimora.
"Kimora,kamu dulu merinding kan karena kamu tau kalau itu bekas kamar nya ayana kamar almarhum istrinya genzy.lalu kalau kamar suster diana apa kamu tau asal usul kamar itu".
Pembicaraan mereka pun semakin sangat serius.
"Kamar itu,bekas kamar asisten rumah tangga yang dulu sedikit cerita tentang rumah itu.tapi semenjak aku masuk rumah sakit dan asisten rumah tangga itu melihat aku dan mas genzy ketika mas genzy menarik tangan aku melarang aku untuk pergi sampai akhirnya aku terjatuh dan pendarahan pun dia ada melihat aku.tapi dia tidak berani menghampiri aku".
Suster diana langsung terkejut mendengar cerita Kimora itu.
"Lalu Kimora, ketika kamu pulang dari rumah sakit asisten rumah tangga itu tidak ada.yaa tuhan pikiran ku mulai negetif kepada genzy".
Alena langsung berpikir bahwa genzy yang membuat asisten rumah tangga itu tidak ada
"Alena, kamu jangan dulu berpikir negatif kepada suamiku.kita juga belum tau kan aslinya seperti apa lagian aku juga belum mempertanyakan masalah ini kepada mas genzy atau mama sarrah".
Rasa penasaran alena mulai sangat memuncak sekali
"Yasudah,Kimora dan suster diana kalian berdua tunggu aku di kantin rumah sakit.kita aku sudah selesai aku akan segera kesana kita bicara kan lagi masalah tentang rumah suami kimora".
__ADS_1
Kimora dan suster diana setuju dengan apa yang di bicarakan Alena.
Kimora dan suster diana langsung pergi ke kantin rumah sakit sejahtera.
Sesampainya di kanti kimora menjadi sedikit teringat kembali masalalu di sini.
"Ayoo,suster kita duduk di sini saja".
Suster diana langsung duduk di sebelah Kimora.
"Bu,itu kan mobil kita ya bu.apa kita bilang kita mau mengobrol dulu di sini".
Kimora langsung melihat ke arah mobil itu.
"Tidak usah suster,aku rasa kita nggak usah ngasih tau ke supir.dia pasti sabar ko menunggu kita".
Kimora melihat kandungan nya yang semakin membesar dan sang aktif sekali.
Kimora langsung mengusap perut nya itu dengan lembut.
"Uuuhh,anak ibu ini makin aktif aja sampai ibu geli nih gerak-gerak terus".
Suster diana senang melihat kimora yang mengajak ngomong kepada bayinya yang masih di dalam kandungan.
__ADS_1
"Bu, sudah tau kah bayinya lelaki atau perempuan".
Tanya suster diana sambil mengelus kandungan Kimora dengan penuh perasaan.
"Belum suster diana,tapi sepertinya aku tidak akan menanyakan itu selama masih pemeriksaan.biar menjadi kejutan saja".
Kimora yang masih melirik ke arah mobil dan supir pribadi itu.
Dia melihat supir itu masih menerima telephone dengan wajah yang sangat serius.
"Suster diana,coba deh perhatikan supir pribadi kita itu.dari tadi loh dia menerima telephone dengan wajah yang sangat serius sekali".
Suster diana langsung melihat ke arah supir pribadi itu.
"Iya Bu,benar sekali wajah serius sekali seperti ketakutan juga bu.apa itu telephone dari suami ibu.bapak genzy".
Kimora langsung terdiam.dia langsung teringat jika tadi di dalam mobil sepanjang perjalanan menuju rumah sakit dia dan sister diana membicarakan tentang rumah suaminya itu.
Tiba-tiba handphone Kimora berdering di saat supir selesai telephone.
Kimora langsung mengaktifkan handphone ternyata suaminya yang mengirim pesan.
"Yaampuun mas genzy mengirim kan pesan".
__ADS_1
Suster diana langsung terkejut mendengar ucapan Kimora.