Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (238)


__ADS_3

Kimora akhirnya sampai di depan rumah nya, dan ternyata Putri nya sudah berada di dalam rumah bersama dengan Suster Diana.


Kehadiran Kimora pun langsung di sambut manis oleh Putri kesayangannya.


"Buuuu, ibu sudah pulang ibu nggak pergi lagi kan. Aku tadi di sekolah sangat senang sekali Buu punya banyak teman dan aku sangat senang sekali tapi ada satu teman aku yang dia tidak mau bermain bersama dia hanya duduk saja di kursi sampai pulang sekolah."


Kimora begitu sangat bahagia sekali ketika melihat putrinya begitu sangat menikmati sekolah pertama nya.


"Sayaaaaang, ayo kita bersiap mandi dan langsung makan malam. Kasian sekali kan Ibu nya baru pulang praktek dan butuh waktu istirahat Putri mandi dulu yaa."


Suster Diana membawa Putri pergi agar Kimora bisa beristirahat, Kimora pun langsung masuk ke dalam kamar nya.


Dia duduk di atas kasur nya sambil memikirkan kejadian yang terjadi tadi, ketika Putri Kimora sudah mandi dan sedang makan. Suster Diana masuk ke dalam kamar Kimora yang pintu nya terbuka lebar.


"Suster Diana, aku ingin sedikit bercerita hmmmmmmm."


Suster Diana pun langsung menutup rapat pintu kamar Kimora dia pun duduk di samping Kimora.


"Bagaimana yaa kabar dari Alena sekarang, apa dia sudah sembuh total dari despresi atau dia masih berada di Rumah Sakit. Aku sangat merindukan nya."


Tetesan air mata mengalir di pipi Kimora, dan Suster Diana pun merasa sangat terkejut dengan ucapan Kimora.


"Dia yang sudah menyakiti hati Ibu dia yang membuat rumah tangga itu berantakan, tapi kenapa ibu masih saja ingin tau tentang dia."


Kimora pun langsung berdiri dia mengambil foto kebersamaan nya bersama dengan Ayana ketika dia pertama kali menjadi seorang Dokter Specialis kandungan.


"Dia tetap sahabat baik kuu, dan sekarang aku bisa menjadi kembali menjadi Dokter itu karena aku menggantikan posisi nya. Apakah aku ini juga seseorang yang jahat."


Suster Diana hanya bisa terdiam mendengar perkataan Kimora dia sangat tidak percaya jika Kimora bisa secepat itu menghilangkan rasa sakit hati terhadap Alena.


"Aku berniat ingin sekali mencari nya, aku ingin bisa bersama lagi bersama nya dan melupakan apa yang sudah terjadi di masalalu."

__ADS_1


Suster Diana pun langsung menghampiri Kimora, dia berbicara dengan nada yang sangat pelan sekali agar tidak sampai terdengar oleh Putri Kimora.


"Lalu bagaimana dengan Pak Genzy, dia pun sudah lama kita tidak bertemu dengan nya dia adalah ayah kandung dari Putri Kimora. Apakah Ibu juga akan mempertemukan nya dengan Putri Kimora."


Kimora langsung membalikkan badannya, dia menatap tajam wajah Suster Diana.


"Yahhhhh, aku pasti akan mempertemukan Putri dengan Mas Genzy. Tapi sekarang aku pun tidak tahu dia berada di mana, apakah dia masih tinggal di sini atau sudah pergi ke luar negeri."


Kimora merasa langsung bergetar ketika dirinya harus menyebutkan nama mantan suami nya itu.


"Dia pasti masih ada di rumah itu dia tidak akan pernah pergi, jika dia pergi bagaimana caranya dia membawa Ayana dengan kendaraan. Astaga bagaimana perasaan Putri Kimora ketika dia tahu jika Ayah kandungan tidak normal seperti itu dia pasti sangat ketakutan sekali jika dia menggatahui nya."


Kimora pun mulai memikirkan hal tersebut dan dia pun langsung mulai merasakan kecemasan.


"Suster Diana hal paling aku takut kan bukan hanya itu saja, aku takut Putri Kimora mewarisi sikap dari Ayah nya. Apa yang harus aku lakukan jika hal tersebut terjadi kepada Putri ku."


Suster Diana pun langsung terdiam dan tiba-tiba, terdengar suara hentakan kaki yang sedang berlari menuju ke kamar nya.


Putri pun langsung membuka pintu kamar itu, dia tersenyum manis melihat Ibu nya dan Suster kesayangan.


"Suster aku sudah makan, aku ingin tidur di temani oleh Suster Diana. Karena Ibu Kimora pasti sangat cape sekali, ayooo Suster bacakan aku dongeng sebelum tidur."


Putri menarik tangan Suster Diana, dia pun tersenyum manis kepada Ibu nya.


"Ibu sayaaaaang, aku tidur dulu yaa. Aku sayang ibu."


Kimora pun langsung menghampiri Putri kesayangannya itu dan memeluk erat serta mencium kening nya.


"Mimpi indah yaa, peri kecil ibu."


Mereka pun langsung pergi dari kamar Kimora dan pergi ke kamar Putri Kimora, Suster Diana mengambil salah satu buku dongeng yang akan dia bacakan untuk Putri.

__ADS_1


Putri pun langsung bersiap naik ke tempat tidur dengan selimut yang dia pakai.


"Hmmmmm, Suster Diana aku boleh bercerita sebentar sama Suster. Tadi kan waktu jam istirahat aku masuk ke dalam kelas ternyata ada anak perempuan di sana tapi kenapa yaa Suster dia hebat sekali dia selalu datang duluan ke dalam kelas dan dia pun selalu cepat masuk ke kelas setelah jam istirahat tapi di saat jam pulang dia masih tetap duduk di kursi belakang."


Suster Diana merasa sangat aneh sekali dengan cerita Putri Kimora, dia pun langsung menyuruh Putri Kimora untuk duduk.


"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu ceritakan tadi itu benar adanya,? itu bukan cerita halusinasi saja kan Putri."


Putri Kimora langsung menggelengkan kepalanya, dia menyanyikan kepada Suster Diana jika ceritanya itu benar adanya.


"Aku nggak bohong Suster Diana, dia benar-benar sekolah bersama dengan aku dan sejelas dengan aku loh."


Suster Diana langsung memulai membacakan cerita dongeng untuk Putri Kimora, dan membuat Putri Kimora mulai merasa sangat ngantuk dan memejamkan mata nya secara perlahan sampai dia tertidur pulas.


"Selamat tidur sayang semoga mimpi yang indah yaa, i love you sayang."


Suster Diana mencium kening Putri Kimora, dia begitu sangat sayang sekali kepada Putri Kimora. Dia tidak mau berjauhan dengan anak mungil yang dia urus sejak bayi itu.


Suster Diana pun langsung pergi dari kamar Putri Kimora, dia pun mematikan lampu kamar nya sebelum menutup rapat pintu kamar tersebut.


Dan ketika Suster Diana melangkah kaki nya, belum jauh dari kamar Putri dia seperti mendengar suara yang menyalakan lampu di kamar itu.


"Hmmmm, Putri Kimora terbangun kembali padahal tadi dia tidur sangat pulas sekali."


Suster Diana pun kembali ke kamar Putri Kimora melihat apakah Putri Kimora terbangun kembali.


Tapi ketika Suster Diana mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut, lampu di kamar Putri Kimora tidak menyala dan tidak ada sedikit pun cahaya.


Suster Diana pun menutup kembali pintu kamar tersebut, dia merasa sangat kebingungan tidak mungkin dia salah mendengar karna suara itu sangat jelas sekali.


Suster Diana mengabaikan apa yang sudah terjadi itu, dia berpikir mungkin suara itu datang dari kamar Kimora walaupun kenyataannya kamar Kimora dengan Putri nya lumayan sangat jauh sekali.

__ADS_1


Suster Diana pun masuk ke dalam kamar dia bersikap untuk tidur karena besok dia pasti di sibukkan dengan aktivitas Putri Kimora di sekolah nya.


__ADS_2