Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 155


__ADS_3

Genzy memperlambat perjalanan menuju ke rumah nya, dia merasa sangat malas untuk bisa bertemu dengan Alena malam ini. Bayangan nya terus saja mengingat Kimora.


"Kimora semua karena aku, kamu jadi seperti itu. Maafkan aku Kimora maafkan."


Genzy sampai di depan pintu gerbang rumah nya, dia melihat mobil Alena sudah ada di depan gerbang rumah nya.


Alena yang melihat nya pun langsung memasukkan mobil nya ke dalam dan di susul oleh mobil Genzy.


Mereka pun keluar dari mobil mereka masing-masing secara bersamaan, Alena tersenyum manis menatap wajah Genzy.


Genzy terkejut dengan penampilan Alena yang memangkas rambut panjang nya.


Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah, dan para pegawai yang ada di rumah tertuju pada Alena.


Mereka sangat menyayangkan sikap Genzy yang memilih untuk bersenang-senang dengan wanita lain di saat istri nya sedang despresi berat.


Alena menuju ke kamar Genzy, dia seperti sudah tidak punya rasa malu sedikit pun.


Alena masuk ke dalam kamar Genzy, foto-foto yang sebelumnya menghiasi dinding kamar pun menghilang.

__ADS_1


"Kamu membuang semua foto-foto aku yang kamu tempel di dinding kamar kamu,?"


Alena terlihat sangat kesal sekali, ketika foto-foto dirinya tidak ada.


"Aku menyimpan nya di gudang belakang rumah, bersama foto-foto Kimora."


Genzy membuka baju nya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Alena keluar dari kamar Genzy, semua pegawai di sana mentap sinis kepada Alena.


Bahkan ada salah satu pegawai yang sangat kesal dengan Alena sampai menyampaikan kata-kata yang tidak enak di dengar.


Alena yang sangat kesal langsung menghampiri pegawai tersebut.


"Kamu bicara apa tadi, dengar ya saya bukan pelakor. saya ini adalah calon istri Tuan kalian dia akan segera menikah dengan aku karena tidak mungkin dia bisa hidup bahagia bersama istri yang despresi."


Pegawai itu pun langsung terdiam dengan wajah yang sangat emosi sekali.


Alena langsung kembali masuk ke dalam kamar Genzy, Alena mencoba untuk menggoda Genzy.

__ADS_1


Dia ingin menghabiskan malam bersama dengan Genzy, dia ingin bisa secepatnya berada di pelukan Genzy.


Alena memeluk erat Genzy dari belakang, tapi Genzy langsung melepaskan pelukan erat tersebut.


Alena langsung membalikkan badan Genzy, dan menatap wajah nya, tapi Genzy lebih memilih untuk membuang wajahnya dia seperti tidak ingin memandangi wajah Alena.


"Aku sudah menyiapkan nya, aku sudah mempercantik tampilan ku hanya ingin bisa membuat kamu terpesona dengan kecantikan ku ini, dan kamu akan luluh di pelukan ku malam ini."


Genzy mentap wajah Alena yang penuh dengan nafsu yang besar.


"Kenapa kamu murahan sekali sekarang, kamu yang lebih memilih untuk menyerahkan harga diri mu kepada aku. Dokter Alena aku ingin sendiri malam ini aku tidak ingin ada yang menggangu waktu istirahat kuu."


Genzy mendorong kan tubuh Alena, agar dia bisa keluar dari kamar nya.


Tapi Alena tetap tidak mau pergi dari kamar tersebut.


"Apa maksud dari perkataan kamu ini,? kamu mulai mengabaikan aku sekarang kamu sudah tidak mau lagi bersama dengan aku, kamu akan meninggalkan aku sekarang,?"


Alena mulai merasakan sangat gelisah dan panik sekali dengan sikap Genzy yang begitu sangat berubah.

__ADS_1


__ADS_2