Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 146


__ADS_3

Di perjalanan pulang Kimora terus memasang wajah cemberut dia seperti merasakan sesuatu yang terjadi.


"Kimora kamu baik-baik saja kan,? kamu kenapa cemberut terus begitu."


Kimora tetap terdiam tidak mau menjawab pertanyaan dari Mama Sarrah, dan membuat Mama Sarrah menjadi hawatir.


"Oh iya Suster Diana, sekarang Kimora sudah mulai saya bawa untuk berkonsultasi dengan Dokter yang dulu menangani Saya waktu saya despresi kehilangan suami dan menantu saya, nama nya Dokter Rian dia salah satu Dokter terbaik di Rumah Sakit itu dan semoga saja Kimora akan cepat pulih kembali dengan cepat."


Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan itu.


"Syukur lah kalau begitu, semoga Ibu Kimora bisa lekas sembuh kembali."


Kimora langsung tersenyum tipis sambil melihat Suster Diana.


"Saya merasa sangat hawatir jika Kimora hanya diam di rumah saja, yaa walaupun Dokter Alena juga Dokter tapi bukan Specialis untuk Kimora. makanya saya langsung berinisiatif sendiri, karena dulu setiap saya menjalin terapi dan konsultasi hanya di temani oleh perawat yang menangani Saya di rumah. Genzy sangat sibuk sekali dengan pekerjaan nya bahwa dulu dalam satu bulan hanya hitungan jari dia ada di rumah."


Mama Sarrah tersenyum manis kepada Kimora.

__ADS_1


"Mama yakin kamu pasti lebih cepat pulih karena banyak sekali yang mendukung kamu sayang."


Suster Diana sangat terharu melihat kedekatan Mama Sarrah dengan Kimora dia pun langsung mengerti kenapa Mama Sarrah bisa despresi berat ketika kehilangan suami dan menantu karena dia seseorang yang penyayang dan sangat tulus sekali.


Suster Diana pun berharap yang terbaik untuk masa depan Kimora ke depan nya, jika harus kembali dengan Genzy semoga dia bisa berubah dan menyanyangi Kimora setulus hati nya.


Mereka pun akhirnya tiba di depan Apartemen nya seperti biasa Kimora lebih memilih untuk bersama dengan Mama Sarrah dan menghilangkan diri di saat dia merencanakan sesuatu.


Mama Sarrah masih penasaran dengan sikap Kimora kepada Alena, sampai Kimora mengatakan tentang kata kematian.


"Kimora sayang, boleh Mama nanya sesuatu dengan kamu,?"


"Kenapa kamu seperti membenci Dokter Alena,? memang Dokter Alena itu kenapa."


Kimora pun langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan tersebut, Kimora pun tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang seketika langsung membenci Alena.


"Sayaaaaang, Dokter Alena itu baik dia yang merawat Tiara, dia mau merawat Tiara dengan penuh perasaan dan kasih sayang."

__ADS_1


Kimora langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia seperti mulai kesal dengan perkataan Mama Sarrah.


"Anak ku tidak di rawat perempuan itu, anak ku di rawat oleh Suster Diana,"


Kimora langsung pergi meninggalkan Apartemen Mama Sarrah dan kembali masuk ke Apartemen Alena.


Kimora langsung menghampiri Tiara, dia langsung merebut Tiara dari pangkuan Suster Diana.


Suster Diana langsung sangat terkejut sekali, Kimora tiba-tiba datang dan langsung mengendong Tiara.


Kimora membawa Tiara ke dalam kamar, dia memandangi Tiara yang sedang menangis.


Suster Diana sangat hawatir sekali, dia takut terjadi sesuatu dengan Tiara.


Suster Diana pelan-pelan menghampiri Kimora yang membiarkan Tiara menangis.


"Bu, kasihan Tiara nya dia menangis kencang sekali, sini berikan kepada saya mungkin dia ingin minum susu formula."

__ADS_1


Suster Diana mencoba untuk meluluhkan hati Kimora, dia ingin membawa Tiara dari Kimora.


__ADS_2