Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (299)


__ADS_3

Tapi tiba-tiba parfume yang sedang di pegang oleh Genzy tiba-tiba terjatuh dan pecah.


Genzy mengabaikan hal tersebut dia pun memilih untuk langsung menutup peti mati tersebut.


Tapi ketika Genzy akan menutup peti tersebut dia seperti melihat ada cairan air di dekat mata Ayana.


Genzy pun seketika langsung terkejut melihat nya, dan dia pun langsung menghapus air yang berada di dekat mata Ayana.


"Apa yaa ini, apakah atap ruangan ini bocor sehingga ada air yang menetes kepada Ayana."


Genzy pun langsung menutup rapat peti mati tersebut dan langsung mendorong peti mati tersebut ke tempat yang menurut nya aman.


Setelah selesai Genzy pun langsung pergi dari ruangan tersebut, tapi tiba-tiba pintu yang awalnya terbuka lebar langsung menutup rapat kembali.


Dan foto-foto pernikahan mereka yang di pasang di ruangan tersebut terjatuh ke lantai sehingga banyak sekali pecahan kaca di lantai.


Genzy akhirnya kembali dan membereskan kembali foto-foto pernikahan nya yang terjatuh.


"Kenapa ini semua nya terasa sangat aneh sekali, apakah ini adalah pertanda Ayana yang marah karena aku yang baru datang kembali untuk menemui nya."


Selesai membereskan semuanya, Genzy pun langsung pergi dari ruangan tersebut dan menyimpan kunci di tempat rahasia nya.


Ketika Genzy meninggalkan tempat tersebut, terlihat Ayana yang sedang memperhatikan nya sambil menangis karena ingin di makamkan selayaknya.


Genzy pun langsung meninggalkan rumah nya tersebut, dia teringat kembali dengan Putri Kimora.


"Lebih baik aku kembali ke rumah sakit, aku ingin melihat kondisi Putri Kimora."


Genzy pun membelikan balon merah bertuliskan love dan chocolate serta setangkai mawar pink.


"Putri Kimora pasti sangat senang sekali dia pasti sangat menyukai dengan semuanya yang aku bawakan."


Genzy dengan sangat semangat sekali datang kembali ke ruangan Putri Kimora.


Dan ternyata Putri Kimora sedang bersama Suster Diana.

__ADS_1


Putri Kimora yang melihat Papa nya di balik pintu kaca langsung berteriak kencang memanggil nama Papa nya.


"Papaaa, lihat Suster Diana Papa kembali lagi ke sini yeeeeeeee aku sangat senang sekali."


Suster Diana yang melihat kedatangan Genzy memilih untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Kemana Kimora,? kenapa dia tidak menemani Putri Kimora."


Genzy pun langsung memberikan hadiah yang akan di berikan untuk Putri Kimora.


"Bu Kimora sekarang sedang bertugas karena sekarang waktunya dia praktek. Kalau begitu saya permisi dulu yaa silahkan bersenang-senang bersama dengan Putri Kimora."


Suster Diana langsung meninggalkan mereka berdua, dan terlihat Putri Kimora yang sangat bergembira sekali dengan kehadiran Papa nya kembali.


Setelah Suster Diana pergi dan menutup pintu ruangan tersebut, tiba-tiba Putri Kimora pun melihat kembali sosok wanita bergaun putih tersebut dia terlihat seperti habis menangis.


Putri Kimora langsung memeluk erat Papa nya, dan membuat Genzy langsung terkejut.


"Akuu takut sekali Pap seperti nya ada yang selalu mengikuti Papa, dia seperti nya tidak suka dengan aku Pap."


Genzy langsung melepaskan pelukan erat dari Putri nya tersebut.


Putri Kimora pun kembali melihat tapi ternyata sosok wanita bergaun putih tersebut langsung menghilang.


"Iya Pap, oh iya Pap terimakasih banyak yaa balon merah nya dan chocolate nya aku sangat senang sekali Pap."


Semakin sering bersama dengan Putri Kimora, semakin Genzy tidak mau jauh dari Putri nya tersebut.


"Iyaaa sayaaaaang, oh iya sayaaaaang bulan depan tanggal 5 kan hari ulang tahun Putri Papa yang cantik banget ini bagaimana kalau kita merayakan nya dengan banyak nya anak-anak yang kurang mampu sayaaaaang. Supaya mereka bayak yang mendoakan kamu. Karena berkat doa dari mereka akhirnya Papa bisa bertemu dengan kamu."


Putri Kimora langsung menyetujui keinginan Papa nya tersebut.


"Iyaa Pap aku setuju banget tapi aku juga harus bilang dengan Ibu. Semoga saja Ibu juga setuju yaa Pap."


Suster Diana memperhatikan kedekatan mereka berdua, Putri Kimora terlihat lebih bugar dan sehat kembali.

__ADS_1


Suster Diana pun memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua bersama di ruangan tersebut.


Dokter Rian yang selesai dengan tugas praktek melihat Suster Diana yang meninggal ruangan Putri Kimora.


"Ini adalah jam praktek nya Kimora tapi kenapa Suster Diana tidak berada di ruangan Putri Kimora, lalu siapa yang bersama dengan Putri Kimora."


Dokter Rian pun langsung berlari menuju ke ruangan Putri Kimora, ketika dia hendak membuka pintu kamar nya dia mendengar suara Genzy.


Dokter Rian langsung memilih untuk tidak masuk ke dalam ruangan tersebut.


Dokter Rian memilih untuk pergi bertemu dengan Alena tapi ternyata Dokter Rian bertemu dengan Suster Diana.


"Tadi saya lihat Putri Kimora bersama dengan Genzy, beruntung sekali dia bisa bersama dengan Putri Kimora padahal di awal Kimora tidak ingin ini terjadi."


Suster Diana pun langsung terdiam mendengar perkataan Dokter Rian dalam hati nya pun dia tidak mau Putri Kimora terlalu dekat dengan Genzy. Apalagi sosok Ayana yang selalu menghantui nya.


"Yasudahlah, Suster Diana saya pamit dulu yaa. Saya mau melihat kondisi Alena sekarang seperti apa karena sudah lumayan lama sekali saya tidak pergi untuk melihat kondisi nya."


Dokter Rian pun langsung pergi dan Suster Diana kembali menuju ke kamar Putri Kimora.


Suster Diana memilih untuk duduk menunggu di kursi depan karena Genzy yang masih saja bersama dengan Putri Kimora.


"Hmmmmm, lama sekali mereka di dalam nanti jika Pak Genzy sudah pergi aku harus menayakan sesuatu kepada Putri Kimora. Apakah dia melihat lagi sosok wanita bergaun putih."


Setelah menunggu beberapa lama Dokter yang memeriksa Putri Kimora datang dan terpaksa Genzy pun harus pergi dan berpamitan dengan Putri Kimora.


Hati Suster Diana sangat senang sekali ketika melihat Genzy yang harus keluar dari ruangan tersebut.


Genzy pun melihat tatapan mata yang tajam yang di perlihatkan oleh Suster Diana, Genzy merasa sangat kebingungan sekali dengan sikap Suster Diana yang menurut nya bisa berubah-ubah.


"Apakah kita mempunyai permasalahan,? kenapa seperti itu menatap nya."


Genzy langsung menghampiri Suster Diana karena dia merasa tidak nyaman sekali dengan sikap nya.


"Sampai kapan kamu akan menyimpan jasad Ayana di rumah itu,? pernah kamu di datangi oleh arwah nya dan hal itu sangat menggangu sekali mental seseorang."

__ADS_1


Genzy terdiam mendengar perkataan Suster Diana yang membuat nya sangat terkejut sekali.


"Apakah kamu ingin menambah kembali daftar orang yang despresi hanya karena mayat itu,? Atau kamu mempunyai sebuah halusinasi yang sangat tinggi jika 5 taun kemudian mayat itu akan hidup kembali?."


__ADS_2