
Kimora seakan ingin sekali ikut bersama dengan mereka berdua tapi dia harus bisa menahan rasa tersebut.
"Oh iya sayang, besok siang Papa ingin mengajak kamu jalan-jalan pergi bersama di saat kamu sudah pulang sekolah ? bagaimana kamu mau tidak sayaaaaang."
Mendengar ajakan Papa nya, Putri Kimora langsung melihat Ibu nya. Karena dia tahu Ibu nya pasti tidak akan pernah mengijinkan nya.
"Aku mau tapi semua nya bagaimana Ibu, jika Ibu mengijinkan nya aku bisa pergi bersama dengan Papa. Tapi jika kata Ibu tidak boleh aku tidak bisa."
Putri Kimora menundukkan kepalanya dia seperti sangat sedih sekali dan Genzy pun hanya bisa terdiam dan pasrah mendengar jawaban dari Kimora.
"Kamu mau membawa Putri Kimora ke mana Mas,? kamu benar-benar ingin mengajak nya bermain bukan hal-hal yang lain nya."
Kimora masih trauma atas kejadian Putri Kimora di culik oleh Alena, tidak sangat takut Genzy membawa Putri Kimora pergi ke luar negeri bersama nya.
"Aku akan membawa Putri Kimora ke taman bermain yang akan kita gunakan sebagai tempat ulang tahun nya, aku akan mengajak Putri Kimora untuk membagi nya mainan untuk anak-anak yang kurang mampu karena mereka tahu jika besok waktu untuk berbagai."
Putri Kimora terlihat begitu ingin sekali bisa pergi bersama dengan Papa nya.
"Kamu jangan membuat aku kecewa yaa Mas, jangan memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Putri Kimora pergi. Karena sekarang hanya Putri Kimora kunci kewarasan kuu."
Genzy pun mengangguk kan kepala nya.
"Aku tidak akan seperti itu Kimora, aku akan menjaga Putri Kimora. Aku berjanji tidak akan menyakiti hati muu kembali."
Kimora pun tersenyum manis kepada Putri Kimora, dan menghampiri nya.
"Besok kamu bisa pergi bersama dengan Papa kamu yaa sayaaaaang, Ibu ijinkan kalian pergi berdua."
Putri Kimora pun langsung berteriak kegirangan.
"Yeeeeeeee, terimakasih Ibuu baik sekali. Aku sayang Ibu."
Genzy pun merasa sangat bahagia sekali akhirnya dia bisa meluangkan waktu bersama dengan Putri Kimora.
"Kalau begitu sekarang kita pulang yaa, jangan sampai terlalu malam kita sampai di rumah. Pergi berpamitan dengan Omah sana."
__ADS_1
Genzy dan Kimora pun merasa saling bertatapan wajah, Genzy begitu sangat merindukan sekali Kimora dia seperti ingin sekali memeluk erat Kimora.
"Aku pulang dulu yaa Mas, kamu jangan lupa makan dan istirahat yang cukup."
Ketika Kimora hendak meninggalkan Genzy tiba-tiba Genzy memegang tangan Kimora.
Kimora pun langsung membalikkan badan nya dan menatap wajah Genzy.
"Kamu hati-hati yaa di jalan nya."
Genzy melepaskan tangan nya dan Kimora pun hanya tersenyum tipis tidak menjawab ucapan dari Genzy.
Mereka pun langsung pergi dari Apartemen tersebut dan menuju pulang.
***
Dokter Rian menemui Alena tapi dia yang terlihat sangat tidak fokus sekali sehingga membuat Alena lebih banyak terdiam.
"Kamu kenapa,? kamu sedang sedih yaa?."
"Kamu punya banyak masalah,? kamu lebih banyak diam dan melamun dan membuat aku pun menjadi kebingungan dan ikut terdiam."
Dokter Rian yang butuh pendengar pun lebih memilih untuk menceritakan apa yang sekarang dia rasakan kepada Alena.
Padahal sebelumnya dia lebih sering bercerita dengan Suster Diana.
"Aku mencintai Kimora dari sejak dia menjadi pasien ku dan ketika dia sudah sembuh dia tidak mau menerima kehadiran ku di hidup nya, Kupikir peluang ku besar ketika 5 taun berlalu tapi ternyata dia masih belum mau membuka pintu hati nya dan sekarang dia kembali dekat dengan suaminya."
Alena langsung terdiam ketika mendengar Genzy yang semakin dekat dengan Kimora, dan dia pun merasa jika Dokter Rian ada di posisi yang sama dengan dia.
Alena memilih untuk diam karena dia tidak ingin Dokter Rian mengetahui jika kondisi sudah sangat baik.
Alena memilih untuk masih berpura-pura despresi, karena itu akan menguntungkan nya. Di saat kasus penculikan Putri Kimora dia tidak bisa di tangkap karena status nya yang gangguan mental.
Alena pergi ke dalam kamar dia membawa boneka kesayangan yang sering dia pakai untuk berhalusinasi.
__ADS_1
"Aku pun ingin Genzy kembali bersama dengan kuu, menikah dengan kuu dan bertanggung jawab atas kehamilan kuu yang menghilang."
Dokter Rian merasa sangat kasihan melihat Alena, walaupun dia tahu jika Alena yang bersalah besar tapi dia juga seperti ini karena ulah Genzy.
"Aku tidak mengerti semua despresi karena Genzy, Kimora yang sedang hamil besar harus melakukan operasi dan melahirkan anak nya secara prematur dan despresi karena Genzy, Bu Sarrah pun kembali despresi karena melihat kelakuan tidak normal Genzy dan kamu yang sudah di buat hamil tidak mendapatkan pertanggung jawaban dari Genzy sampai harus kehilangan janin yang masih 2 bulan karena Genzy. Haruskah dia sekarang mendapatkan kenyamanan dalam hidup nya."
Riana yang mendengar perkatan Dokter Rian merasa tidak mengerti dan bertanya-tanya ada apa dengan Genzy.
"Sebenarnya ada apa dengan Genzy sampai bisa membuat 3 orang wanita menjadi despresi termasuk ibu nya. Perlakuan tidak normal apa yang di miliki oleh Genzy."
Riana berpura-pura membawa kan minuman untuk Dokter Rian, dia sangat penasaran sekali dengan apa yang ada di balik ini semua nya.
Dokter Rian meminum minuman yang di sediakan oleh Riana.
"Alena aku rasa kondisi muu sudah semakin membaik, kamu sudah tidak pernah menyakiti fisik mu lagi kan?. Dan aku rasa kamu sudah bisa keluar rumah untuk menenangkan pikiran dan perasaan kamu dengan udara yang sejuk."
Alena pun menghampiri Dokter Rian dan dia pun bertanya tentang Genzy kepada Dokter Rian.
"Apa yang mereka lakukan sekarang,? Genzy terhadap Kimora mereka akan melakukan apa saja."
Alena begitu sangat ingin sekali mendapatkan informasi penting tentang Genzy.
"Putri Kimora akan merayakan ulang tahun nya bersama dengan ke dua orang tuanya, di taman bermain."
Alena langsung tersenyum mendengar perkataan Dokter Rian.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu,? kamu ingin melakukan apalagi dengan Putri Kimora. Jika kamu membuat huru-hara lagi aku akan menyebutkan jika kamu sudah normal sehingga mereka bisa membawa kamu ke kantor polisi."
Alena merasa sangat takut sekali mendengar ancaman dari Dokter Rian.
"Tidak, aku tidak akan seperti itu lagi. Aku ingin datang untuk meminta maaf kepada Putri Kimora dan Kimora sekuarga. Kamu bisa datang ke sana bersama dengan kuu."
Dokter Rian merasa jika kondisi Alena memang sudah normal kembali, seperti nya semenjak kejadian kemarin dia bisa bertemu dengan Genzy.
"Baiklah, nanti aku jemput kamu dan kita pergi bersama ke sana."
__ADS_1