
Wajah Kimora yang terlihat sangat lemas sekali, mata nya yang bengkak seperti habis menangis dalam jangka waktu yang sangat lama sekali.
Dokter Rian tidak langsung menanyakan hal tersebut dia menyuruh Kimora untuk duduk dan membawakan segelas teh manis hangat untuk Kimora.
"Minum lah segelss teh manis hangat ini, agar kamu bisa sedikit menengangkan perasaan hati muuu."
Kimora langsung meminum segelas teh manis hangat tersebut sampai habis.
Tatapan mata Kimora yang masih berkaca-kaca membuat Dokter Rian semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Kimora.
"Kimora, kamu sudah merasa sangat baik sudah merasa sedikit membaik kamu bisa menceritakan semuanya kepada kuu secara perlahan saja."
Kimora mengambil tissue dia menghapuskan air mata nya.
"Aku mempertemukan Putri kuu dengan Mama Sarrah setelah Putri kuu pulang sekolah, dan aku melihat kondisi Mama Sarrah yang semakin membaik setelah bertemu dengan Putri Kimora."
Kimora mengatur nafas nya dia mengambil kembali tissue untuk membersihkan air mata nya.
"Ntah apa yang sudah ada di pikiran kuu ini, aku bilang kepada Putri Kimora jika aku juga akan mempertemukan nya dengan Papa nya."
Dokter Rian sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Kimora yang ingin mempertemukan Putri Kimora dengan Genzy.
Tapi Dokter Rian memilih untuk diam saja dia ingin fokus mendengarkan cerita dari Kimora sampai selesai.
"Dan di saat itu juga pikiran kuu seketika langsung berubah. Aku tidak mau mempertemukan Putri Kimora dengan Genzy, aku mencoba untuk membawa pulang segera Putri Kimora untuk mencoba menghindari Mas Genzy tapi ternyata ketika kita hendak pergi Genzy sudah ada di depan pintu."
Kimora tidak bisa lagi menahan tangisnya dia langsung menangis di pelukan Dokter Rian.
Dokter Rian langsung menenangkan perasaan Kimora.
"Ahhhhhh, aku sangat takut sekali kehilangan Putri Kimora. Aku sangat ketakutan sekali Mas Genzy membawa pergi Putri Kimora dari kehidupan kuu."
Penyesalan Kimora mempertemukan Putri nya dengan Genzy dia takut Genzy mengambil hak asuh anak nya.
__ADS_1
Karena Kimora tahu jika apapun bisa di lakukan oleh Genzy.
"Sudahlah Kimora kamu jangan terlalu berpikir yang negatif seperti itu, ingat dengan kondisi kamu sekarang jangan sampai kamu seperti dulu lagi sakit kembali lalu bagaimana dengan Putri Kimora. Hal itu lebih mempermudah Genzy untuk mengambil Putri Kimora."
Dokter Rian seperti ini sekali bertemu dengan Suster Diana untuk membicarakan tentang ini, karena sebelumnya mereka berdua sudah mempertemukan Genzy dengan Putri Kimora bukan sebagai Papa dan anak tapi sebagai orang lain.
Kimora terus saja menangis di pelukan Dokter Rian, tapi sayang nya Kimora tidak pernah mau membalas cinta Dokter Rian sejak lima tahun berlalu Dokter Rian yang pernah mengatakan perasaan cinta nya kepada Kimora.
Suster Diana menunggu kedatangan Kimora untuk pulang.
"Sudah jam 9 malam, tapi kenapa Bu Kimora tidak juga pulang. Aku sangat hawatir sekali handphone nya tidak di aktifkan."
Suster Diana terpaksa meninggalkan Putri Kimora sendiri di kamar nya, dia menunggu kedatangan Kimora di depan pintu Apartemen nya.
"Seperti nya Bu Kimora pergi bersama dengan Dokter Rian, lebih baik aku menunggu saja di dalam."
Suster Diana memilih untuk duduk di sofa tapi ternyata dia ketiduran di sofa ruang tamu.
Di tempat yang lain Dokter Rian terus saja mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora.
Dokter Rian melepaskan pelukan erat dari Kimora, dia pergi menghampiri salah satu pegawai nya untuk menyiapkan kamar untuk Kimora.
Setelah itu Dokter Rian pun kembali menghampiri Kimora.
"Sudah yaa sudah jangan menangis lagi, lihat mata kamu jadi bengkak seperti itu. Nanti langsung saja istrirahat yaa setelah kamar sudah selesai."
Dokter Rian memainkan handphone nya, ketika Dokter Rian hendak meninggalkan Kimora. Tangan Kimora memegang erat tangan Dokter Rian dan membuat Dokter Rian langsung terkejut dan menghampiri Kimora kembali.
"Terimakasih banyak atas perhatiannya atas kebaikan yang sudah di berikan ini. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikan ini kamu terlalu baik sekali."
Dokter Rian hanya tersenyum tipis melihat wajah Kimora yang begitu sangat serius sekali ketika mengatakan semuanya.
"Kamu baik-baik jaga kondisi mental kamu jangan sampai kamu sakit kembali seperti dulu, melihat kamu bahagia pun aku sudah sangat senang sekali karena apa yang aku inginkan pun tidak mungkin bisa terjadi."
__ADS_1
Dokter Rian memilih untuk kembali pergi meninggalkan Kimora, Dokter Rian yang mengharapkan balasan cinta dari Kimora yang selalu tidak pernah di balas oleh Kimora.
"Dokter Rian yang begitu sangat perhatian sekali dengan kuu, tapi kenapa aku tidak bisa membalas cinta yang dia berikan untuk kuu ini."
Kimora pun langsung pergi ke kamar yang sudah di siapkan oleh Dokter Rian.
Kimora masuk ke dalam kamar itu dia teringat kembali ketika dia melihat perselingkuhan Genzy dan Alena dan di bawa Dokter Rian di ruangan ini.
"Di sini aku di selamatkan oleh Dokter Rian, aku melukai fisik kuu sendiri karena tidak bisa mengendalikan emosi kuu.'
Kimora mencoba untuk menenangkan pikiran dan beristirahat tapi dia tetap saja dia selalu teringat dengan Putri Kimora.
"Sayaaaaang, maafkan Ibu yaa sayaaaaang. Malam ini ibu tidak bisa pulang ke Apartemen. Ibu nggak mau kamu melihat kondisi Ibu yang seperti ini".
Kimora pun mengambil handphone yang ternyata kehabisan baterai.
"Ahhhhhh, ternyata handphone ku habis batrei nya. Pantesan saja tidak akan panggil telephone dari Suster Diana."
Kimora pun mencoba untuk memaksa kan untuk memejamkan mata nya.
"Aku harus beristirahat jangan selalu ketergantungan obat selalu."
Kimora pun mengambil guling dan memeluk erat guling tersebut.
Dokter Rian merasa sangat hawatir sekali dengan Kimora, dia pun mencoba untuk pergi ke kamar Kimora.
Dokter Rian membuka pintu kamar Kimora, Kimora yang mengetahui hal tersebut memilih untuk berpura-pura tidur.
Dokter Rian pun masuk ke dalam kamar tersebut, dia duduk di samping tempat tidur Kimora.
Dia memandangi wajah cantik Kimora yang terlihat sangat lelah sekali.
"Hmmm, selamat tidur wanita impian kuu. Semoga kamu selalu bahagia selalu. Dan jika takdir Tuhan tidak mempersatukan kita berdua, semoga kamu mendapatkan seseorang yang sangat sayang dan mengerti semua nya."
__ADS_1
Dokter Rian menyelimuti Kimora dia tersenyum manis kepada Kimora, dan meninggalkan Kimora.
Dokter Rian menutup rapat pintu kamar tersebut dia memilih untuk pergi dari rumah nya, karena dia tidak mau para pegawai yang ada di dalam rumah nya berpikir negatif kepada nya karena membawa wanita masuk ke dalam kamar sampai menginap.