
Sarrah merasa heran dengan Alena, dia adalah seorang Dokter tapi lebih memilih Kimora untuk diam saja di rumah tampa membawa nya ke Dokter.
Sarrah sangat berharap dengan dia membawa Kimora ke psikiater akan membuat Kimora cepat sembuh.
"Kimora bagaimana sekarang perasaan kamu apa kamu sudah membaik, dan jangan lupa yaa obatnya di minum."
Kimora tiba-tiba memegang erat tangan Sarrah, dia memandangi wajah Sarrah.
"Aku tidak mau tinggal di sana, aku ingin tinggal bersama Mama Sarrah saja," ucap Kimora dengan suara yang bergetar.
"Baiklah nanti Mama bicarakan lagi dengan Dokter Alena, kamu tenang saja yaa kamu pasti aman bersama dengan Mama."
Kimora merasa lebih nyaman ada di dekat Mama Sarrah yang sangat tulus menyayangi nya.
Sesampainya di Apartemen Kimora masuk ke dalam Apartemen Alena, dia datang hanya untuk melihat Tiara.
Tiba-tiba Suster Diana ingin pergi ke toilet, sehingga hanya ada Kimora dan Tiara saja.
__ADS_1
Kimora yang sambil mengendong Tiara diam-diam masuk ke dalam kamar Alena dia mencari baju yang di pakai oleh Alena.
Kimora yang memenuhi baju tersebut langsung menuangkan cairan yang berwarna merah di baju putih tersebut.
"Kamu jahat Alena, kamu memakai baju pemberian dari suami ku, kamu ternyata jahat."
Setelah melakukan aksinya Kimora pun keluar dari kamar Alena, dia duduk di depan televisi bersama dengan Tiara seakan tidak terjadi apa-apa.
Suster Diana pun tersenyum melihat Kimora yang sangat dekat dengan Anak nya.
"Tak perlu waktu yang lama, Ibu Kimora pasti akan sembuh kembali."
"Aku ingin menginap bersama dengan Tiara di apartemen Mama Sarrah, apakah boleh,?"
Suster Diana tidak mungkin membiarkan Tiara bersama dengan Mama Sarrah, apalagi dengan kondisi Kimora yang seperti ini.
"Ayoo, kita sekarang main saja yaa ke Apartemen Mama Sarrah bersama Tiara tapi nanti kita balik lagi yaa."
__ADS_1
Kimora pun sangat senang mendengar perkataan dari Suster Diana, jika mereka semua pergi ke Apartemen ini maka tidak ada alasan untuk saling menyalahkan karena Apartemen nya kosong.
Kimora sangat berantusias sekali dia berjalan sangat cepat menuju ke Apartemen Mama Sarrah.
Ketika Kimora, Suster Diana dan Tiara bermain asik di Apartemen Mama Sarrah, Alena baru sampai dia membuka pintu tapi tidak ada siapa-siapa di Apartemen nya.
"Mereka pergi ke mana yaa, yasudah aku simpan dulu barang-barangnya perlengkapan untuk Tiara dan aku rasanya ingin mandi, badan ku sangat lengket dengan keringat."
Alena membuka pintu kamar nya, dia langsung menaruh pakaian kotornya ke dalam keranjang, ketika Alena mau membuka pintu kamar mandi dia di buat sangat terkejut dan bahkan berteriak histeris.
Alena melihat baju dress putih milik Kimora yg di gantung dan berubah menjadi warna merah pekat.
Bahkan cairan warna merah pekat itu pun betetesan dari baju tersebut.
Alena sangat di buat ketakutan sekali, dia langsung menutup dan mengunci pintu kamar mandi nya tersebut.
"Tidak mungkin siapa yang melakukan ini semua, kenapa baju itu bisa berubah warna seperti itu."
__ADS_1
Alena mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran nya, dia tidak mau jika Kimora dan Suster Diana mengetahui hal ini.
"Kamu harus tenang Alena tenang kamu jangan sampai tertular despresi seperti mereka."