
Tatapan mata Dokter Rian tertuju ke atas dia melihat seperti sebuah kamar dan jendela yang bisa melihat ke penjuru arah rumah tersebut.
Dokter Rian pun seperti melihat sosok perempuan bergaun putih sedang memperhatikan nya, di balik gorden jendela warna putih.
Seketika Dokter Rian merasa tidak nyaman ketika melihat sosok perempuan bergaun putih tersebut dan pada akhirnya dia memilih untuk kembali ke dalam mobil nya.
Kimora menatap wajah Dokter Rian yang seperti sangat ketakutan sekali, dia merasakan denyut jantung berdebar sangat kencang.
"Dokter Rian kamu kenapa,? wajah mu terlihat sangat pucat sekali."
Dokter Rian pun langsung terdiam dan berpikir, apakah mungkin suami Kimora itu mempunyai adik atau kakak perempuan di rumah nya.
"Hmmmmm, Kimora apakah suami kamu memiliki sodara perempuan di rumah itu."
Kimora langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Di rumah itu hanya ada mas genzy saja dan mungkin juga para pegawai yang ada di rumah itu. Bukan kah Mama Sarrah memilih untuk tinggal di Apartemen bersama dengan aku."
Dokter Rian langsung terkejut mendengar perkataan Kimora, hal baru pertama kali di alami.
"Lalu siapa perempuan bergaun putih yang ada di kamar itu, dia berada di balik gorden jendela dan seperti sedang memperhatikan hal-hal yang ada di sekitarnya."
Kimora pun langsung tersenyum kepada Dokter Rian, dan membuat Dokter Rian semakin ketakutan sekali.
"Sekarang aku baru menyadari mungkin bayangan-bayangan putih itu adalah Ayana Larasati, istri Almarhum suami ku."
Dokter Rian merasa jika ini semua ada hubungannya dengan rumah misterius itu, despresi berat Kimora yang selama ini di rasakan oleh nya itu.
"Kimora kamu baik-baik saja kan, dan apa kamu yakin kita akan pergi ke rumah itu nanti malam,? aku merasa rumah mempunyai sesuatu yang tidak kasat mata dan seperti yang lain-lainnya."
Dokter Rian terlihat sangat ketakutan sekali, karena apa yang dia lihat tadi itu di siang hari bukan di malam hari.
__ADS_1
"Kamu berubah pikiran kah,? kamu merasakan ketakutan dan kamu pun berpikir takut despresi setelah masuk dan keluar dari rumah itu,?"
Kimora memperhatikan wajah Dokter Rian yang begitu sangat gelisah sekali tidak seperti biasa nya.
"Oh baiklah, nanti malam kita pergi ke sana tapi apakah kematian Ayana di rumah itu juga atau sebuah kecelakaan yang tragis,?"
Dokter Rian yang merasa takut pun tapi di buat penasaran dengan cerita Kimora.
"Ayana terjatuh di kamar mandi tepatnya di kamar itu, itu pun ketika dia sedang hamil 8 Minggu dan itu yang membuat mas Genzy sangat terpuruk sekali karena harus kehilangan yang dia cintai dan membuat nya sulit untuk melupakan bayang-bayang Ayana."
Mendengar cerita Kimora, Dokter Rian langsung bergegas pergi dari rumah tersebut.
"Kimora lebih baik kita menenangkan perasaan, pikiran dan metal kita dulu yaa. Kita pergi penyegaran terlebih dahulu ke rumah makan dan tinggalkan dulu rumah misterius tersebut."
Dokter Rian memilih untuk membawa Kimora untuk pergi ke restoran di dekat rumah tersebut.
__ADS_1
"Kita menunggu malam di sini saja yaa Kimora, kita harus mengisi energi kita supaya kita nggak pingsan ketika masuk ke rumah itu. Jujur rumah itu sangat menyeramkan sekali."