
Ekspresi wajah Putri Kimora langsung berubah menjadi sedih setelah bercerita dengan Dokter Rian.
"Putri Kimora kan boneka banyak kenapa harus ingin boneka orang lain."
Putri Kimora beranjak dari pangkuan Dokter Rian dia berdiri dan bertatapan wajah dengan Dokter Rian.
"Aku tiba-tiba suka dengan boneka itu Om, aku seperti ingin memiliki boneka itu dan aku seperti pernah dekat dengan boneka itu."
Dokter Rian pun langsung tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Jangan sedih yah sayang, bagaimana kalau sekarang Putri dan Suster Diana pergi ke toko boneka belikan boneka untuk Putri dan Ibu. Putri lihat kan tadi Ibu sangat sedih sekali."
Putri Kimora tersenyum sambil melompat kegirangan, dia pun di tuntun oleh Dokter Rian untuk menghampiri Suster Diana.
"Suster Diana, bawa Putri Kimora ke toko boneka dan bawa kan surprise untuk Kimora. Putri Kimora seperti nya ingin boneka baru."
Suster Diana pun langsung menggendong Putri Kimora dan mencium nya.
"Saya akan pergi ke Apartemen Alena, kasihan harus nya hari adalah jadwal terapi nya."
Suster Diana hanya tersenyum kepada Dokter Rian, dan Dokter Rian langsung pergi dari Apartemen itu.
Suster Diana mengambil tas yang harus di bawa dia pun langsung keluar dari Apartemen nya menyusul Dokter Rian.
Dokter Rian melambaikan tangan nya ketika sudah di dalam mobil, Putri Kimora langsung berteriak sangat kencang sekali.
"Hati-hati Om Dokter."
Mereka sangat bersemangat sekali menuju ke toko boneka.
"Suster, nanti kita beli kan Ibu bucket boneka saja bagaimana yang lucu supaya Ibu menjadi senang."
Suster Diana menganggukan kepalanya karena dia sedang fokus menyetir mobil.
Mereka pun tiba di toko boneka dan alat-alat keperluan bayi dan anak, ketika Suster Diana masuk dia melihat banyak sekali peralatan bayi yang sangat mirip dengan Putri Kimora di saat dia masih bayi.
"Seperti nya dulu Bu Alena membeli peralatan bayi Putri Kimora di tempat ini, semua nya hampir sama."
__ADS_1
Putri Kimora menarik kencang tangan Suster Diana dia menunjukkan boneka yang ingin dia beli.
"Aku ingin sekali boneka itu Suster Diana, lucu sekali aku suka."
Suster Diana langsung terkejut melihat boneka yang di tunjukkan oleh Putri Kimora, itu seperti boneka yang di belikan oleh Alena yang selalu ada di samping Putri Kimora di saat bayi di saat dia tidur.
Suster Diana menatap wajah Putri Kimora dia tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Kenapa lebih memilih boneka bayi itu, kenapa tidak memilih boneka yang lain saja. Coba lihat ada boneka teddy bear putih yang sangat besar sekali ada boneka bantal bentuk matahari dan itu ada boneka berbie yang ukuran tinggi sama seperti Putri Kimora."
Putri Kimora menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil cemberut dan tangan nya menuju ke boneka mell chan tersebut.
Suster Diana akhirnya mengambil boneka tersebut dan langsung di berikan kepada Putri Kimora.
Putri Kimora langsung melompat kegirangan dan memeluk erat boneka tersebut.
"Bagaimana jika Bu Kimora menyadari boneka tersebut yah, semoga saja Bu Kimora tidak mengingat nya."
Setelah berhasil menemukan boneka yang di inginkan oleh Putri Kimora, mereka pun mencari boneka untuk di buatkan bucket bunga untuk Kimora.
"Suster Diana, kita cari boneka teddy bear pink yang ukurannya kecil dan kita cari juga bunga mawar warna pink juga. Ibu pasti suka."
"Ayooo kita pergi ke Rumah Sakit, kita bertemu dengan Ibu. Kita beri kejutan untuk Ibu uuuhhhh Ibu pasti bahagia."
Mereka pun langsung berjalan menuju ke mobil nya, ketika Suster Diana keluar dari toko tersebut dia seperti melihat seseorang yang dia kenal.
Suster Diana membalikkan badannya kembali dan fokus memandangin lelaki yang memakai jas hitam dan kacamata hitam tersebut.
Suster Diana merasa jika lelaki itu adalah Genzy.
Suster Diana terus memperhatikan lelaki tersebut dan ternyata benar saja itu adalah Genzy yang masuk ke toko perlengkapan bayi dan anak-anak.
Sister Diana langsung menarik tangan Putri Kimora untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Auuuuu sakit sekali Suster hmmmmm kenapa tarik-tarikan begitu sih."
Putri Kimora memegang tangan nya dan Suster Diana langsung meminta maaf kepada Putri Kimora.
__ADS_1
"Maaafkan yah sayang, tadi Suster Diana melihat seseorang yang sangat menakutkan sekali. Jadi Suster langsung deh ingin cepat-cepat masuk ke dalam mobil."
Putri Kimora pun memandangi wajah Suster Diana yang memang terlihat sangat cemas sekali.
"Suster Diana melihat hantu yah, tadi pun aku melihat nya di jalan sana. Hantu perempuan yang sangat menakutkan sekali dia memakai baju merah tapi kaki nya penuh dengan luka-luka."
Cerita Putri Kimora membuat Suster Diana semakin ketakutan sekali, dia pun langsung menjalankan mobilnya menuju ke Rumah Sakit.
Di perjalanan Putri Kimora terus menutup mata nya seperti sebuah pertanda dia sedang melihat sesuatu.
Suster Diana semakin cemas dia mempercepat laju kendaraan nya.
Akhirnya mereka pun sampai di di Rumah Sakit, Putri Kimora sangat gembira sekali dia ingin segera memberikan bucket bunga tersebut kepada Ibu nya.
"Ayoooo Suster Diana ayooooooo cepat."
Putri Kimora menarik tangan Suster Diana dan langsung berlari agar segera bertemu dengan Ibu nya.
Tapi ternyata masih ada pasien dan membuat mereka harus menunggu sampai selesai, Putri Kimora memperhatikan pasien-pasien yang akan di periksa.
Dia melihat salah satu pasien yang di ikuti oleh anak kecil yang pucat pasih sekali, Putri Kimora hanya memperhatikan karena dia tahu lelaki kecil itu bukan manusia.
Putri Kimora langsung mengajak Suster Diana untuk pergi dari tempat tersebut, karena dia merasa jika lelaki kecil tersebut seperti tidak suka di lihat oleh Putri Kimora.
"Aku ingin minum Suster, ayo kita pergi ke kantin."
Putri Kimora dan Suster Diana pergi ke kantin menitipkan bucket bunga tersebut kepada salah satu Suster yang ada di sana.
Suster Diana merasa jika Putri Kimora sedang gelisah sekali dia seperti melihat sesuatu kembali.
Mereka pun langsung duduk dan memesan minuman sesuai dengan keinginan Putri Kimora.
Melihat Putri Kimora sudah minum dan terlihat sedikit senang baru lah Suster Diana menanyakan sesuatu kepada Putri Kimora.
"Ada apa sayang, kamu melihat sesuatu kembali di ruangan tunggu itu yah."
Suster Diana langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora, dan mengelus rambut panjang nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau seperti ini Suster, aku ingin seperti anak biasa. Aku takut sekali melihat wajah-wajah mereka yang sangat menyeramkan sekali."