
Dokter Rian memikirkan sesuatu ucapan Kimora, dia rasa perempuan penghiatan itu adalah Dokter Alena tapi dia masih sangat binggung dengan cerita tentang suaminya tersebut.
Suaminya menyembunyikan sesuatu di rumah nya, menyembunyikan sesuatu yang tidak wajar yang membuat nya sangat ketakutan sekali dan lambaian tangan.
"Apa mungkin lambaian itu adalah sebuah permintaan pertolongan,?"
Dokter Rian memperhatikan kembali kondisi Kimora, dia sekarang sudah mulai bisa tenang.
"Seperti nya jika aku konsultasi di ruangan praktek aku rasa dia tidak akan pernah mau menceritakan semuanya."
Dokter Rian memberikan minuman kepada Kimora, juss strawberry yang sangat dingin sekali.
"Ayoo, silahkan di minum yaa,"
Kimora pun langsung meminum nya, walaupun sebenarnya suasana begitu sangat dingin sekali.
Tatapan Kimora mulai seperti kosong kembali, dia seperti akan berbicara kembali.
"Dia tidak peduli kan aku yang seperti ini, dia terus ingin bersama dengan istrinya yang sudah meninggal."
Dokter Rian langsung terkejut mendengar perkataan tersebut.
"Istrinya yang sudah meninggal, dia tidak mau menjauh dari istri nya yang sudah meninggal,?"
__ADS_1
Dokter Rian di buat tidak mengerti ketika Kimora mulai menceritakan tentang suaminya.
Kimora menggangukan kepalanya dan dia menatap wajah Dokter Rian.
"Tolong aku, dan tolong juga perempuan itu dia ingin beristirahat dengan tenang."
Dokter Rian pun semakin di buat tidak mengerti sekali, pikiran nya di buat berpikir kemana-mana.
Kimora langsung memberikan foto Ayana kepada Dokter Rian, dan seketika Dokter Rian memperhatikan foto tersebut.
"Ini foto kamu Kimora,?"
Tanya Dokter Rian, sambil memperhatikan foto tersebut.
Kimora menggelengkan kepalanya berkali-kali, dan langsung mengambil kembali foto tersebut dari tangan Dokter Rian.
Kimora langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku bosan, aku ingin pulang."
Kimora meninggalkan Dokter Rian dia langsung menghampiri Mama Sarrah dan Tiara.
"Sayang kenapa kamu meninggalkan Dokter Rian sendiri an,? kasihan loh dia."
__ADS_1
Kimora mengendong Tiara dan langsung berjalan menuju ke dalam mobil nya.
Dokter Rian langsung berlari menghampiri Sarrah.
"Seperti nya selesai sampai di sini saja, nanti Minggu depan semoga Kimora lebih berani dan lebih untuk banyak bercerita lagi."
Sarrah pun langsung berpamitan dengan Dokter Rian dan langsung menuju ke mobil nya.
"Kalau begitu saya permisi pulang dulu ya, terimakasih banyak Dokter Rian mau meluangkan waktu berlibur hanya untuk berkonsultasi dengan anak saya Kimora."
Dokter Rian hanya menjawab dengan senyuman.
Sarrah pun langsung berlari dan menghampiri Kimora dan Tiara.
"Begitu sangat misterius sekali yang Kimora ceritakan, seperti sekarang mulai sedikit memperhatikan Dokter Alena, apa yang membuat Kimora menyebutkan bahwa dia adalah seorang penghianat."
Dokter Rian memilih untuk pergi ke Rumah Sakit nya, walaupun sebenarnya sekarang dia sedang libur praktek.
Kimora terdiam di dalam mobil dia tidak bercerita kepada Mama Sarrah.
Mama Sarrah yang sebenarnya ingin banyak bertanya kepada Kimora memilih untuk diam menunggu Kimora yang bercerita duluan.
"Hmmmm, Kimora bagaimana kalau sekarang kita pergi ke Rumah Sakit, kita lihat perkembangan Dokter Alena yang sedang di rawat karena demam."
__ADS_1
Wajah Kimora seketika berubah menjadi malas, dia hanya terdiam saja.
Sarrah pun langsung menuju ke Rumah Sakit Sejahtera tempat Dokter Alena di rawat.