Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *329*


__ADS_3

Dokter Rian merasa cukup untuk bertemu dengan Alena karena dia merasa Alena sudah tidak membahayakan.


"Saya pergi dahulu yaa, saya harus pergi ke Rumah Sakit."


Dokter Rian pun langsung meninggalkan Apartemen Alena.


Kimora dan Putri Kimora pun pergi dari Apartemen tersebut.


Putri Kimora melihat Dokter Rian yang hendak membuka pintu mobilnya.


"Buuu, itu ada Om Dokter Buu."


Putri Kimora hendak menghampiri Dokter Rian tapi di tahan oleh Ibu nya.


"Jangan sayaaaaang, kita langsung pulang saja yaa sayaaaaang."


Kimora menarik tangan Putri nya tersebut dan terlihat oleh Dokter Rian.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan segera pergi.


Dokter Rian merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Kimora yang seperti melarang Putri untuk mendekati nya.


"Kimora sudah tidak ingin Putri Kimora berdekatan dengan kuu, Kimora seperti nya akan kembali bersama dengan Genzy. Sudahlah Rian penantian muu selama hanya sia-sia saja mulai sekarang lupakan Kimora."


Dokter Rian pun langsung masuk ke dalam mobil nya dia akan pergi ke Rumah Saiki kembali.


Di perjalanan Putri Kimora terus saja memandangi wajah Kimora.


"Kenapa sih Ibu seperti itu,? kenapa Ibu melarang aku untuk bertemu dengan Om Dokter."


Putri Kimora merasa sangat Sedih sekali karena dia yang sejak kecil selalu bersama dengan Dokter Rian.


"Ibuu tidak melarang kamu sayang tapi Dokter Rian sedang sibuk sekali dia sekarang harus kembali ke Rumah Sakit lagi."


Putri Kimora lebih memilih untuk diam saja karena dia tidak mau membuat Ibu nya marah kepada nya.


Sesampainya di Apartemen Putri Kimora langsung berlari menghampiri Suster Diana.


Kimora memilih untuk pergi ke kamar nya dan membiarkan Putri Kimora untuk bercerita kepada Suster Diana.

__ADS_1


Putri Kimora langsung memeluk erat Suster Diana.


"Ada apa ini,? kenapa pulang-pulang cemberut seperti ini. Ayo coba ceritakan semuanya pada Suster Diana."


Putri Kimora pun menarik tangan Suster Diana, dia mengajak Suster Diana masuk ke dalam kamar nya.


"Tadi pada saat aku pulang, aku bertemu dengan Dokter Rian. Tapi ibu melarang aku untuk bertemu dengan Dokter Rian. Kenapa ibu seperti itu yaa Suster Diana aku sangat sedih sekali."


Suster Diana tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi karena semenjak Putri Kimora ketemu Dokter Rian tidak pernah ada.


"Mungkin Ibu melarang Putri untuk menemui Om Dokter karena Om Dokter yang sangat sibuk sayaaaaang, jadi Ibu seperti itu sekarang lebih baik kamu cuci muka dan tangan ganti baju dan segera tidur yaa."


Putri Kimora mengikuti perintah dari Suster Diana.


Melihat Putri Kimora yang sangat sedih, Suster Diana pun memilih untuk tidur bersama dengan Putri Kimora.


Putri Kimora sudah selesai dan dia pun langsung bersiap untuk pergi beristirahat.


Suster Diana mengusap rambut panjang Putri Kimora hingga dia pun terlepas tidur.


***


Putri Kimora berjalan bersama dengan Kimora dia melihat banyak sekali kelinci-kelinci putih di depan nya.


Ibu-ibu tersebut memegang gunting dan langsung melemparkan gunting tersebut ke hadapan Putri Kimora.


Putri Kimora sangat ketakutan sekali melihat sosok ibu-ibu tersebut yang mempunyai luka di bagian perut nya.


"Astaga ibu-ibu kenapa yaa, dia langsung pergi tapi kenapa langkah kaki nya penuh dengan darah. Kasihan sekali."


Putri Kimora mencoba untuk membalikkan badan nya, dia melihat sosok wanita bergaun putih yang sering sekali dia lihat jika bersama dengan Papa nya.


Wanita bergaun putih tersebut pun melambaikan tangan nya kepada Putri Kimora agar Putri Kimora menghampiri nya.


Tapi Putri Kimora mengabaikan nya dan lebih memilih untuk berlari menuju ke Ibu nya.


Tapi di saat Putri Kimora kembali, Alena sedang menarik tangan Ibu nya dengan sangat kasar sekali dan membuat Kimora seperti kesakitan sekali.


Putri Kimora mencoba untuk membantu Ibu nya tersebut tapi tenaga tidak kuat untuk menahan nya.

__ADS_1


Putri Kimora pun terus berteriak-teriak kencang meminta bantuan kepada orang lain tapi sangat sepi sekali.


Putri Kimora melihat bangunan mewah rumah berwarna putih dan Putri Kimora melihat Ibu nya ada di jendela sebuah kamar dan hendak di tendang ke bawah.


"Tidaaaaaak Ibuuuuuuuuuuu kuuuuuuu."


Suster Diana langsung terbangun dari tidur nya dia pun langsung membangunkan Putri Kimora yang berteriak kencang di saat sedang tertidur.


"Sayaaaaang, bangun naak bangun kamu pasti mimpi buruk lagi yaa."


Putri Kimora langsung terbangun dari tidur nya dan memeluk erat tubuh Suster Diana.


"Aku mimpi sangat seram sekali Suster Diana, aku bermimpi sosok wanita yang sering bersama dengan Papa tapi sekarang ada ibu-ibu yang melemparkan gunting ke pada kuu dan perut ibu itu penuh dengan darah."


Suster Diana merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita Putri Kimora.


Seperti nya setiap mimpi buruk dari Putri Kimora memiliki sebuah petunjuk.


Kimora yang mendengar teriak kan kencang Putri Kimora langsung masuk ke dalam kamar Putri Kimora dia terlihat sangat panik sekali.


"Sayaaaaang, kamu kenapa Nakk. Kamu teriak-teriak seperti itu sayaaaaang."


Kimora pun langsung memeluk erat Putri Kimora.


"Buuuu, aku bermimpi ibu di jahati oleh Tante Alena dia menarik tangan Ibuu dan dia memaksa Ibu untuk mengikuti kemauan nya dia juga membawa Ibu masuk ke suatu kamar yang ada jendela terbuka dan Ibu di lemparkan dari jendela kamar itu."


Suster Diana dan Kimora pun langsung sangat terkejut sekali mendengar cerita mimpi dari Putri Kimora.


"Sayaaaaang kamu mimpi itu di mana bisa kamu ceritakan dan ingat kembali apakah kamu pernah melihat tempat tersebut."


Kimora mencoba untuk menanyakan secara detail mimpi buruk yang di alami oleh Putri Kimora.


"Rumah itu sangat luas sekali buuu, banyak kelinci-kelinci putih di luar rumah itu dan bangunan mewah sekali berwarna putih pokoknya semua nya berwarna putih."


Kimora pun langsung mengira jika itu adalah Rumah Misterius Genzy tapi kenapa Putri Kimora harus memimpikan rumah tersebut padahal Putri Kimora tidak pernah tau dan masuk ke dalam rumah itu.


"Yasudah sayaaaaang, sekarang kamu tidur yaa. Lupakan mimpi buruk itu yaa itu hanya mimpi bunga tidur dan tidak mungkin menjadi kenyataan."


Kimora pun mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran Putri Kimora.

__ADS_1


"Ayooo sayaaaaang tidur, besok kamu harus mulai sekolah dan kamu pun akan bermain bersama dengan Papa Genzy yaa. Ayoo sekarang kamu harus tidur kembali."


Ketika Kimora mencoba untuk menidurkan kembali Putri Kimora, Suster Diana masih saja memikirkan tentang mimpi Putri Kimora yang tidak di ceritakan kepada Kimora.


__ADS_2