
Kimora langsung pergi ke ruang tamu.dia masih tidak sadar handphone masih aktif dan genzy tidak mematikan handphone.
"Alena ada apa kamu ke sini malam-malam ?".
Tanya kimora kepada alena.
Alena memperhatikan handphone kimora dan merebut nya.
Kimora langsung kaget handphone nya di ambil oleh alena.
Alena langsung mematikan handphone kimora.
"Ada apa Alena ? ko kamu rebut handphone aku".
Alena langsung memberikan kembali handphone kimora.
"Kamu lupa mematikan handphone nya".
Kimora baru menyadari nya.
"Yaa tuhan,aku lupa semoga saja mas genzy nggak curiga".
Alena melirik ke setiap sudut ruangan.
"Dimana tante sarrah ? kita nggak mungkin melakukan di saat ada tante sarrah."
Suster diana mencari mama sarrah sedang apa dimana.
"Suster diana,bisa kan melihat ke taman bunga itu biasanya mama sarrah sering banget ke sana".
Suster diana langsung pergi ke taman bunga sesuai perintah Kimora.
__ADS_1
"Kimora memang tante sarrah tidak pernah kemana-mana dia tidak pernah keluar rumah ?".
Tanya dokter alena kepada kimora.
"Selama aku tinggal di sini.aku nggak pernah ngeliat dia pergi.pokonya dia seharian ngabisin waktu di sana.aku juga aneh betah banget di situ".
Alena langsung berjalan melihat-lihat ruangan yang ada di situ.
"Kimora,malam biar aku saja yang pergi ke belakang rumah itu.kamu dan suster diana temani terus tante sarrah".
Kimora langsung terkejut dengan ucapan alena.
"Alena,ini kan malam hari.aku juga yang sudah lama tinggal di rumah ini selalu gagal.lagian belum tentu juga kamu bisa masuk ke sana pasti di kunci dan ada cctv".
Alena langsung berpikir kembali.
"Kimora, sebelum nya kamu berpikir apa dengan gudang itu ?".
Kimora langsung merasa sangat tidak nyaman.
Mendengar perkataan Kimora alena makin penasaran.
"Tapi kamu belum masuk kan ke gudang itu. dan belum melihat ada apa di gudang itu.kalau tidak ada apa-apa kenapa kamu sering di larang untuk pergi ke sana".
Alena langsung pergi meninggalkan Kimora.
Alena sangat nekat sekali dia pergi diam-diam
menuju belakang rumah.
"Yaa tuhan,alena dia beneran pergi sendiri".
__ADS_1
Kimora tidak mengikuti alena dia langsung pergi mencari suster diana dan mama sarrah.
Kimora langsung menuju ke taman bunga.
"Gudang kosong itu lagi,aku nggak mau deketin lagi aku suka jadi takut".
Kimora langsung menghampiri suster diana dan mama sarrah yang se akan sedang bercerita.
"Mama, suster seperti nya kalian serius sekali.kalian sedang ngomongin apa ?".
Kimora dan suster diana asik mengobrol dengan mama sarrah.
Di sisi lain alena dengan mudah nya bisa menerobos untuk pergi ke gudang itu.
"Itu gudang nya,warna putih tapi ko seperti rumah bagus sekali".
Alena dengan pelan-pelan jalan menuju depan gudang.
"Yaa tuhan,ada apa ini kenapa langkah ku begitu berat sekali.alena tidak berani melirik kanan kiri pandangan dia fokus ke depan".
Sampai akhirnya alena ada di depan pintu gudang itu.
"Benar ini seperti rumah ini bukan gudang dan terlihat sangat terawat sekali".
Alena mencoba membuka pintu gudang tersebut.
"Ahhhh,terkonci ternyata.aku harus apa yaa tinggal satu langkah lagi".
Angin malam yang dingin se akan hanya menghembus di punda Alena.
Alena menutup matanya dia menahan rasa takut.
__ADS_1
Dan tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak nya.
Alena langsung membalikkan badannya.