
Dokter Rian pun langsung bersandar ke tembok dia seperti lemas sekali.
"Hah, begitulah Kimora yang terlalu berlebih-lebihan baik nya. Padahal Alena itu sangat licik sekali mungkin saja dia ini mencelakakan Kimora."
Dokter Rian langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia berniat untuk pergi sambil mencari tahu keberadaan Alena.
"Saya pamit dulu yah, ingat yah harus kamu hati-hati."
Setelah Dokter Rian pergi, suster Diana langsung mengunci pintu karena takut datang nya Alena ke Apartemen nya.
"Hmmmmm, Alena hadir kembali sebelum dia juga kan despresi. Dia hadir dalam keadaan sudah sehat masih dalam pengobatan yah, ahhhhhhhh menakutkan sekali."
Suster Diana langsung pergi ke kamar Kimora, dia melihat Putri Kimora yang sedang memeluk erat tubuh Ibunya.
Suster Diana menghampirinya, dan tiba-tiba Kimora terbangun dari tidurnya. Dia langsung menetapkan mata nya kepada putri cantik nya.
"Putri Ibu sayaaaaang,"
Kimora memeluk erat tubuh mungil Putri nya tersebut.
"Ibuuuuuuu, ibu sudah sadar ibu sudah sembuh."
Putri Kimora terlihat sangat begitu bahagia, Suster Diana menghampiri Kimora.
"Apa yang Ibu rasakan sekarang, Buu saya mohon jangan selalu berpikir negatif yah. Kasian Putri Kimora yang begitu sangat panik sekali. Dia terlihat sangat sedih melihat kondisi Ibu seperti ini."
Suster Diana menyiapkan makanan untuk Kimora, agar dia bisa meminum obat yang sudah di siapkan oleh Dokter Rian.
"Ibu ayooooo makan yang banyak yah, sini aku saja suster yang menyuapi Ibuuu."
Putri Kimora begitu sangat perhatian sekali kepada Ibunya, membuat Suster Diana menjadi sangat terharu melihat nya.
Setelah selesai makan, Kimora langsung meminum obat penenang dari Dokter Rian. Suster Diana pun merasa ingin sekali menyatakan bahwa Alena telah hadir kembali.
Tapi Suster Diana takut Kimora ketakutan kembali, tapi jika dia tidak menyatakan semua nya Kimora tidak bisa berhati-hati.
__ADS_1
"Hmmmmmm, Buu Kimora ada yang mau saya bicarakan sebernarnya saya di larang mengatakan hal ini oleh Dokter Rian tapi saya hanya ingin Bu Kimora bisa waspada yang walaupun Dokter Rian pasti akan melindungi Bu Kimora."
Putri Kimora langsung melihat serius ke arah Suster Diana dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Suster Diana.
"Apa itu suster diana coba ceritakan semuanya kepada saya sekarang juga jangan ada yang di rahasiakan lagi."
Kimora begitu sangat penasaran sekali apa yang akan di ceritakan oleh Suster Diana.
"Hmmmmmm, begini Buu seperti Dokter Alena mulai muncul kembali. Tapi kedatangan dia sempat di hawatirkan oleh Dokter Rian, dia takut akan terjadi sesuatu dengan kehadiran nya."
Kimora pun langsung terdiam mendengar perkataan dari Suster Diana.
"Buuu, siapa itu Dokter Alena apakah dia itu adalah teman Ibuu yah."
Kimora langsung tersenyum tipis kepada Putri Kimora yang mempertanyakan tentang Alena.
"Dokter Alena itu adalah teman baik Ibuu, dia sahabat baik Ibuu yang menghilang selama 5 tahun lamanya. Dan sekarang dia kembali seperti nya untuk bisa bertemu dengan Ibu."
Ucapan Kimora begitu sangat nyata sekali, dia yang mengharapkan kehadiran Alena Renita sebagai sahabat baik nya yang sudah lama tidak bertemu.
Putri Kimora yang mendengar perkataan dari Ibunya, dia merasa jika ada yang di sembunyikan oleh Ibunya tersebut Putri Kimora mengetahui jika perasaan Ibu nya tidak sedang baik-baik saja. Dia merasa Ibu nya sedang berbohong kepada nya.
Dokter Rian pergi ke pendaftaran dan dia meminta data pasien atas nama Alena Renita.
"Suster apakah kamu melihat wajah nya,?"
Tanya Dokter Rian kepada Suster tersebut.
"Dia memakai masker hitam Dok, dan suara nya seperti orang yang sedang sakit serak begitu."
Ketika Dokter Rian membaca alamat tersebut ternyata benar itu adalah alamat rumah dari Alena Renita mantan Dokter Specialis kandungan.
"Dasar bodoh, untuk apa dia datang ke sini dengan data yang asli dan dia langsung menghilang mencoba untuk meneror segala."
Dokter Rian pun langsung berlari dan menghampiri mobil nya, dia berniat untuk pergi ke Apartemen Alena yang dulu.
__ADS_1
Di perjalanan Dokter Rian begitu sangat emosional sekali, dia ingin tahu apa maksud dari kedatangan Alena kembali di kehidupan Kimora.
"Untuk apa sebenarnya dia hadir kembali, seharusnya dia datang menghampiri Genzy dan minta pertanggung jawaban dari nya untuk menikah nya."
Dokter Rian memakai topi dia pun membawa kardus yang seperti kurir paket, karena Dokter Rian tahu Alena pasti melihat dulu Cctv sebelum dia membukakan pintu untuk seseorang masuk.
Dokter Rian menekan tombol bell yang ada di depan pintu tersebut, dia menunggu sangat lama sekali karena dia tahu tidak semudah itu untuk bisa masuk ke dalam Apartemen nya.
Dokter Rian masih tetap bersabar dia terus saja menekan tombol bell yang ada di depan nya, dan pada akhirnya Alena pun membuka pintu Apartemen nya tersebut.
Dokter Rian masih menundukan kepalanya, dia belum berani untuk memperlihatkan wajahnya kepada Alena.
"Maaf, saya tidak memesan paket."
Ucap Alena dengan suara yang tegas dan berniat untuk menutup kembali pintu tersebut.
Dokter Rian langsung menjatuhkan kardus tersebut dan membuat pandangan Alena terfokus pada kardus yang terjatuh kesempatan itu diambil Dokter Rian untuk masuk ke dalam Apartemen Alena.
"Heiiiiiiii, siapa kamu lancang sekali kamu masuk ke dalam rumah orang."
Dokter Rian langsung membuka topinya dan menandatangani wajah Alena yang tidak banyak berubah.
Seketika Alena pun langsung terkejut ketika melihat Dokter Rian ada di hadapannya.
"Haii, Dokter Alena apa kabar nya. Kamu berniat untuk berkonsultasi dengan saya tapi kenapa anda menghilang begitu saja dan masih sempat nya rajin menulis surat kertas bertinta merah di atas mobil saya."
Alena langsung sangat emosional sekali, dia tidak menyangka begitu mudah nya Dokter Rian bisa menemukan nya.
"Pasti kaget dan terkejut sekali melihat saya ada di sini, saya tadi datang ke tempat pendaftaran dan bertanya kepada Suster yang ada di sana tentang data pasien atas nama Alena Renita dan ternyata saya langsung bisa menemui anda di sini."
Alena mencari benda tajam di sekitar nya, dia menemukan gunting dan berniat untuk berbuat nekad kepada Dokter Rian.
"Pergi dari Apartemen kuu sekarang juga atau aku akan melukai fisik mu."
Dokter Rian sangat terkejut sekali melihat sikap brutal Alena yang sekarang.
__ADS_1
"Dokter Alena, apa yang kamu lakukan kenapa kamu jadi seperti ini. Kamu itu adalah seorang Dokter Specialis kandungan kenapa kamu jadi seperti ini."
Alena pun langsung memegang kepalanya nya dia menjambak rambut nya, sampai dia terjatuh dan menangis.