
Dokter Rian tiba-tiba datang ke sekolah Putri Kimora membuat Suster Diana dan Kimora sangat terkejut sekali.
Dokter Rian hanya tersenyum tipis kepada Kimora dan duduk menghampiri mereka berdua.
"Kenapa wajah kalian berdua seperti sedang menahan emosi seperti itu,?"
Suster Diana hanya bisa terdiam saja dia semakin merasa dendam sekali kepada Alena.
"Tadi Alena datang dan begitu lah dia merasa paling bahagia di atas penderitaan orang lain."
Kimora yang awal nya duduk langsung tiba-tiba saja berdiri begitu saja.
Dokter Rian merasa jika Kimora sangat kesal sekali dan itu tidak bisa di tutupin oleh wajah dan tingkah laku nya.
"Semua sudah mengetahui soal pernikahan Mas Genzy dengan Alena, kecuali Putri Kimora. Aku ingin Putri Kimora sekarang juga mengetahui semuanya dia harus segera tahu."
__ADS_1
Bibir sampai bergetar ketika mengucapkan perkataan tersebut.
"Kimora kamu harus tenang yaa dan kuat dan kamu harus mengikhlaskan nya, jika Alena membuat hati kamu sakit. Tidak apa-apa karena dia tidak akan pernah menyakiti fisik kamu lagi yaa kamu bisa sangat tenang sekali jika Alena sudah menikah dengan Genzy."
Obrolan mereka pun langsung terhenti ketika mendengar suara bell pulang berbunyi dan wajah mereka pun mulai tegang sekali.
"Dokter Rian, aku serahkan semua ini kepada kamu yaa. Bicarakan dengan baik-baik kepada Putri Kimora."
Putri Kimora menyerahkan semuanya kepada Dokter Rian dan Dokter Rian pun hanya tersenyum kepada Kimora.
"Baiklah Kimora, kamu tenang saja yaa Kimora."
Dokter Rian menyambut kedatangan Putri Kimora dan Putri Kimora pun langsung memeluk erat Dokter Rian.
"Om Dokter, ada di sini juga yaa buat jemput aku hmmmmm aku sedang sekali kalian semua nya di sini."
__ADS_1
Dokter Rian mengajak Putri Kimora untuk duduk bersama dengan mereka bertiga.
Kimora hanya terdiam saja dia menundukkan kepalanya dan Suster Diana mencoba untuk menenangkan pikiran Kimora.
Putri Kimora merasa jika orang-orang yang ada di sekitar nya sedang menyembunyikan sesuatu.
"Putri Kimora sayaaaaang, ada kabar bahagia untuk Papa kamu Genzy. Dia sedang merencanakan sesuatu pernikahan yang sangat bahagia sekali tapi bukan bersama dengan Ibu Kimora tapi bersama dengan Tante Alena Renita, kita harus menghargai keputusan dan pilihan yang di ambil oleh Papa kamu."
Mendengar perkataan dari Dokter Rian seakan menjawab dari mimpi nya semalam, dia melihat Papa nya yang sedang menikah tapi dengan wanita yang tidak dia kenal.
Seketika air mata Putri Kimora berjatuhan mendengar Papa nya menikah dengan wanita yang sangat dia benci sekali.
"Kenapa harus dengan Tante Alena kenapa Papa menikah tidak dengan Ibu saja, apa Papa dan Tante Alena berniat untuk menyakiti hati Ibu kuu. Aku benci sekali Papa Genzy aku benciiiiiiiiiii !!!!!!."
Putri Kimora langsung berlari ke arah Apartemen Genzy dia berlari sekencang nya dan membuat Dokter langsung mengejar Putri Kimora.
__ADS_1
Kimora hanya bisa terdiam saja ketika melihat kekecewaan yang di rasakan oleh Putri Kimora, dia pun menangis kencang di pundak Suster Diana.
Melihat Kimora menangis Suster Diana tidak bisa melakukan apapun terhadap Kimora, dia hanya membiarkan Kimora melampiaskan isi hati nya.