
Di perjalanan alena dan suster diana masih memikirkan bagaimana dengan kimora apa mereka harus memberitahu semua nya kepada kimora.
"Dokter Alena,saya rasa ibu kimora harus tau semuanya.karena bagaimana pun juga dia itu yang punya rencana ini".
Dokter Alena langsung melamum memikirkan semua ini.
"Iya suster, tapi bagaimana bisa kita cerita kan semuanya.jika suaminya itu selalu tau apa yang kita lakukan".
Suster diana merasa sangat kebingungan sekali.
Tiba-tiba handphone suster diana bergetar.
Suster diana membuka pesan ternyata itu pesan dari Kimora.
*Suster diana, kamu sedang di mana ? tolong aku.aku ingin keluar dari rumah tapi mama sarrah melarang.katanya aku harus pergi bersama suster diana*
Setelah membaca pesan dari Kimora.
Suster diana memberikan handphone nya kepada alena.
"Bagaimana ini dok, kasihan sekali ibu kimora".
Alena langsung memutar balikkan mobil nya.
Dan kembali menuju rumah kimora.
"Kita balik lagi saja ke rumah genzy,kita bawa Kimora ke dalam mobil ini".
Alena mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Dokter yakin kita kembali ke rumah itu".
Alena menggangukan kepalanya.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah genzy.
Alena langsung turun dari mobil nya bersama suster diana.
"Suster,aku ingin sekali kembali ke belakang rumah itu.aku meresa masih banyak yang di sembunyikan oleh genzy".
Mata alena terus tertuju kepada bangunan itu yang tidak seperti gudang melainkan seperti sebuah rumah.
Kimora yang membuka gorden jendela kamar nya pun langsung melihat ada Alena dan suster diana di depan gerbang rumah nya.
"Alena,dan suster diana ada di depan gerbang aku harus segera ke bawah".
Kimora langsung pergi ke luar rumah dia berlari seakan lupa dia sedang hamil.
Sesampainya di depan rumah kimora langsung menghampiri Alena dan suster diana.
Kimora menyuruh satpam untuk segera membuka pintu gerbang.
Alena dan suster diana langsung masuk ke dalam rumah tapi mobil mereka tidak di masukin ke dalam rumah.
Kimora memandang wajah Alena dan suster diana.
Alena langsung menarik tangan Kimora jauh dari satpam penjaga itu.
"Kimora ayo ikut aku,kita pergi ke belakang rumah itu bersama-sama".
Kimora langsung terkejut mendengar perkataan alena.
"Tapi alena, bagaimana kita bisa masuk ke ruangan itu".
Alena langsung menuntut tangan kimora.
Suster diana mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
Alena berjalan menuju taman yang biasa mama sarrah menghabiskan waktu nya di sana
Tapi beruntung nya mama sarrah sedang tidak ada di taman itu.
"Tidak ada,mama sarrah tumben sekali".
Ucap Kimora sambil melirik kanan kiri seperti ingin menyebrang.
"Kimora itu ruangan apa ?".
Alena menunjuk ke arah ruangan yang bergembok
"Aku juga, tidak tahu mungkin itu gudang penyimpanan barang-barang berharga".
Kimora dan Alena melanjutkan perjalanan nya.
Tapi suster diana tiba-tiba terhenti di depan ruangan yang di sebut gudang oleh kimora.
"Wah,Alena kita sebentar lagi sampai ke sana".
Kimora tidak menyangka akhirnya dia bisa melihat dengan jarak yang sangat dekat sekali.
"Kenapa semuanya berwarna putih bersih sekali, seperti nya ruangan ini sangat terawat sekali dari luar saja sudah sangat bersih sekali".
Ucap Kimora yang merasa sangat tidak menyangka dengan apa yang sedang di lihat.
Ketika Kimora memandangi dinding luar ruangan itu.
Alena memperhatika di sekitar ruangan tersebut.
"Tidak ada yang mencurigakan sama sekali.hanya rumput-rumput yang datar berarti tidak ada kuburan di sini.tapi kenapa semalam aku sangat ketakutan".
Kimora mencoba mengintip ke pada kaca yang di buka hordeng nya.
__ADS_1
Seketika Kimora langsung berteriak.
Alena langsung menghampiri Kimora.