Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (280)


__ADS_3

Dia langsung memeluk erat tubuh Suster Diana dan dia terlihat sangat ketakutan sekali.


"Baiklah sudah cukup sudah dan jaga rahasia pertemuan kita ini dari Kimora."


Dokter Rian langsung berlari mengejar Suster Diana yang sudah mendekati mobil bersama dengan Putri Kimora.


Dokter Rian pun merasa jika Putri Kimora sedang melihat sesuatu dari diri Genzy.


Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Kimora.


Suster Diana tidak mengerti kenapa Putri Kimora menjadi gelisah ketika sudah bertemu dengan Genzy.


"Nak, kamu kenapa ? kenapa kamu jadi gelisah dan ketakutan seperti ini."


Dokter Rian pun memperhatikan terus Putri Kimora.


"Bagaimana kalau kita berenti di sebuah restoran saja, sambil bertanya pelan-pelan kepada Putri Kimora apa yang sebenarnya terjadi dengan nya."


Suster Diana hanya menggangukan kepalanya sambil menenangkan perasaan Putri Kimora.


"Kita tidak mungkin membawa Putri Kimora pulang dalam keadaan seperti ini.


Suster Diana sangat ketakutan sekali dia merasa Putri Kimora melihat sesuatu dari diri Genzy.


"Iya Dok, lebih baik sekarang kita mencari tempat untuk kita menenangkan Putri Kimora terlebih dahulu."


Mereka pun mencari tempat yang nyaman dan asri sekali agar Putri Kimora bisa kembali normal seperti biasa nya.


Suster Diana mengendong Putri Kimora, sesuatu tempat makan dengan pemandangan yang sangat indah sekali.


Dokter Rian pun memilih untuk pergi mesanan makanan dan minuman untuk mereka dan membiarkan Putri Kimora untuk bercerita dengan Suster Diana.


"Sayaaaaang, ada apa?. Apa yang kamu lihat dari Om baik sampai kamu jadi seperti ini lagi."


Putri Kimora masih memilih untuk terdiam sambil memeluk erat Suster Diana.


Melihat Putri Kimora yang masih saja berpelukan dengan Suster Diana. Dokter Rian memilih untuk menghampiri mereka berdua.


"Putri Kimora ayoo ceritakan apa yang kamu lihat dari Om baik. Kamu jangan seperti ini nanti kalau kamu sakit Ibu Kimora sedih."


Dokter Rian mencoba untuk merayu Putri Kimora agar mau berceria dengan nya.

__ADS_1


"Sayaaaaang, kamu kan anak yang berani anak yang pintar dan kuat jadi nggak boleh seperti ini yah."


Putri Kimora mulai melepaskan perlahan pelukan nya dari Suster Diana dan dia pun langsung melamun.


Dokter Rian menepuk lembut pipi Putri Kimora membuat Putri Kimora terkejut.


"Kenapa di belakang Om baik ada sosok perempuan bergaun putih yang melambaikan tangan nya dan wajah perempuan itu sangat pucat sekali dan lemas."


Mendengar cerita Putri Kimora Dokter Rian dan Suster Diana pun langsung bereaksi, dan mereka pun berpikir bahwa wanita tersebut adalah ayana.


"Sayaaaaang, sudah yah jangan di ingat-ingat lagi yah. Lupakan saja dan jangan sampai bertemu lagi dengan Om baik."


Suster Diana pun langsung memilih untuk menyuapi Putri Kimora dia makan sangat lahap sekali.


Dokter Rian berpikir apa jadinya jika Putri Kimora masuk ke dalam rumah itu, karena dia sangat yakin masih banyak lagi hal-hal misterius yang di sembunyikan oleh Genzy di dalam rumah itu.


.


terlalu banyak makan membuat Putri Kimora pulsa memilih untuk tidur di pangkuan Suster Diana.


Melihat Putri Kimora yang sudah tertidur pulas, Suster Diana pun mulai mengobrol dengan Dokter Rian.


"Dokter Rian apakah sosok perempuan bergaun putih itu adalah Ayana, dia melambaikan tangan itu tanda dari permintaan pertolongan nya."


"Yasudah sekarang lebih baik kita bawa pulang Putri Kimora. Ibu nya pasti sedang menunggu di rumah dengan hawatir."


Mereka pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut untuk pulang ke Apartemen.


Suster Diana terus saja memandangi wajah Putri Kimora.


"Sayaaaaang, kasihan sekali kamu nak. Apakah karena wajah nya yang sangat menakutkan membuat kamu jadi seperti ini."


Di perjalanan Dokter Rian sangat hawatir sekali dengan keadaan Putri Kimora dia takut Putri Kimora kembali demam tinggi.


"Suster Diana selalu cek suhu tubuh Putri Kimora di rumah, saya hawatir jika Putri Kimora kembali demam tinggi."


Suster Diana semakin hawatir sekali ketika mendengar perkataan Dokter Rian.


"Baik Dok, akan saya cek terus suhu tubuh nya di rumah. Saya pun tidak akan pernah meninggalkan nya."


Kimora sampe di depan Apartemen nya dia masuk dan di rumah sangat sepi sekali.

__ADS_1


"Kemana mereka berdua kenapa belum juga sampai di rumah, padahal ini sudah sangat siang sekali."


Kimora berjalan menuju ke kamar Putri Kimora yang ternyata kosong dan berjalan juga menuju ke kamar Suster Diana.


"Mereka benar-benar belum sampai di rumah, ku pikir mereka sedang tidur siang."


Kimora memilih untuk pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk mereka berdua jika sampai di rumah.


"Mereka pasti sangat lapar sekali, aku harus siapkan makanan kesukaan mereka berdua."


Kimora begitu sangat bersemangat sekali untuk memasak banyak sekali, dia selalu ingin menjadi Ibu yang terbaik walaupun dia tidak bisa bersama dengan Putri nya 24 jam.


"Putri Kimora pasti sangat senang sekali, aku memasakkan makanan ke suka nya dia pasti sangat lahap menyantap nya."


Selesai memasak dan menyiapkan makanan tapi Putri Kimora dan Suster Diana belum sampai ke rumah.


Kimora mulai sangat hawatir sekali dengan Putri nya tersebut.


"Kenapa mereka belum juga sampai di rumah, lama sekali mereka berdua ini membuat aku hawatir sekali."


Kimora pun mengambil handphone nya di kamar berniat untuk menghubungi nomer handphone Suster Diana.


Tapi ketika Kimora mau menghubungi nomer handphone Suster Diana terdengar suara di depan pintu.


Kimora pun langsung berlari menghampiri pintu masuk nya. Dia pun langsung terdiam ketika melihat Suster Diana bersama dengan Dokter Rian sedang bersama.


"Terimakasih banyak ya Dokter Rian, dan maafkan membuat Dokter Rian menjadi kerepotan sekali sampai harus mengendong Putri Kimora yang sedang tertidur pulas. Pasti sangat berat sekali ya."


Dokter Rian langsung tersenyum sambil memberikan Putri Kimora kepada Suster Diana.


"Tidak apa-apa berat sedikit saja, kalau begitu saya pamit pergi dulu ya. Hati-hati menjaga Putri Kimora."


Dokter Rian memegang pundak Suster Diana seperti pertanda menguatkan untuk Suster Diana.


"Iyaa itu pasti saya akan terus berhati-hati menjaga Putri Kimora."


Kimora melihat Suster Diana dan Dokter Rian yang sekarang begitu sangat akrab sekali.


Kimora pun langsung menghampiri mereka ber tiga ketika Dokter Rian hendak membuka pintu untuk keluar.


"Kalian dari mana saja jam segini baru sampai di rumah. Aku hawatir sekali loh menunggu kalian pulang ke rumah."

__ADS_1


Mendengar suara Kimora Dokter Rian memilih untuk tidak pergi dan membalikkan badan nya dia duduk kembali untuk bisa memberikan penjelasan kepada Kimora.


Dokter Rian tidak mau Kimora sampai salah paham.


__ADS_2