Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 44


__ADS_3

Kiroma langsung membaca pesan dari suaminya itu.


*Kimora, bagaimana dengan hasil pemeriksaan kandungan nya ?*


Kimora langsung membalas pesan dari suaminya itu.


*Semuanya baik-baik saja mas,sehat aku hanya harus menghindari kecapean dan selalu berpikir positif*.


*Syukur lah,kamu jaga baik-baik dan kalau sudah selesai pemeriksaan nya segera pulang*


*Iya mas*.


"Bagaimana ya ini,suster diana mas genzy menyuruh aku agar cepat pulang.tapi dokter alena belum juga datang".


Kimora terus melirik ke arah belakang mencari dokter alena.


"Tapi kan bu,pak genzy dia kan sedang bertugas ke luar kota jadi ibu nggak harus hawatir kalau ibu pulang telat".


Suster diana ikut melihat ke segala arah tapi dokter alena belum juga datang.


"Aku rasa,mas genzy tau aku masih di rumah sakit.suster sekarang kita harus hati-hati ya kalau berbicara cukup ada kita berdua saja".


Suster diana mulai mengerti dengan ke adaan Kimora yang di perhatikan sekali oleh suaminya.


"Baik bu,saya mengerti sekarang".


Tidak lama kemudian alena pun datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Maaf yaa,aku telat pasti kalian nunggu lama sekali".


Alena langsung duduk berdampingan bersama


suster diana dan kimora.


"Alena,mas genzy mengirim pesan kepada aku agar aku cepat pulang.sepertinya dia tau aku belum sampai ke rumah".


Alena langsung merasa ada ke anehan.


"Kimora,apa kamu yakin suami kamu itu benar bertugas ke luar kota.aku curiga sebenarnya dia tidak ke luar kota dia ada di sini memperhatika kamu".


Kimora mulai merasakan hal yang sama.


"Pada saat pagi,waktu dia mau berangkat berpamitan aku masih tertidur jadi aku nggak sempat mengantar kan di untuk pergi".


Alena langsung memperhatika wajah supir pribadi Kimora yang terus melihat ke arah ini.


Kimora langsung ikut memperhatikan supir pribadi nya.


"Sudahlah alena, sekarang aku mengerti jika kita sedang membahas apa pun tentang keadaan yang ada di rumah itu jangan sampai ada satu yang tau jadi cukup aku dan suster diana saja berdua".


Alena langsung memperhatika wajah suster diana.


"Bagaimana,suster diana apa kamu masih sanggup untuk bertugas di rumah itu.apa kamu akan mundur saja ?".


Suster diana menundukkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Suster diana, jawab saja jika tidak mau lagi membantu aku di rumah itu tidak apa-apa aku juga mengerti apa yang suster diana rasakan pernah aku alami".


Ucap Kimora sambil mengelus pundak suster diana.


"Saya masih mau bu,saya kasihan dengan ibu kimora apalagi dia sedang hamil.mungkin saya mencoba bertahan sampai ibu kimora melahirkan anak nya".


Mata kimora lagi-lagi berkaca-kaca dia sangat terharu dengan perkataan suster diana.


"Terimakasih, yaa suster diana".


Kimora langsung memeluk erat suster diana.


"Kimora, bagaimana kalau aku ikut ke rumah genzy sekarang.dia kan sedang tidak ada di rumah pasti bebaskan di rumah itu".


Ucap alena dengan suara serius.


"Kamu,mau apa alena ke sana.walapun mas genzy tidak ada di sana tapi pasti sangat ketat kita tidak bisa se enaknya mengelilingi rumah itu".


Alena pun mulai terdiam dan berpikir.


"Bagaimana kalau kita.membagi rencana saja bu.di sana kan yang paling kita takuti sekarang hanya ibu sarrah saja.jadi kita bagaimana cara nya membuat ibu sarrah tidak memperhatikan salah satu dari kita"


Kimora melamun tidak mengerti maksud dari perkataan suster diana.


"Maksud nya gimana suster diana ?".


Tanya kimora dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Jadi salah satu dari kita saja yang pergi ke belakang rumah itu".


Mendengar ide dari suster diana.alena langsung tersenyum.


__ADS_2