Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *355*


__ADS_3

Putri Kimora dan Suster Diana sangat bersemangat sekali untuk bisa bertemu dengan Genzy.


Tapi Suster Diana pun langsung berpikir apakah dia juga di perbolehkan untuk bisa masuk ke dalam rumah itu, karena Genzy tidak mungkin semudah itu untuk bisa memasukkan seseorang ke dalam mobil itu.


"Hmmmmm, Putri Kimora bagaimana kalau Suster Diana tidak di perbolehkan untuk ikut bersama dengan Putri Kimora untuk bisa masuk ke dalam rumah itu. Mungkin hanya kamu dan Papa Genzy saja."


Suster Diana memperlihatkan wajah nya yang sangat sedih sekali.


"Tidak usah sedih Suster Diana, kita berdua pasti akan pergi bersama ke sana."


Putri Kimora mencoba untuk bisa membuat Suster Diana tersenyum kembali.


"Baiklah terimakasih banyak sayaaaaang."


Ini adalah kesempatan Suster Diana untuk bisa melihat apa saja yang ada di dalam rumah itu.


Dengan bersama dengan Putri Kimora bisa mempermudah semua nya.


"Aku ingin sekali membantu Tante Hantu, dia selalu meminta pertolongan sama aku."


Terlihat sekali Putri Kimora ingin sekali membantu Ayana.


Mereka pun sampai di tempat Apartemen Genzy, mereka berada di lantai dasar dan bertemu dengan Alena yang hendak keluar dari Apartemen nya.


Seketika Suster Diana langsung memegang erat tangan Putri Kimora, dan Alena menatap tajam ke arah wajah Putri Kimora.


"Heh Tante jahat, ada apa liat-liat aku seperti itu menyeramkan sekali sih hmmmm."


Terlihat sekali Putri Kimora begitu sangat membenci Alena.


"Kamu jangan seperti itu, aku ini adalah calon Mommy kamu jadi sikap kamu harus baik yaa."


Dengan percaya dirinya Alena berkata seperti itu kepada Putri Kimora.


"Alenaa, kamu jangan berhalusinasi seperti itu. Tidak mungkin Pak Genzy mau menikah dengan wanita jahat seperti kamu."


Alena pun langsung tersenyum manis kepada Suster Diana.


"Apapun pasti akan terjadi jika kelemahan nya bisa aku manfaatkan."


Alena langsung meninggalkan Suster Diana dan Putri Kimora.


"Apasih Tante jahat ihhhh bermimpi ingin menikah dengan Papa aku, itu tidak mungkin sekali hmmmmmm."


Suster Diana langsung membawa Putri Kimora ke dalam lift untuk menuju ke lantai 10.

__ADS_1


"Semoga saja yaa Papa Genzy ada dia tidak sedang sibuk, dan kita bisa langsung ke rumah itu."


Suster Diana terlihat sangat gembira sekali tapi dalam hatinya dia deg-degan dan ketakutan sekali.


Mereka pun langsung menekan tombol bell dan di buka kan oleh perawat yang mengurusi Mama Sarrah.


"Silahkan masuk semua nya."


Suster Diana pun langsung masuk bersama dengan Putri Kimora.


"Papa Genzy mana yaa,? aku ingin bertemu dengan Papa sekarang."


Putri Kimora langsung berlari menuju ke kamar Papa nya, Suster Diana hanya terdiam saja melihat Putri Kimora.


Putri Kimora langsung membuka pintu kamar Papa nya dan ternyata Papa nya masih tertidur pulas di tempat tidur.


"Astagaaaa, Papa jam segini masih tidur saja. Aku harus membanguni Papa."


Putri Kimora langsung menepuk-nepuk pipi Papa nya.


"Papaaaaa, papaaaaaa. Ayo bangun Pap ini sudah sangat siang sekali Pap."


Genzy terkejut ketika melihat Putri cantik nya ada di hadapannya.


Genzy seketika langsung terbangun dari tidur nya.


Genzy terlihat sangat bahagia sekali ketika melihat Putri cantik nya ada di hadapan nya.


"Iyaaa Pap, aku ada di sini Pap. Aku ingin kita bermain-main di rumah besar Papah itu loh."


Genzy terkejut ketika mendengar permintaan dari Putri Kimora.


"Maksud kamu apa sayang, kita bermain ke mana rumah yang mana."


Genzy merasa sangat kebingungan sekali ketika mendengar permintaan Putri Kimora.


"Rumah Papa yang besar itu pap yang berwarna putih itu loh Pap, aku ingin pergi ke sana lagi Pap."


Putri Kimora memohon kepada Papa nya tapi Genzy tidak mungkin mengabulkan keinginan Putri Kimora.


"Bagaimana kalau kita pergi ke rumah boneka saja sayaaaaang, kamu bisa mengambil semua boneka kesukaan kamu sayaaaaang bagaimana mau kan ?."


Putri Kimora menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


"Tidak Pap aku tidak mau pergi ke sana, aku ingin main ke rumah besar Papa itu."

__ADS_1


Genzy tidak tahu harus bagaimana lagi dia tidak mungkin membuat Putri Kimora bersedih.


Akhirnya Genzy mau membawa Putri Kimora ke rumah nya itu.


"Baiklah, tapi kita pergi ke sana berdua saja yaa. Putri Kimora dan Papa Genzy saja yaa sayaaaaang."


Genzy tidak mau ada yang masuk ke dalam rumah tersebut kecuali hanya dirinya saja dan Putri nya.


"Tapi aku bersama dengan Suster Diana, lalu bagaimana dengan Suster Diana dia juga harus ikut bersama dengan aku Pap kasihan sekali dia kalau tidak di ajak nanti dia sedih."


Genzy tidak mungkin bisa membawa Suster Diana ke dalam rumah tersebut, apalagi Suster Diana mengetahui semua nya.


"Kita pergi berdua saja yaa sayaaaaang jangan bersama Suster Diana, Papa tidak mau sayaaaaang."


Genzy memandangi wajah Putri Kimora yang terlihat sangat sedih sekali.


"Papa gitu nggak mau membuat aku senang, yasudah kalau begitu aku mau pulang saja aku nggak mau ketemu lagi sama Papa."


Putri Kimora langsung berlari keluar dari kamar Genzy dan menghampiri Suster Diana.


Suster Diana langsung terkejut ketika melihat Putri Kimora menangis keluar dari kamar Genzy.


"Sayaaaaang, kenapa kamu menagis seperti sih kan kamu mau ketemu sama Papa."


Genzy pun langsung berlari menghampiri Putri Kimora.


"Papa tidak mau mengajak Suster Diana, aku ingin pergi ke sana bersama dengan Suster Diana tapi Papa tidak mau hmmmmmm."


Seperti apa yang sudah di pikirkan oleh Suster Diana sebelum nya, Genzy pasti tidak mengajak dirinya untuk bisa bersama dengan mereka berdua.


"Yasudah tidak apa-apa sayaaaaang, kamu saja berdua dengan Papa Genzy yaa. Suster Diana pulang saja ke Apartemen."


Putri Kimora langsung memeluk erat tubuh Suster Diana.


"Tidak aku tidak mau kita pulang bersama saja sekarang Suster, kita jangan ke sini lagi aku mau minta Om Dokter saja kalau begitu aku kesal sekali dengan Papa."


Suster Diana langsung menatap wajah Genzy, demi Ayana dia pun rela menolak permintaan Putri Kimora.


Genzy menolak permintaan Putri Kimora karena Putri Kimora sudah tau tempat penyimpanan Jasad Ayana bahkan pintu ruangan yang terkunci rapat bisa terbuka karena kehadiran Putri Kimora.


Suster Diana dan Putri Kimora memilih untuk pergi tampa berpamitan terlebih dahulu kepada Papa nya.


Dan Mama Sarrah memandangi kepergian Putri Kimora yang tidak menyapa sama sekali.


"Kenapa dia langsung pergi tidak menghampiri kuu terlebih dahulu, peri kecil kuuu kenapa kamu langsung pergi sayaaaaang."

__ADS_1


Melihat wajah Mama yang bersedih, Genzy pun langsung menghampiri Mama nya.


Dan Genzy terlihat sangat sedih sekali ketika melihat kepergian Putri Kimora.


__ADS_2