
Kimora meletakkan handphone nya di telinga nya, dia memanggil nomor telephone suaminya.
Genzy yang sedang tidak sibuk pun, langsung mengambil handphone nya yang berdering kencang sekali.
Ketika Genzy melihat ternyata nomber tersebut tidak di kenal nya tapi handphone terus saja berdering kencang.
Akhirnya Genzy pun menjawab telephone tersebut.
*Hallo dengan siapa ini.*
Hati Kimora langsung bergetar ketika mendengar suara suaminya.
Kimora hanya terdiam dia memang hanya ingin mendengar suara suaminya saja.
*Mas Genzy*
Kimora langsung menutup telephone nya, Genzy yang mendengar suara tersebut langsung menghubungi nomer telephone tersebut.
__ADS_1
Tapi Kimora tidak mau menjawab panggilan telephone tersebut, Kimora memilih untuk keluar dari mobil nya. Dia berjalan menuju ke Rumah Sakit tersebut tapi tidak untuk menghampiri Mama Sarrah dan Alena.
Kimora melihat Mama Sarrah dan Alena sedang berbicara di taman dekat kantin Rumah Sakit tersebut.
***
Alena dan Mama Sarrah duduk saling berdampingan di kursi taman tersebut, Alena terlihat sangat tegas sekali ketika duduk di samping Mama Sarrah.
"Dokter Alena, Tante datang ke sini ingin menanyakan sebernarnya apa yang terjadi antara Dokter dengan Kimora,? karena jujur saja Mama merasa banyak ke anehan sikap kalian berdua.?"
Alena menarik nafas panjang dalam-dalam, dia tidak tahu harus menjawab apa.
Alena seperti kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaan dari Tante Sarrah.
"Hmmmm, begini Tante aku nggak ada maksud seperti itu kepada Kimora ataupun Tiara. Bukan kah Tante tahu sebelumnya perjuangan saya untuk Kimora dan saja juga sangat sayang dengan Tiara jadi tidak perlu Tante membawa Tiara dan Suster Diana untuk pindah ke Apartemen Tante."
Alena terlihat sangat panik sekali, wajah sedikit berkeringat dingin. Tangan tidak mau diam seperti menenangkan perasaan nya.
__ADS_1
"Tapi Suster Diana sudah bersedia untuk pindah ke rumah Tante, jadi kamu nggak harus hawatir dan binggung Tante sangat tahu kalau kamu sangat tidak nyaman."
Tante Sarrah langsung berdiri dan berhendak untuk segera pergi karena dia sangat hawatir sekali Kimora sendiri di dalam mobil.
Alena terdiam ketika Tante Sarrah memilih untuk pergi meninggalkan dia, Alena begitu sangat terkejut sekali dengan semua perkataan Tante Sarrah terhadap nya.
"Ahhhhh, ini belum apa-apa sekarang mereka aku udah di tinggalkan begitu saja. Mereka lebih peka terhadap Kimora dan aku harus bisa mengambil hati Tante Sarrah kembali karena sebentar lagi akulah yang akan menjadi menantu kesayangan Tante Sarrah."
Dengan penuh perasaan kesal dan emosional, Dokter Alena langsung pergi dari taman tersebut.
Alena melihat Kimora yang sedang berjalan-jalan di sekitar Rumah Sakit.
"Oh ternyata Kimora ikut juga ke sini, apa dia konsultasi di Rumah Sakit ini juga yaa."
Alena langsung menghampiri Kimora, Kimora yang melihat Alena mendekati nya pun memilih untuk berlari dan menghindari Alena.
Beruntung nya Kimora bertemu dengan Mama Sarrah, dia langsung memeluk Mama Sarrah.
__ADS_1
"Kimora kamu kenapa sayang,?".
Alena melihat begitu sangat perhatian nya Mama Sarrah terhadap Kimora, Alena memilih untuk pergi dari pada harus melihat kebersamaan Kimora dan Tante Sarrah.