
Kimora merasa sangat Sedih sekali ketika mendengar cerita dari Putri Kimora, dia memang tidak ada bersama dengan Putri Kimora di saat bayi dan Alena yang merawat Putri Kimora.
"Maafkan Ibu yaa sayaaaaang, bukan keinginan Ibu untuk tidak mau merawat kamu di saat kamu masih bayi tapi kondisi Ibu yang sedang despresi berat karena Papa kamu yang menyimpan jasad Ayana dan membuat Ibu tidak sadarkan diri bahkan kamu pun harus terlahir prematur."
Ucap Kimora di dalam hati nya, Kimora pun menetes kan air mata ketika mengingat kembali masa-masa lalu nya.
Putri Kimora melihat Ibu nya yang sedih dan menangis.
"Buuuu, kenapa Ibu menangis buuu. Maafkan aku yaa buuu. Aku percaya kalau Ibu aku adalah Ibu Kimora bukan Mommy Alena, karena Mommy Alena itu jahat sedangkan Ibu Kimora sangat baik."
Kimora merasa sangat terharu sekali mendengar perkataan dari Putri Kimora.
"Terimakasih banyak sayaaaaang, kamu sendiri yang bisa membedakan mana yang benar dan salah. Ibu sangat sayang kamu Ibu tidak mau kehilangan kamu."
Mereka pun sampai di depan gedung Apartemen tersebut dan ketika mereka turun dari mobil nya.
Putri Kimora melihat Dokter Rian yang juga baru turun dari mobil nya.
__ADS_1
Seketika Putri Kimora langsung berteriak kencang memanggil Dokter Rian.
"Ommm Dokter, hai aku di sini."
Putri Kimora melambaikan tangan nya sambil melompat kegirangan.
Dokter Rian yang merasa sangat kenal sekali dengan suara tersebut langsung membalikkan badannya.
Dan mata nya tertuju pada Putri Kimora, Putri Kimora langsung berlari menghampiri Dokter Rian.
Dokter Rian mengendong Putri Kimora dan mencium pipi tembem nya.
Terlihat sekali Putri Kimora yang seperti sangat merindukan sekali Dokter Rian.
"Aku kangen Om Dokter, kenapa kita baru bisa bertemu yaa Om Dokter."
Dokter Rian pun tersenyum manis melihat memandangi wajah cantik Putri Kimora.
__ADS_1
"Sekarang kan kita bertemu sayang, maafkan Om Dokter yaa sekarng Om Dokter super sibuk sekali."
Kimora pun menghampiri mereka berdua, Dokter Rian pun menurunkan Putri Kimora dari pangkuan nya.
Kimora tidak berani untuk menyapa Dokter Rian karena melihat wajah nya yang seperti tidak mau di tanya oleh nya.
"Oh iya Om Dokter, aku mau ulang tahun bersama dengan Ibu dan Papa Genzy. Aku mau ulang tahun di taman bermain bersama dengan banyak teman-teman. Nanti Om Dokter juga datang yaa ke hari ulang tahun ku nanti."
Dokter Rian merasa hubungan Genzy dan Kimora semakin sangat dekat dan membaik dia merasa sudah tidak ada lagi harapan untuk bisa bersama dengan Kimora.
"Putri Kimora sayaaaaang, Om Dokter pergi duluan yaa. Om Dokter harus membuat Tante Alena sehat kembali yaa."
Dokter Rian pun memilih langsung pergi meninggalkan Kimora dan Putri Kimora dia tidak menyapa Kimora sama sekali.
Melihat sikap dingin Dokter Rian kepada nya, Kimora pun langsung mengajak Putri Kimora agar segera cepat masuk ke dalam gedung Apartemen tersebut.
"Ayoo cepatan sayaaaaang berjalan nya, kita harus mempersingkat waktu agar bisa cepat pulang kembali."
__ADS_1
Putri Kimora pun mengikuti apa yang di katakan Ibu nya.
"Semoga saja Papa sudah pulang yaa Buu dari perkejaan nya, aku rindu sekali dengan Papa. Aku ingin bertemu dengan Papa."