Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (245)


__ADS_3

"Kamu perempuan kuat kamu perempuan yang sangat tangguh sekali, Ayah yakin kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan dari kenangan masalalu kamu yaa. Harus semangat yaa Nak menjadi Dokter Specialis yang hebat."


C.


Kondisi Putri Kimora semakin membaik suhu tubuh nya sudah turun dan sudah mau makan, Suster Diana sangat bahagia sekali melihat kondisi Putri Kimora.


"Sekarang kamu minum obat nya yaa, supaya cepat sembuh dan kita bisa cepat pulang."


Putri Kimora langsung menutup mata nya dengan kedua tangan nya, dia menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil berteriak-teriak kencang tidak mauuuuuu.


Suster Diana pun langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora, dia mencoba menenangkan perasaan dan pikiran nya.


"Ada apa sayang,? kenapa lagi. Kita pulang ke rumah kok kita nggak akan pergi ke sekolah itu lagi."


Suster Diana mencoba menurunkan tangan Putri Kimora yang menutupi wajahnya dengan perlahan.


"Aku nggak mau pulang Suster, Lolita masih ada di rumah kita dia sedang bermain-main di kamar aku."

__ADS_1


Putri Kimora memeluk erat kembali tubuh Suster Diana, dia terlihat sangat ketakutan sekali.


"Putri Kimora, kamu berikan kelebihan oleh Tuhan. Itu tandanya Putri itu adalah anak yang kuat sekali anak yang pemberani dan Suster yakin di balik semua ini pasti ada sesuatu rencana dari Tuhan."


Putri Kimora langsung memperhatikan ruangan rawat inap nya, dia begitu sangat serius sekali memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut.


Dan membuat Suster Diana mulai memegang pundak dan tangan nya dia merasa merinding sekali ketika melihat tatapan mata tajam Putri Kimora.


"Dulu ini adalah ruangan Dokter cantik yang sangat despresi berat sekali dan sekarang dia seperti menyimpan dendam kepada seseorang."


Ucapan polos Putri Kimora langsung membuat Suster Diana seketika berpikir dengan ucapan Putri Kimora.


Putri Kimora menggangukan kepalanya berkali-kali mendengar pertanyaan dari Suster Diana.


"Apakah yang di maksud dengan Putri itu adalah Dokter Alena yaa, Dokter Cantik yang despresi."


Suster Diana langsung memperhatikan ruangan tersebut, apakah benar apa yang di katakan oleh Putri Kimora jika ruangan ini bekas ruangan rawat inap Dokter Alena.

__ADS_1


"Sudah yaa cantik sekarang kamu minum obat nya, supaya bisa sehat kembali dan tidur nyenyak yaa. Masalah Lolita nanti kita bicarakan lagi yaa sayang besok."


Suster Diana mengelus rambut panjang Putri Kimora, tapi dia pun terus berpikir jika Dokter Alena menyimpan dendam.


Melihat Putri Kimora yang sudah tertidur pulas, Suster Diana mencoba mencari keberadaan Dokter Rian.


Yang dia sudah bersiap untuk pulang dari rumah sakit, Suster Diana menghampiri Dokter Rian.


"Dokter Rian, bisakah aku meminta waktu nya sebenar saja. Tapi kita bicaranya di depan kamar Putri Kimora saja yaa bagaimana Dokter Rian tidak keberatan kan,?"


Suster Diana pun langsung berjalan bersama dengan Dokter Rian yang menganggukkan kepalanya.


Mereka pun sampai di depan pintu kamar Putri Kimora, Dokter Rian membuka pintu kamar tersebut dan melihat kondisi Putri Kimora yang sedang tertidur pulas sekali.


Mereka pun duduk berdampingan di kursi depan kamar Putri Kimora.


"Begini Dokter Rian, saya boleh bertanya tentang bagaimana kondisi terkini Dokter Alena?. Apakah dia masih di rumah sakit kejiwaan atau dia sudah normal kembali."

__ADS_1


Dokter Rian memperhatikan wajah Suster Diana yang begitu sangat serius sekali ketika dia bertanya tentang Dokter Alena.


__ADS_2