Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 174


__ADS_3

Sarrah masuk ke dalam mobil Dokter Rian, dia sebenarnya berat hati meninggalkan Genzy sendiri di Rumah Sakit tapi ntah kenapa Sarrah lebih peduli dengan Kimora dari pada Genzy.


"Dokter Rian, bagaimana jika Kimora terus menerus begini saya takut sekali Kimora harus di bawa ke Rumah Sakit Kejiwaan, saya tidak rela sekali."


Ucap Sarrah sambil meneteskan air mata nya.


"Bu Sarrah sekarang kita harus mendukung terus Kimora, pokoknya kita harus fokus dengan nya dan jangan dulu berikan bayi nya kepada Kimora karena sekarang dia suka menyakiti fisik nya sendiri."


Sarrah terus menangis di perjalanan dia kelihatan begitu sangat tulus sekali menyayangi Kimora dengan sangat tulus.


Dokter Rian masih saja memikirkan hal tersebut, dia masih tidak menyangka bahwa Dokter Alena bisa serendah itu.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah Dokter Rian, Sarrah langsung membuka pintu mobil nya dan berlari menuju ke dalam rumah itu.


Dokter Rian pun langsung menghampiri Sarrah dia mengantar nya ke kamar Kimora.


"Silahkan masuk Bu Sarrah, tadi sebelum berangkat saya sudah menyuapi Kimora dan dia makan banyak sekali dan langsung meminum obat seperti nya Kimora akan tidur nyenyak."

__ADS_1


Sarrah pun menghampiri Kimora yang sedang tertidur pulas sekali.


"Mbak Yuli bisa kembali yaa ke kamar nya, biar Kimora bersama dengan Mama nya. Dan saya juga pamit untuk keluar rumah dulu jika terjadi sesuatu langsung telephone saya saja."


Dokter Rian memilih untuk kembali ke Rumah Sakit dia ingin mengetahui bagaimana keadaan Dokter Alena sekarang.


Dokter Rian pun menutup rapat pintu kamar tersebut dan segera pergi.


Sarrah mengelus rambut Kimora yang panjang dia pun melihat banyak helaian rambut panjang nya di bantal.


"Kimora sayaaaaang, jangan sakiti fisik kamu sayaaaaang. Jangan seperti ini Mama takut kamu nanti malah melakukan hal yang nekat."


"Seperti nya dia menangis lama sekali sampai seperti ini, apa yang sebenarnya dia lihat sampai dia menjadi seperti ini. Pasti bukan hal biasa."


Matanya tertutup rapat tapi air mata terus menerus mengalir membasahi wajah nya.


Sarrah yang melihat nya pun langsung ngusap air mata nya yang terus membasahi wajah nya.

__ADS_1


"Aku harus menanyakan apa yang terjadi sebenarnya kenapa Dokter Rian, seperti nya ada yang di sembunyikan oleh nya."


Tangan Kimora tiba-tiba bergerak dan langsung memegang sprei dengan sangat kuat, dia tidur dengan begitu sangat gelisah sekali.


Sarrah sangat terkejut dan memilih untuk membangun kan Kimora, Sarrah menepuk-nepuk pipi Kimora dan sehingga membuat Kimora terbangun dari tidurnya.


Kimora langsung menatap dengan sangat tajam memandangi wajah Mama Sarrah.


"Sayaaaaang, tenang yaa nak ini Mama Sarrah kamu tenang kamu jangan emosi yaa sayang tenang yaa anak kuu."


Kimora pun langsung menangis kembali sambil memeluk erat Mama Sarrah, Kimora menangis sangat kencang sekali seakan meluapkan semua perasaan nya.


Mama Sarrah hanya bisa mengelus rambut Kimora, dia pun terdiam melihat Kimora yang sangat sedih sekali.


Kimora melepaskan pelukan erat dan dia pun memandangi wajah Mama Sarrah.


"Aku benci mereka Mam, mereka jahat sekali mereka menghianati aku."

__ADS_1


Dan Kimora pun langsung tidak sadar kan diri setelah berbicara seperti itu kepada Mama Sarrah.


__ADS_2