Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *316*


__ADS_3

"Apakah Kimora sudah mengetahui semuanya ini?."


Suster Diana menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata nya.


"Bu Kimora pasti sangat sedih dan marah besar sama Aku, karena aku tidak bisa menjaga Putri Kimora dengan baik."


Dokter Rian pun langsung mencurigai Alena yang melakukan ini semua.


Dokter Rian langsung menarik tangan Suster Diana untuk menuju ke Apartemen Alena.


"Ayooo kita masuk ke dalam Apartemen Alena karena hari ini adalah jadwal nya Alena untuk terapi."


Suster Diana berharap besar sekali jika Putri Kimora bersama dengan Alena.


"Semoga saja Putri Kimora di sana bersama dengan Alena dan semoga saja Alena tidak menyakiti fisik Putri Kimora."


Mereka pun tiba di depan pintu Apartemen Alena, Dokter Rian dengan semangat menekan tombol bell yang ada di hadapannya.


Berkali-kali Dokter Rian menekan tombol bell tersebut, tetapi tidak ada yang membukakan pintu tersebut.


"Biasanya, Bu Riana yang dengan cepat membuka kan pintu ini tapi kenapa seperti tidak ada orang di dalam seperti kosong."


Suster Diana baru menyadari jika tadi pagi dia melihat Alena bersama dengan Mama nya pergi.


"Aku baru ingat tadi pagi pada saat aku dan Putri Kimora turun dari mobil, kita berdua melihat Alena bersama dengan Bu Riana pergi dan Alena pun menatap wajah Putri Kimora dengan tatapan yang tajam sekali."


Suster Diana pun merasa sangat sedih sekali ternyata Apartemen Alena kosong.


"Kalau begitu Apartemen ini kosong dan Alena tidak mungkin menculik Putri Kimora, yasudah lebih baik sekarang kita temui Kimora dan cerita kan semuanya."


Mereka pun langsung menuju ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Dokter Rian.


"Dok, sayaa sangat takut sekali Dok. Bagaimana jika Bu Kimora marah besar."


Suster Diana sangat gelisah sekali di dalam mobil.


Di sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit Suster Diana terus saja menangis histeris.


"Suster Diana kamu diam saja yaa, biarkan saya saja yang menjelaskan semuanya kepada Kimora dan diam saja."


Suster Diana pun menuruti apa yang di perintahkan oleh Dokter Rian.

__ADS_1


Dia harus diam apapun yang di katakan nanti oleh Kimora dia harus diam walaupun pasti sangat menyakitkan sekali.


Dokter Rian menggenggam erat tangan Suster Diana yang terasa sangat dingin sekali.


Dokter Rian pun masuk ke dalam ruangan praktek Kimora tapi ternyata Kimora tidak ada di ruangan praktek nya.


"Kemana yaa Kimora berada kenapa dia tidak ada di ruangan praktek nya, padahal sudah tidak ada pasien di sini."


Dokter Rian masih saja menggenggam erat tangan Suster Diana, dan tiba-tiba pintu pun terbuka.


Kimora membuka pintu tersebut dan pandangan langsung tertuju pada genggaman erat tangan Dokter Rian kepada Suster Diana.


Kimora merasa sangat terkejut sekali dengan apa yang dia lihat tersebut dia pun langsung tersenyum kepada mereka berdua dan membuat Kimora berpikir jika mereka berdua sedang menjalani hubungan.


Genggaman tangan Dokter Rian semakin erat dan membuat Suster Diana pun mulai memberanikan diri untuk berbicara kepada Kimora.


"Ada apa ini,? kalian akan membicarakan tentang apa ?. Apakah tentang hubungan yang kalian berdua jalani."


Mendengar perkataan Kimora seketika Dokter Rian pun melepaskan genggaman erat tangan nya dan membuat Suster Diana terkejut.


"Bukan Kimora, kita berdua tidak mempunyai hubungan yang spesial. Kedatangan kita berdua ke sini karena Putri Kimora yang menghilang."


"Maksud kamu apa yaa,? Putri Kimora menghilang ? Putri Kimora di culik ?. Kalian berdua pasti sedang bercanda kan aku tidak percaya dengan perkataan itu."


Suster Diana langsung bersujud di hadapan Kimora dia menangis kencang sekali.


"Maaafkan sayaaa Buuuuuu, ini semua nya kesalahan saya."


Kimora pun semakin di buat panik dengan yang di lakukan oleh Suster Diana.


Kimora pun langsung memandangi wajah Dokter Rian.


"Kimora kamu harus tenang yaa tenang, jadi begini ceritanya. Kaca mobil Suster Diana tiba-tiba di lempar batu dan membuat Suster Diana pun panik, kejadian itu terjadi di saat detik-detik bell sekolah Putri Kimora berbunyi dan itu membuat Suster Diana menghampiri mobil nya dan ketika kembali Putri Kimora sudah tidak ada di sekolah."


Mendengar penjelasan dari Dokter Rian, Kimora pun langsung tidak sadar diri dia pingsan di ruangan praktek nya.


Dokter Rian dengan cepat membawa Kimora untuk segera di tangani.


"Putri Kimora sayaaaaang, di mana kamu naaak. Maafkan Suster Diana yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik."


Suster Diana pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, dia tidak berani untuk menghampiri Kimora.

__ADS_1


"Lebih baik aku pergi mencari Putri Kimora, karena Bu Kimora pasti tidak menginginkan kehadiran kuu."


Suster Diana pun pergi dia menggunakan taksi online dia berniat untuk berkeliling untuk mencari Putri Kimora.


Dokter Rian menunggu Kimora sadarkan diri, dia terus memegang tangan Kimora.


Kimora mulai sadar tapi dia terus saja menyebutkan nama Putri Kimora anak nya.


"Kimora, kamu harus kuat yaa. Putri Kimora pasti baik-baik saja."


Kimora pun terbangun dan dia pun langsung hendak pergi untuk mencari Putri nya.


Tapi beruntung lah Dokter Rian menahan kepergian Kimora.


"Lepaskan aku, aku ingin mencari anak kuuu. Sekarang sudah larut malam kasihan dia pasti sangat kedinginan sekali dia juga pasti kelaparan sekali."


Kimora melampiaskan kesedihan nya dengan menangis di pelukan Dokter Rian.


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan Kimora, aku pun sama sangat menghawatirkan sekali kondisi Putri Kimora tapi lebih baik sekarang kita laporkan saja masalah ini ke pihak kepolisian saja."


Kimora terus saja menangis di pelukan Dokter Rian sambil menyebut nama Putri Kimora.


"Kamu tenang yaa, aku yakin sekali Putri Kimora pasti akan kembali dengan keadaan baik-baik saja yaa. Putri Kimora itu anak yang kuat sekali dia tidak lemah dia pasti kembali."


Dokter Rian mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora, Dokter Rian menghawatirkan kondisi Kimora lemah dan mental nya terganggu kembali.


"Putri Kimora sayaaaaang, kamu di mana naaakkk. Pulang sayaaaaang sekarang pulang Ibu menghawatirkan sekali kamu sayaaaaang, pulang Nak pulang."


Suara Kimora terdengar sangat bergetar sekali.


***


Suster Diana sudah keliling-keling tapi tetap saja tidak menemukan Putri Kimora, dia pun pergi ke bengkel untuk mengambil mobil nya yang sudah di perbaiki.


"Kamu di mana Putri Kimora, siapa yang menculik kamu."


Suster Diana duduk di depan pintu gerbang sekolah Putri Kimora, dia menangis dan berharap Putri Kimora akan datang menghampiri nya.


Suster Diana mengambil handphone nya di dalam tas nya, dia membuka galeri foto kebersamaan mereka berdua.


"Sayaaaaang, Suster sangat merindukan kamu kembali pulang sayaaaaang."

__ADS_1


__ADS_2