
Dokter Rian yang masuk ke dalam mobilnya pun memutar arah mobil nya, dia turun di depan pintu gerbang rumah Genzy dia melihat Genzy yang berjalan menuju ke gudang belakang rumah.
"Kimora bilang sudah tidak ada Ayana di sana, tapi kenapa Genzy masih tetap pergi ke belakang rumah itu. Apa aku ikuti saja yaa tapi aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk masuk ke dalam."
Dokter Rian pun kembali masuk ke dalam mobilnya, dia memikirkan bagaimana cara nya dia bisa masuk ke dalam rumah itu dan mencari keberadaan Ayana.
***
Kimora masuk ke dalam rumah dia pun langsung terkejut melihat Dokter Alena ada di dalam rumah ini sedangkan Mama Sarrah memilih untuk langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan malam.
Kimora menghampiri Dokter Alena yang yang berada di depan kamar nya sambil duduk di kursi roda.
"Kamu sedang apa di sini,? apa kah dorongan ku langsung membuat ke dua kaki mu itu patah dan kamu harus memakai kursi roda,?"
Dokter Alena merasa ketakutan ketika dia di hampiri oleh Kimora dia sangat takut Kimora melukai fisik nya kembali.
"Kimora jangan mendekati aku yaa, kalau kamu sampai mendekati aku dan menyentuh aku lagi maka aku akan berteriak-teriak."
__ADS_1
Wajah Dokter Alena begitu sangat ketakutan sekali, karena sekarang kondisinya yang sangat lemah tidak bisa melawan Kimora.
"Kamu mau berteriak silahkan saja, itu hak kamu tidak ada yang melarang jadi silahkan saja kamu berteriak-teriak."
Mama Sarrah menghampiri Kimora dan Dokter Alena, dan langsung mengajak mereka untuk makan malam bersama.
"Kimora dan Dokter Alena ayo kita makan malam bersama, semuanya sudah siap."
Kimora berjalan duluan sedangkan Mama Sarrah membantu Dokter Alena yang masih sangat lemas di kursi roda.
Mereka pun berada di depan meja makan, dan menunggu kedatangan Genzy.
Mama Sarrah melirik kan matanya kepada Kimora, dan Kimora pun langsung berdiri.
"Baiklah aku yang akan mencari nya, aku tau dimana tempat favoritnya selama ini."
Kimora pun langsung keluar dari rumah tersebut dan menuju ke arah gudang belakang rumah itu.
__ADS_1
Kimora berjalan dengan sangat cepat sekali dia tidak memperdulikan perasaan yang tidak nyaman seperti mengintai nya.
Kimora pun sampai di depan pintu gudang tersebut, dia merasa sangat ragu untuk mengetuk pintu tersebut tapi dia pun harus berani melawan rasa ketakutan nya.
Kimora pun langsung mengetuk pintu kamar tersebut, dan hal itu membuat Genzy sangat terkejut sekali dan langsung membuka pintu tersebut.
Genzy terdiam melihat Kimora ada di hadapannya tampa dengan perasaan yang sangat tenang.
"Kimora ada apa kamu ke sini, dan kenapa kamu ke sini."
Kimora hanya tersenyum melihat wajah Genzy yang begitu sangat gelisah.
"Sudah waktunya makan malam, semuanya sudah siap ayo cepat kita di tunggu oleh Mama Sarrah."
Kimora langsung membalikkan badannya dia segera pergi tapi tangan di tarik oleh Genzy.
"Apa kamu akan menyakiti kuu, kamu marah kepada kuu. Aku tidak akan mengusik dunia muu silahkan saja bersenang-senang dengan istri tercinta mu itu."
__ADS_1
Kimora melepaskan paksa tangan Genzy, dia begitu sangat emosional sekali melihat suaminya yang masih saja ingin bersama dengan Ayana.