
Alena melihat Genzy yang sedang berada di belakang rumah membuat Alena memilih untuk pergi dari persembunyian nya.
Dia berlari menuju ke gerbang rumah tersebut dan melihat penjaga gerbang tersebut untuk membuka kan pintu gerbang tersebut.
Penjaga gerbang tersebut merasa sangat aneh sekali ketika melihat Alena yang merupakan istri dari Tuan nya tersebut.
"Pak, sayaa mohon buka kan pintu gerbang ini untuk sayaaa pak. Saya takut sekali Pak saya mohon."
Genzy seperti mendengar suara Alena dia pun langsung berlari menuju sumber suara tersebut.
Dan ternyata benar saja Genzy melihat Alena yang hendak kabur dari rumah tersebut.
Genzy pun langsung tersenyum ketika melihat Alena, senyuman Genzy membuat Alena semakin ketakutan sekali dan bergetar.
Genzy pun langsung menarik kencang tangan Alena dan membuat rekeman video tersebut pun terjatuh.
"Lepaskan aku Genzy lepaskaaaaaaannnn."
__ADS_1
Alena mencoba untuk melepaskan genggaman tangan tersebut.
"Kamu lihat Alena rencana mu sangat berhasil sekali, dengan sangat mudah nya kamu membakar Ayana dan rumah nya. Dan sekarang aku ingin sekali kamu merasa apa yang Ayana rasakan."
Genzy berniat untuk membakar Alena juga dia sangat emosional sekali dengan apa yang sudah Alena lakukan.
"Tidaaaaaak, jangan Genzy aku tidak mau aku tidak mau."
Genzy mengingat kaki dan tangan Alena dengan sangat kencang sekali sehingga membuat Alena tidak bisa bergerak.
Genzy berniat untuk melemparkan Alena ke tumpukan api yang semakin menyala besar.
Seketika Genzy pun merasa sangat terkejut sekali ketika dia melihat polis yang sudah mengepung diri nya.
Dokter Rian pun langsung menyelamatkan Alena dia membuka ikatan yang ada di kaki dan tangan nya.
"Terimakasih sekali kamu mau segera hadir ke sini dia saat kematian ku sudah di depan mata."
__ADS_1
Dokter Rian pun langsung memeluk erat Alena dia mencoba untuk menenangkan perasaan Alena.
Mata Alena pun langsung tertuju pada camera yang di pegang oleh Dokter Rian, itu adalah rekaman video di saat Genzy yang mau membunuh nya.
"Berikan rekaman video tersebut kepada polisi, itu adalah bukti yang sangat akurat sekali."
Alena pun langsung mengeluarkan kemeja putih yang penuh dengan percikan darah segar di kemeja tersebut yang sudah menempel.
"Pak, saya juga menemukan kemeja putih ini. Saya tidak tahu siapa yang sudah dia bunuh sebelum nya."
Pandangan Dokter Rian pun langsung tertuju pada gudang penyimpanan Jasad Ayana yang sudah terbakar hebat.
"Siapa yang sudah kamu bunuh Genzy sebernarnya,? siapa ?????."
Alena begitu sangat penasaran sekali dengan hal tersebut.
"Dia adalah pelayan wanita yang membantu Kimora di saat dia ingin melarikan diri dari rumah ini, dia juga yang melihat Kimora terjatuh sampai mengalami pendarahan dan dia juga yy mengetahui bahwa aku penyimpanan Ayana di depan kamar yang pernah kamu lihat."
__ADS_1
Alena begitu sangat tidak percaya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Genzy selama ini semua dia lakukan hanya untuk melindungi jasad Ayana yang sudah tidak bernyawa.
Menurut polisi itu merupakan sebuah pengakuan dari Genzy langsung dengan di tambah video rekaman tersebut membuat polisi semakin mudah untuk membawa Genzy pergi ke kantor polisi.