
Kimora menghampiri Genzy dengan wajah yang serius sekali.
"Sebelum kamu bercerita ijinkan aku untuk bercerita terlebih dahulu, tadi Dokter Rian datang ke sini bersama dengan Alena dia berniat untuk datang bersama di acara ulang tahun Putri Kimora besok. Dan aku sangat terkejut sekali ketika melihat mereka berdua yang ternyata seperti nya mereka berdua sedang menjalani hubungan spesial."
Cerita Genzy membuat hati Kimora kembali sakit mendengar nya.
"Tidak mungkin itu terjadi, bukan kah Alena begitu sangat mencintai kamu Mas. Dia masih menunggu untuk bisa menikah dengan kamu."
Genzy tersenyum mendengar ucapan Kimora.
"Aku tidak akan pernah menikah dengan nya, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa aku menikah dengan nya."
Sekarang giliran Kimora yang tersenyum manis kepada Genzy.
"Dulu sebenarnya apa yang membuat kamu menyukai Alena, dia adalah teman baik dulu. Apakah kamu dulu melakukan hubungan terlarang dengan Alena itu agar aku semakin despresi dan tidak menceritakan semuanya kepada semua orang."
Genzy tidak menyangka kedatangan Kimora hanya untuk membahas masalalu nya.
Genzy memilih diam karena posisi dia yang bersalah.
"Kamu berhubungan dengan nya sampai dia hamil, itu tandanya kalian berdua memakai cinta tapi kenapa sekarang kamu tidak mau dengan Alena ? apakah karena dia sekarang sedang despresi ? jadi kamu tidak mau lagi berhubungan dengan nya dan lebih memilih untuk menjauhi nya."
Kimora berdiri dan memilih untuk duduk di samping Genzy.
"Ingat yaa Mas, aku dan Alena despresi karena kamu dan aku hampir saja kehilangan nyawa kuu dan anak kuu itu semua nya karena kamu Mas."
Genzy semakin tidak mengerti maksud dari kedatangan Kimora yang tiba-tiba hanya membahas tentang masa lalu nya saja.
"Kimora apa maksud dari kedatangan kamu ini hanya untuk membahas tentang masa lalu kuu saja,? kamu datang ke sini bukan untuk membicarakan tentang rencana masa depan kita berdua atau tentang rencana acara ulang tahun Putri Kimora besok."
__ADS_1
Kimora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Masa depan kita maksud kamu kita akan bersama lagi,? aku tidak mau Mas, aku tidak mau berumah tangga menjalani hubungan pernikahan dengan kamu yang masih menyimpan jasad Ayana. Aku jelas-jelas tidak mau dan apa yang akan di katakan oleh Putri Kimora, jika hal ini terjadi."
Kimora berdiri di hadapan Genzy sambil tersenyum sinis.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini Mas,? sampai kapan kamu memiliki sifat tingkah laku yang tidak normal seperti ini. Apakah kamu tidak malu dengan Putri Kimora, ketika dia mengetahui bahwa Papa nya yang mempunyai kebiasaan berhalusinasi dengan sebuah mayat yang sudah di awetkan bertahun-tahun lamanya."
Genzy merasa sangat marah sekali ketika dia mendengar perkataan dari mulut Kimora tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Karena kenyataan nya memang seperti itu ada nya.
"Kimora bisa kah kamu merahasiakan semua nya dari Putri Kimora, aku mohon Putri Kimora jangan sampai tahu hal ini."
Genzy memohon-mohon kepada Kimora dia sangat seperti ketakutan sekali jika Kimora mengatakan semua nya kepada Putri Kimora.
"Boleh kah aku bertanya kepada muu Mas, dan aku mohon juga kamu harus menjawab nya dengan sangat jujur sekali."
"Baiklah, terimakasih banyak. Mas bisa kamu ceritakan bagaimana mungkin kamu bisa menyimpan jasad Ayana sedangkan Ayana mempunyai kuburan yang atas nama dia, lalu siapa yang ada di dalam kuburan tersebut?."
Pertanyaan Kimora adalah pertanyaan yang sejak dulu ingin Kimora tahu, bahkan dia saat dia sedang hamil muda dia pernah tidak sadarkan diri di depan kuburan tersebut.
Pertanyaan Kimora membuat Genzy terkejut sekali dia tidak menyangka Kimora akan memberikan pernyataan yang seperti itu kepada nya.
Genzy merasa tidak punya pilihan lagi selain jujur kepada Kimora mantan istrinya tersebut.
"Kuburan tersebut kosong di dalam kuburan tersebut tidak ada apa-apa hanya sebuah peti mati yang di kuburan kan."
Ucap tegas Genzy sambil menundukkan kepala nya karena dirinya merasa sangat malu sekali.
__ADS_1
Kimora sangat terkejut sekali ternyata apa yang dia pikirkan selama ini benar ada nya.
"Astaga Mas, maksud kamu itu apa sih Mas. Kamu menguburkan peti mati yang kosong sedangkan banyak sekali doa yang di berikan oleh banyak orang di depan kuburan tersebut."
Kimora merasa sangat lemas sekali dia yang sebelumnya berdiri tiba-tiba langsung duduk dengan memegang kepala nya.
"Sudah ku duga kamu pasti akan seperti Kimora, makanya lebih baik aku merahasiakan semua nya. Cukup aku saja yang tahu tentang semua ini."
Genzy begitu sangat menghawatirkan sekali dengan kondisi Kimora setelah dia mengetahui semuan nya.
Genzy takut Kimora harus mengalami despresi berat kembali di saat Genzy berharap bisa bersama lagi dengan Kimora untuk menjalankan hubungan rumah tangga nya kembali.
Kimora terus saja memegang kepala nya dia terlihat seperti sangat pusing sekali, Kimora terus menundukan kepalanya sambil memejamkan mata nya.
Genzy mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora yang seketika begitu sangat terkejut sekali mendengar hal tersebut.
"Kimora bukan kah ini yang kamu inginkan dari kuu, sebuah kejujuran dan aku sudah jujur kepada muuu."
Kimora mencoba untuk menenangkan pikiran dan memandangi wajah Genzy.
"Iyaa Mas, terimakasih banyak atas semua kejujuran kamu tapi boleh aku tahu secara mendetail mas. Bagaimana cara kamu bisa memasukkan peti kosong tersebut Mas, sedangkan pasti banyak sekali orang yang ingin melihat jasad Ayana untuk yang terakhir kali nya."
Genzy terdiam dia mencoba untuk mengingat kembali kejadian tersebut, Genzy merasa sangat bersalah sekali tapi dia tidak munafik jika dia yang sangat sayang sekali kepada Ayana.
"Kamu pasti menyadari jika aku yang dulu sangat datar kepada muu Kimora, aku menikah dengan muu hanya karena terpaksa bukan cinta hanya karena wajah mu yang mirip dengan Ayana dan ketika Mama melihat kamu dia langsung sembuh dari despresi berat karena harus kehilangan Papa dan menantu kesayangan."
Genzy menghelakan nafas panjang nya dia seperti sangat berat sekali untuk bisa menceritakan semuanya kepada Kimora.
Tapi Genzy merasa jika Kimora memang harus tahu semuanya.
__ADS_1
Kimora pun menghampiri Genzy dia mencoba untuk memegang tangan Genzy seperti untuk menguatkan untuk Genzy bisa bercerita dengan nya.
"Ketika kebahagiaan datang dan Ayana bisa hamil dia harus meninggalkan aku, dan aku sangat tidak bisa kehilangan Ayana di saat itu. Aku meminta seseorang untuk memakai gaun pernikahan kepada jasad Ayana dan mendadani nya seperti seorang pengantin dan aku merasa dia sangat cantik sekali lebih cantik dari Ayana sebelum nya, di situ aku mulai merasakan rasa tidak mau kehilangan Ayana dan aku memutuskan untuk mengawetkan jasad Ayana."