Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (257)


__ADS_3

Putri Kimora menganggukan kepalanya sambil bersedih, dia yang baru merasakan kasih sayang seutuhnya bersama dengan Ibu nya.


"Kalau begitu Om Rian pamit dulu yah ke Rumah Sakit."


Dokter Rian mencium kening Putri Kimora, dan melambaikan tangan nya di saat dia mau masuk ke dalam mobil.


"Sayang, ayo sekarang kita pergi ke Apartemen lagi yah. Kasihan Ibu Kimora sendiri an di dalam kamar."


Suster Diana langsung membawa Putri Kimora ke Apartemen nya lagi, dia sangat sedih sekali melihat Putri Kimora yang mendadak menjadi anak yang pendiam.


Ketika masuk ke dalam Apartemen Putri Kimora menangis sambil berjalan menuju kamar nya.


Suster Diana pun mengikuti nya dan terlihat dia sedang memeluk boneka Teddy bear.


"Teddy, aku nggak boleh masuk ke dalam kamar Ibu. Padahal Ibu sedang sakit Ibu sakit apa yaa kenapa dia melamun terus, aku takut kehilangan Ibu."


Suster Diana tidak kuasa menahan air mata nya, dia pun memilih untuk membiarkan Putri Kimora meluapkan emosi nya.


"Aku harus melihat kondisi Bu Kimora, semoga saja dia baik-baik saja sekarang."


Suster Diana masuk ke dalam kamar Kimora, dia pun langsung mencabut kunci kamar Kimora agar tidak mengurungkan diri di dalam kamar nya.


Terlihat Kimora sedang tertidur pulas di tempat tidur nya, Suster Diana memegang tangan Kimora yang begitu dingin sekali.


"Aku pun tidak akan pernah rela jika Putri Kimora diambil oleh Genzy, nyawa pun akan aku taruhkan jika semua itu terjadi."


Suster Diana pun memegang kening Kimora.


"Dia tidak demam tapi seluruh badan begitu sangat dingin sekali."


Suster Diana mengambil kembali selimut agar menghangatkan tubuh Kimora.


"Semoga besok baik-baik saja dan kembali seperti semula."

__ADS_1


Suster Diana pun langsung keluar dari kamar Kimora dan hanya menutup rapat pintu kamar nya saja.


Suster Diana kembali ke kamar Putri Kimora, dia melihat Putri Kimora yang masih saja menangis di pelukan Teddy Bear.


Suster Diana menghampiri nya sambil tersenyum manis dan memeluk erat tubuh mungil itu.


"Sayaaaaang, sudah yah jangan menangis lagi. Bagaimana jika besok kita mencari lagi sekolah baru untuk Putri Kimora, sekolah yang lebih bagus yang lebih nyaman supaya Putri Kimora bisa betah dan mendapatkan banyak teman."


Putri Kimora pun langsung menatap wajah Suster Diana.


"Apakah aku akan bertemu dengan teman hantu lagi Suster, aku takut sekali jika harus beteman dengan hantu mereka sangat seram sekali aku ketakutan."


Suster Diana harus bisa membuat mental Putri Kimora kuat dia harus bisa membuat Putri Kimora terbiasa dengan hal-hal yang hanya bisa di lihat oleh dirinya saja.


"Sayaaaaang, kamu harus bisa menerima kehadiran mereka yang mungkin hanya kamu saja yang tahu. Suster Diana yakin sekali Putri Kimora itu adalah anak yang pemberani, jika kamu merasa tidak suka kamu bisa lawan dengan mengatakan."


*Aku tidak mau bermain bersama dengan kamu , tolong kamu jangan pernah gangguin aku lagi.*


Nanti pun merasa pasti akan mengerti dan pergi tidak menggangu Putri Kimora yang cantik ini."


Setelah menangani Kimora, Dokter Rian langsung pergi ke ruangan praktek nya. Dia terkejut ketika melihat daftar nama yang akan konsultasi dengan nya.


"Alena Renita, Astaga ini nggak mungkin terjadi dan nggak mungkin Alena Renita itu."


Dokter Rian terus menerima kehadiran pasien hingga akhirnya panggilan pasien terakhir, Dokter Rian mulai merasa gugup sekali akan kah pasien tersebut adalah Dokter Alena Renita yang dia kenal.


Tapi ternyata setelah dia tunggu-tunggu pasien tersebut tidak juga datang ke ruangan nya, Dokter Rian pun langsung keluar dari ruangan praktek nya dan menanyakan pasien terakhir nya itu kepada tidak juga datang setelah di lihat oleh suster tersebut pasien tersebut tidak ada.


Dokter Rian mulai merasa sangat was-was sekali, dia langsung berpikir jika ini adalah memang Alena Renita.


"Seperti nya ini memang Alena Renita, dia datang hanya untuk memberitahu kan tentang kehadiran kembali. Yaa Tuhan perempuan licik itu kembali di saat kondisi Kimora sedang seperti ini dan target dia pasti adalah Kimora."


Dokter Rian berniat untuk memberitahu hal kepada Suster Diana, agar dia bisa waspada terhadap Alena.

__ADS_1


Selesai mengerjakan praktek nya, Dokter Rian memilih untuk pergi dia berniat untuk pergi ke rumah Genzy.


"Saya penasaran sekali dengan rumah itu, apakah memang masih di huni oleh Genzy atau tidak."


Dokter Rian langsung menghampiri mobil nya, dia melihat ada kertas putih di atas mobil nya. Dia langsung mengambil kertas putih yang di tulis dengan tinta merah menyala.


Dokter Rian mengetahui jika ini adalah perbuatan dari Alena, dia pun langsung merobek kertas putih tersebut di atas mobil nya. Kertas putih tersebut bertuliskan pembalasan dendam akan di mulai.


Dokter Rian tidak memikirkan tulisan tersebut, yang penting dia tahu jika Alena sudah kembali.


"Alena Renita, pembalasan dendam apa yang akan kamu perbuat. Hanya karena tidak bisa mendapatkan cinta dari Genzy dia jadi seperti ini."


Dokter Rian melihat mobil nya seperti sedang di ikut, dia pun memilih untuk memutarkan mobil nya dan terus melajukan mobilnya di area yang sama.


"Oke Alena, kamu mau mengikuti mobil ini oke. Akan ku bawa mobil ini ke rumah misterius itu."


Mobil Dokter Rian pun berhenti di depan gerbang pintu rumah tersebut, seketika mobil tersebut langsung memutar balikkan mobil nya.


Melihat mobil Alena yang langsung menghilang, Dokter Rian melanjutkan perjalanan ke Apartemen Kimora.


Kedatangan Dokter Rian kembali ke Apartemen pun membuat Suster Diana langsung terkejut.


"Putri sayaaaaang, kamu bisa temani dulu Ibu Kimora di kamar kasihan sekali dia tidak boleh sendiri nanti dia Kesepian."


Beruntung lah Putri Kimora langsung mengerti dia pergi ke kamar Ibunya.


Dokter Rian pun langsung duduk berhadapan dengan Suster Diana.


"Hmmmmm, Suster Diana kita harus berhati-hati sepertinya Alena muncul kembali dengan dendam nya kepada Kimora yang mungkin sudah merebut tempat nya menjadi Dokter. Saya mohon awasi juga Putri Kimora biar Kimora Letica tanggung jawab saya."


Suster Diana pun langsung merasa sangat pusing sekali, dia sampai memegang kepalanya sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa kemunculan Alena bisa bersama dengan kehadiran Genzy, tapi jika Alena Ibu Kimora memang ingin bertemu dengan dia. Ibu Kimora memang sudah menghapus rasa sakit nya di masa lalu."

__ADS_1


Dokter Rian pun langsung menghelakan nafas panjang nya.


__ADS_2