
Kondisi kimora yang semakin sangat menghawatirkan, malam ini dia akan operasi caesar.
Orang tua kimora tidak hentinya menagis terutama ibu nya, dia merasa sangat bersalah karena ini semua adalah kesalahan nya.
Dokter Alena terus mengingat kata-kata yang Genzy ucapkan kepada nya.
Semuanya tertunduk seakan berdoa untuk yang terbaik bagi Kimora dan anaknya, operasi akan segera di mulai tapi ada sosok Genzy diantara mereka yang datang.
Suster Diana hanya bisa menangis sambil menghampiri orang tua Kimora.
"Sabar besar yaa Buu, saya yakin ibu Kimora itu orang yang baik dia juga sangat kuat kuat jadi semuanya pasti baik-baik saja."
Suster Diana terus menangkan kondisi orang tua Kimora yang sangat bersedih.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Kimora, kenapa dia bisa seperti ini,?" tanya ibu Kimora kepada suster diana.
"Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi,karena yang saya lihat Ibu Kimora sudah tidak sadar kan diri di saat masuk ke kamar kosong yang ada di depan kamar ibu Kimora dan suaminya. Kamar itu sangat misterius sekali dan selalu di gembok oleh Pak Genzy. Jadi saya curiga ibu Kimora melihat sesuatu di dalam kamar itu."
Rossalinda hanya terdiam sambil menangis ketika mendengar semua perkataan dari Suster Diana.
"Lebih baik sekarang kita sama-sama berdoa demi kebaikan ibu Kimora yaa."
Dokter keluar dari ruangan Kimora, dia langsung menghampiri keluarga Kimora dan akan segera melakukan tindakan operasi Caesar malam ini juga, karena melihat kondisi Kimora yang sangat memprihatikan sekali.
"Semoga saja Kimora dan bayi nya selamat, jika harus memilih aku pasti akan memilih menyelamatkan Kimora."
Dokter Alena langsung masuk ke ruangan operasi untuk bersiap-siap. Terlihat Kimora sedang berjuang hidup dan matinya.
__ADS_1
Di saat menunggu hasil dari operasi yang dilakukan oleh Kimora, Suster Diana langsung menghampiri Mama sarrah ibu dari Genzy.
"Kemana putra ibu Genzy?, kenapa dia tidak ada di sini untuk menemani istrinya yang sedang berjuang hidup dan matinya. Maaf ibu sarrah pernah kah ibu berpikir jika ini semua terjadi karena ulah dari anak ibu kandung ibu sendiri. Apakah ada yang tersembunyi di balik ini semua ?".
Suster Diana seakan memojokkan terus Genzy di depan orang tua nya.
"Genzy sangat mencintai Kimora sama seperti dia menyayangi Ayana. Genzy tidak mungkin berbuat seperti itu kepada Kimora, apalagi dia sangat menginginkan anak yang sedang di kandungan oleh Kimora. Jadi suster jangan berpikir bahwa Genzy yang bersalah."
Sarrah dengan emosional yang tinggi memilih untuk pergi dari tempat itu, dan membuat orang tua Kimora sangat terkejut.
"Ada apa ini sebenarnya, kenapa ibu sarrah langsung pergi dan di mana sosok suami Kimora. Tidak ada rasa bertanggung jawab sekali dia atas sikap nya kepada Kimora, kemana perginya dia."
Rossalinda memilih untuk pergi mengejar sarrah, dia ingin menanyakan di mana Genzy.
__ADS_1
"Maaf ibu sarrah yang terhormat, dari awal saya datang di Rumah Sakit ini. Saya tidak melihat Genzy untuk menemani istrinya yang sedang berjuang di sini. Apa sudah hilang rasa tanggung jawab nya untuk istri nya sendiri, apa dia hanya ingin membuat anak saya tersiksa saja dari awal pernikahan. Jika tahu begini saya sangat menyesal sekali menikahkan Kimora dengan Genzy."