
"Hahhh, Genzy kita akan mempertemukan kalian berdua tapi bukan sebagai Papa dan Anak. Tapi sebagai orang lain karena kita juga menghargai perasaan Kimora."
Genzy menghela nafas panjang nya dan memegang kepalanya dia seperti sangat berat sekali ketika harus melakukan nya.
"Baiklah, asalkan bisa bertemu dengan Putri kandung ku sendiri. Walaupun harus sebagai orang lain bukan sebagai Papa kandung nya."
Dokter menjulurkan tangannya sebagai tanda perjanjian atas kesepakatan mereka berdua.
Genzy pun langsung menjabat tangan Dokter Rian dengan sangat lemas sekali.
Dokter Rian memberikan handphone kepada Genzy, Genzy pun mengambil handphone tersebut dan menyimpan nomor handphone nya.
"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu, nanti saya kabarkan kembali tempat dan waktu nya."
Dokter Rian meninggalkan rumah tersebut, dia sudah merasa tidak nyaman sekali berada di dalam rumah tersebut.
Genzy masih merasa tidak percaya dengan apa yang akan terjadi kepada nya, dia akan bertemu dengan Putri kandung nya sendiri.
"Papa kangen sekali kamu Nak, Papa ingin memeluk erat tubuh mungil kamu. Kamu pasti sangat cantik sekali seperti Ibu kamu."
Genzy pun memilih untuk pergi dari rumah tersebut dan kembali ke hotel penginapan nya selama ini.
Dokter Rian masih tidak menyangka jika dia bisa masuk kembali ke rumah itu.
"Aku rasa Genzy masih menyimpan jasad Ayana di dalam rumah itu, tapi sekarang dia memilih untuk tidak tinggal bersama di dalam rumah itu."
Dokter Rian melihat jam di tangan nya, ini adalah jadwal praktek Kimora yang di tukar karena ingin bersama dengan Putri.
"Lebih baik segera pergi ke Apartemen seperti nya Kimora sudah pergi ke Rumah Sakit."
Dokter Rian melupakan waktu nya untuk datang ke Apartemen Alena, dia lebih fokus dengan Putri Kimora.
__ADS_1
"Semoga saja Bu Riana tidak kecewa karena hari ini harus konsultasi Alena tapi Putri Kimora jauh lebih penting segala nya."
Dokter Rian menekan tombol bell dan ternyata Kimora yang membuka kan pintu tersebut, Dokter Rian langsung terkejut ketika melihat Kimora yang ternyata masih ada di Apartemen nya.
"Kimora, kamu masih ada kamu belum berangkat ternyata."
Suara Dokter Rian terdengar sangat gugup sekali dan membuat Kimora menjadi curiga.
Suster Diana yang mendengar suara Dokter Rian pun langsung menghampiri mereka berdua.
"Dokter Rian, ternyata sudah datang juga. Saya dari tadi sudah menunggu karena Dokter Rian datang untuk menjelaskan tentang dunia Kedokteran yang bisa membuat tambahan pengetahuan tentang dunia pesikiater/pesikolog."
Dokter Rian langsung tersenyum mendengar perkataan dari Suster Diana tersebut tapi wajah Kimora seperti tidak bisa di bohongin dia merasa ada sesuatu hal yang di sembunyikan diantara mereka berdua.
"Apa kalian itu sebenarnya sedang menjalin hubungan spesial,? kalian berdua berpacaran tidak usah berbelat belit seperti ini. Aku nggak percaya loh."
Kimora tidak bisa di bohongi oleh perkataan Suster Diana, dan Putri Kimora pun datang menghampiri mereka.
"Dokter Rian datang untuk aku buuuu, aku ingin banyak bercerita dengan Dokter Rian tentang dunia yang lain yang selalu membuat aku ketakutan sekali. Aku ingin bercerita semuanya kepada Dokter Rian."
"Sayaaaaang, kamu jangan takut yah itu semua yang Putri punya adalah kesempurnaan yang Tuhan berikan kepada Putri. Tapi kalau Putri butuh pesikiater agar Putri bisa lebih baik dan tenang Ibuu dukung kamu sayang."
Kimora memeluk erat tubuh Putri nya tersebut. Karena dia tidak mau jika mental Putri Kimora terganggu karena kelebihan nya sebagai anak indigo.
Setelah memeluk erat tubuh Putri nya, Kimora memilih langsung pergi ke Rumah Sakit Tampa berpamitan dengan Suster Diana dan Dokter Rian.
Dokter Rian merasa sangat bersalah sekali karena harus membohongi Kimora karena hati Kimora begitu sangat peka sekali.
Terbukti di masalalu dia bersikap kasar kepada Alena sebelum dia tahu jika Alena memang sedang menyakiti hati nya.
Melihat Kimora pergi dengan perasaan yang terbohongi, Suster Diana menyuruh Putri Kimora untuk bermain di kamar nya.
__ADS_1
"Sayaaaaang, kamu main dulu yah sendiri di kamar kamu. Nanti kalau Suster Diana sudah selesai berbicara dengan Om Dokter, Putri Kimora bisa kembali ke sini."
Putri Kimora mengikuti apa yang di perintahkan oleh Suster Diana, dia kembali ke dalam kamar nya dan bermain sendiri.
Dokter Rian pun langsung duduk berhadapan dengan Suster Diana dengan pandangan mata yang sangat serius sekali.
"Says sudah bertemu dengan Genzy dan kita bicara di dalam rumah itu, rumah itu masih seperti dulu sunyi senyap sekali dan sangat bau aroma parfume bunga melati. Tapi ternyata Genzy sudah tidak tinggal di rumah itu semenjak Mama nya di rumah sakit kejiwaan."
Suster Diana begitu sangat serius mendengarkan perkataan dari Dokter Rian, seketika dia langsung merinding ketika mendengar tentang rumah itu lagi.
"Dan saya tidak banyak bertanya tentang kondisi dan keadaan Bu Sarrah, fokus pada pertemuan Putri dengan Genzy. Kita berjanji ketika nanti mereka berdua bertemu bukan pertemuan antara ayah dan anak karena Genzy harus bisa merahasiakan nya karena Kimora belum bisa menerima kehadiran nya di dalam kehidupan nyata nya."
Dokter Rian tersenyum tipis dan dia mengelakkan nafas panjang nya.
"Dan akhirnya Genzy setuju dan kita bersamalaman, tapi sampai sekarang Genzy belum menghubungi nomer handphone ini."
Suster Diana merasa sangat senang sekali mendengar nya tapi dia juga sangat takut sekali jika sampai Kimora mengetahui nya.
"Aku merasa sangat senang bisa membuat Putri Kimora bahagia dengan mengabulkan permintaan nya. Tapi bagaimana dengan Buu Kimora dia tadi tahu jika aku berbohong kepada nya dan beruntung nya di selamatkan oleh perkataan dari Putri Kimora sendiri."
Suster Diana terlihat sangat sedih sekali, Dokter Rian mengelus rambut panjang Suster Diana dengan lembut sekali memberikan ketenangan hati untuk nya.
"Kamu harus tenang yah, jika kamu panik seperti ini. Kimora akan semakin curiga dengan sikap kita jadi anggaplah tidak terjadi apa-apa dengan kita."
Suster Diana pun mulai merasakan sedikit ketenangan dan dia mulai bisa tersenyum tipis kepada Dokter Rian.
Setelah selesai berbicara dengan Suster Diana, Dokter Rian berjalan menghampiri kamar Putri Kimora.
Dia melihat Putri Kimora yang sedang memandangi boneka-boneka nya.
"Anak cantik lagi apa sayang,? kenapa boneka nya semua di suruh duduk sayang?."
__ADS_1
Dokter Rian menghampiri Putri Kimora dan menggendong nya di pangkuan nya.
"Kemarin pulang sekolah aku melihat boneka terjatuh Om Dokter, terus aku ambil boneka itu dan ternyata boneka itu punya tante cantik Om."