Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 225


__ADS_3

Mendengar perkataan Kimora, Alena langsung berpikir apa maksud dari perkataan Kimora. Bukan kah Ayana itu sudah meninggal dunia.


"Alena Renita, apa kamu sanggup bersama dengan seseorang lelaki yang tidak bisa melupakan istri nya. Apalagi istri nya itu sudah meninggal dunia, kamu bisa menerima nya."


Genzy mencoba untuk mendekati Kimora, dia seperti tidak mau Kimora mengatakan semuanya kepada Alena.


"Kimora aku mohon jangan sampai kamu membongkar rahasia ini di sini, nanti Mama dengar."


Kimora langsung membalikkan tubuh nya, dia memandangi wajah Genzy yang seperti tidak mau jika Alena mengetahui semuanya.


"Kenapa Mas,? bukan kah Alena akan menjadi istri kamu. Karena dia ingin kamu bertanggung jawab atas kehamilan nya yang belum tentu juga dia itu sedang hamil karena kita belum dapat bukti yang akurat dari Alena."


Alena semakin binggung mendengar pembicaraan antara Kimora dan Genzy.


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan, aku sama sekali nggak ngerti loh."


Kimora tersenyum manis sambil memandang wajah Alena.

__ADS_1


"Besok aku ingin kita datang ke rumah Mas Genzy yaa, bersama-mana kita melihat sesuatu yang luar biasa sekali yang mungkin akan membuat jantung kamu berdebar sangat kencang."


Kimora langsung menatap wajah Genzy, dia pun langsung menundukan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Kimora.


Alena langsung memperhatikan sikap Genzy, yang seperti sangat ketakutan sekali dengan Kimora. Dan membuat nya semakin bertanya-tanya dalam pikiran nya.


"Yasudah aku pergi yaa, aku tidak mau mengganggu pembicaraan kalian berdua."


Kimora memilih untuk pergi meninggalkan Genzy dan Alena, tapi tangan Genzy terus menggenggam erat tangan Kimora seakan tidak ingin Kimora pergi meninggalkan nya.


Mendengar suara Kimora yang seperti sedang tidak nyaman, Dokter Rian langsung masuk ke Apartemen tersebut dan melihat Kimora yang sedang di genggaman tangan oleh Genzy.


Dokter Rian pun langsung menghampiri Kimora, dan melepaskan paksa tangan Kimora yang sedang di genggaman oleh suaminya.


"Jangan kasar seperti itu, sudah melukai hati dan mental nya masa melukai juga fisik nya juga apa nggak rasa kasihan."


Dokter Rian langsung membawa Kimora keluar dari Apartemen Alena, dan membuat Alena langsung terkejut melihat kehadiran Dokter Rian di Apartemen nya.

__ADS_1


"Apakah Dokter Rian akan jadi sumber berita di rumah sakit, dia akan membocorkan semua nya di banyak nya Dokter di rumah sakit."


Alena berlari menghampiri Dokter Rian yang sedang memegang tangan Kimora.


"Dokter Rian, apakah kamu akan membicarakan hal ini kepada semua Dokter yang ada di rumah sakit sejahtera,?"


Ekspresi wajah Alena sangat gugup dan ketakutan sekali, dia sangat takut Dokter Rian membicarakan semua nya kepada seluruh Dokter.


"Dokter Alena, bukan kah saya sudah tau semuanya dari sebelum ini. Tempat nya di ruangan Bapak Genzy, jadi menurut saya ini tidak penting untuk di ceritakan di Rumah Sakit karena bukan sebuah prestasi tapi sebuah aib yang sangat memalukan sekali."


Alena merasa sangat sakit hati sekali mendengar perkataan dari mulut Dokter Rian terhadap nya. Tapi dia hanya bisa terdiam karena dia tidak berani melawan perkataan tersebut.


Genzy pun langsung menghampiri Kimora dan Dokter Rian.


"Kamu mau bawa ke mana Kimora hah,? dia masih istri sah saya. Kamu tidak berhak membawa Kimora untuk pergi apalagi."


Dokter Rian pun langsung tersenyum ketika melihat Genzy yang cemburu terhadap nya.

__ADS_1


__ADS_2