Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (301)


__ADS_3

Pandangan mata Alena begitu sangat tajam sekali memperhatikan Dokter Rian.


"Aku benci Kimora, dia yang mengambil kebahagiaan kuuu dia yang mengambil Putri kuuu. Aku benciiiiiii Kimoraaaaaaaaa."


Alena berteriak kencang dan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya memperhatikan nya.


"Lalu bagaimana dengan Genzy,? apakah kamu masih ingin bersama dengan nya. Dia yang menyakiti hati muuu dia yang membuat muu seperti ini, jangan salahkan Kimora dia tidak salah apapun dia sangat baik."


Alena langsung berdiri dengan sangat emosional sekali dia pun menampar pipi Dokter Rian.


"Plaaaakkkkkkk."


Terdengar suara tamparan yang sangat kencang sekali.


Dokter Rian pun langsung terdiam ketika Alena menampar pipi nya karena dia yang sangat terlalu emosional sekali dengan Kimora.


"Jangan pernah kamu menyebutkan kalau wanita itu baik, dia jahat dia wanita jahat dan aku sangat membenci dia."


Dokter Rian semakin ketakutan sekali jika sampai Alena bertemu dengan Kimora.


"Apa yang akan kamu lakukan kepada Kimora jika kamu bertemu dengan nya?."


Alena pun langsung tersenyum tipis kepada Genzy.


"Aku akan membuat nya menangis aku akan membuat nya terluka dan dia pun akan pergi untuk selamanya, dan bisa hidup bahagia bersama dengan Genzy."


Dokter Rian pun memilih untuk membawa kembali Alena ke dalam Apartemen nya.


"Kimora akan menangis dia akan pergi untuk selamanya hahaha."


Sepanjang perjalanan menuju ke Apartemen kata-kata itu terus saja di ucapkan oleh Alena.


Pada akhirnya Alena sampai di depan Apartemen nya, dia pun masih saja tertawa terbahak-bahak.


Riana pun merasa sangat terkejut sekali ketika melihat sikap Putri nya yang seperti itu.


"Dokter Rian,? ada apa ini sebenarnya kenapa Alena jadi terlihat senang dan tertawa-tawa seperti itu."

__ADS_1


Dokter Rian pun menjelaskan semuanya kepada Riana.


"Buuu saya mohon sekali jangan sampai Alena keluar Apartemen sendiri, karena sekarang dia sedang merencanakan sesuatu kepada Kimora sedangkan Kimora sekarang sering sekali datang ke Apartemen sebelah untuk melihat kondisi Bu Sarrah mantan Ibu mertua nya. Terlihat sekali Alena sangat membenci Kimora karena dia tidak bisa menikah dengan Genzy."


Alena pun mendengar perkataan Dokter Rian, dia pun langsung menghampiri kembali Dokter Rian.


"Kamu tahu di mana keberadaan Genzy,? di mana dia sekarang beritahu aku. Dia harus bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan kepada kuu ini, dia meninggalkan akuu demi ingin bersama dengan Kimora dan akuu yang sedang hamil anak nya dia tinggalkan begitu saja."


Alena kembali histeris di menangis sambil melukai fisik nya, dia menjambak rambut panjang nya.


Dokter Rian dan Riana mencoba untuk menenangkan perasaan Alena.


"Alena, kendalikan kondisi emosi kamu. Alenaaaaaaa jika terus seperti ini kamu tidak bisa bersama dengan Genzy. Genzy tidak akan mau bersama dengan kamu jika kondisi kamu seperti ini."


Dokter Rian dengan sekuat tenaga nya, membawa Alena ke dalam kamar nya.


Tapi Alena terus saja memberontak dan menjambak rambut nya, sehingga Dokter Rian terpaksa untuk mengikat tangan Alenaa.


Helaian rambut panjang Alena banyak yang terjatuh dan membuat Mama nya menangis.


"Apa yang harus Mama lakukan sayaaaaang, agar kamu bisa sembuh kembali. Kamu masih muda sayaaaaang apapun bisa kamu lakukan."


Genzy pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


"Ini tidak bisa di biarkan Genzy harus bisa melihat kondisi Alena sekarang."


Dokter Rian menekan tombol bell yang ada di hadapannya, tidak lama kemudian perawat nya pun membuka pintu tersebut.


"Saya ingin bertemu dengan Genzy sekarang juga, ini sangat penting sekali tolong panggil Genzy sekarang juga."


Perawat tersebut pun langsung menghampiri Genzy yang masih istirahat, dan seperti nya Genzy tidak mau menemui Dokter Rian.


"Maaf Dokter Rian, seperti nya Pak Genzy sedang beristirahat dia tidak bisa di gangu."


Dokter Rian memilih untuk memaksa untuk masuk ke dalam dan menuju ke kamar Genzy.


Genzy pun langsung terkejut ketika melihat Dokter Rian masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


"Tidak sopan sekali masuk ke kamar orang lain tampa menunggu permintaan untuk masuk."


Dokter Rian dengan sangat emosional sekali dia menghampiri Genzy.


"Ikut dengan kuu sekarang juga, lihat kondisi Alena yang sangat memprihatikan sekali. Bertanggung jawab lah atas semua yang pernah kalian lakukan berdua, dia menyakiti fisik nya sampai rambut nya rontok dan dia menyimpan rasa dendam kepada Kimora jika dia bertemu dengan Kimora karena dia berpikir jika Kimora yang membuat dia di tinggalkan oleh Genzy."


Genzy pun hanya bisa terdiam saja dia tidak mungkin bisa bertemu dengan Alena dia sangat membenci sekali Alena.


"Dan Alena pun berkata jika Putri Kimora adalah Anak yang sudah meninggal dia juga ingin mengambil Putri Kimora karena di pikiran nya Putri Kimora adalah anak kandung nya."


Setelah menyampaikan semuanya Dokter Rian pun memilih untuk pergi meninggalkan Genzy.


Genzy yang awalnya tidak peduli dengan Alena, tapi ketika mendengar Alena berpikir jika Putri Kimora adalah anak nya.


Genzy terpaksa untuk menemui Alena dan menyusul Dokter Rian.


"Aku melakukan ini karena demi keselamatan Putri Kimora, bukan karena kasihan melihat kondisi Alena."


Genzy pun langsung masuk ke dalam Apartemen Alena dan Dokter Rian pun sangat terkejut sekali melihat kedatangan Genzy.


"Akhirnya mau datang juga, silahkan masuk ke dalam kamar itu. Alena sedang bersama dengan Mama nya."


Langkah kaki Genzy begitu sangat berat sekali ketika harus bertemu dengan Alena, dia pun membuka pintu kamar nya dan melihat Alena yang tangan nya sedang di ikat.


Genzy pun menghampiri Alena yang terlihat sangat kurus sekali, rambutnya yang tipis karena sering di jambaknya ketika dia sedang meluapkan emosi nya serta wajah pucat dan pandangan mata yang kosong.


Melihat Genzy yang akhirnya mau menemui Alena, Riana pun langsung menangis dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


Dokter Rian pun langsung merangkul Riana yang terus menerus menangis.


"Doakan saja yaa buuu, semoga dengan kehadiran Genzy bisa membuat kondisi Alena semakin membaik."


Genzy pun berdiri di hadapan Alena dia menyapa Alena.


"Alenaa kamu kenapa bisa menjadi seperti ini, kamu kenapa melukai fisik kamu sendiri."


Alena merasa sangat hafal sekali dengan suara tersebut, dan dia pun langsung mengangkat kepala nya dan melihat wajah lelaki yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


"Genzy, Genzy kamu akhirnya kembali. Kamu datang ke sini untuk menikah dengan kuu kan."


Alena pun mencoba untuk mendekati Genzy tapi Genzy memilih untuk menghindari dirinya dari Alena, Genzy terlihat tidak mau di sentuh oleh Alena.


__ADS_2