Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (244)


__ADS_3

Rossalinda menutup rapat pintu kamar tersebut dan melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan tamu sambil membawa minuman teh hangat tersebut.


Rossalinda bersikap seperti tidak terjadi apa-apa dia pun tersenyum kepada Kimora dan Suaminya.


Kimora melihat wajah Ibu nya yang sangat pucat pasih sekali, ketika dia menaruh gelas di meja pun tangannya begitu sangat bergetar sekali.


"Apakah Ibu baik-baik saja,? Ibu terlihat sangat pucat sekali apa itu terlalu kecapean sekali."


Rossalinda pun meminum air teh hangat buatan tersebut, dia berniat ingin sekali keluar dari Apartemen Kimora tapi sudah terlalu malam dan lebih baik dia hanya terdiam saja.


"Nak, seperti nya Ibu ingin langsung tidur saja Ibu seperti nya terlalu sangat cape sekali."


Kimora mengantarkan Ibu nya tidur bersama dengan dirinya, sedangkan Ayah nya lebih memilih untuk tidur di kamar Putri Kimora karena dia merasa sangat merindukan sekali Cucu kesayangan tersebut.

__ADS_1


Rossalinda merasakan tenang ketika dirinya bisa bersama dengan Kimora, dia tidak merasakan ketakutan lagi.


Rossalinda pun langsung masuk ke dalam kamar Kimora, dia pun memilih untuk langsung tidur dan menarik selimut.


Melihat Ibu nya sudah tertidur pulas, Kimora pun pergi ke kamar Suster Diana dia melihat selembar kertas putih yang bertuliskan pengenalan nama.


"Lolita nama yang sangat lucu sekali, seperti nya Lolita ini adalah teman baru Putri kuu. Tapi kenapa yaa dia tidak mau sekolah di sana sedangkan dia memiliki seorang teman anak perempuan yang seperti nya sangat lucu sekali."


Kimora menyimpan kertas tersebut di meja rias milik Suster Diana, ketika Kimora hendak membuka pintu kamar Suster Diana.


"Kenapa kertas ini mengikuti ku terus yaa, dan aku rasa ini seperti merah darah yang menyala."


Kimora membawa kembali kertas putih tersebut, dan memilih untuk memasukkan ke dalam tas Putri Kimora dan menutup kembali.

__ADS_1


Kimora membawa tas sekolah milik Putri nya tersebut ke dalam kamar nya, ketika Kimora membuka pintu kamar Putri Kimora terlihat sang ayah sedang memeluk foto cucu kesayangan tersebut.


Kimora pun menghampiri Ayah nya dan duduk di samping nya, Kimora menyimpan tas ransel milik Putri tersebut di dekat mainan boneka kesayangan.


"Ayah, aku sangat berharap sekali aku bisa membesarkan Putri ku ini hanya dengan kerja keras kuu sendiri. Aku belum punya bayangan untuk bisa menjalin hubungan kembali dengan seseorang aku masih takut sekali dengan penghianat cinta."


Ayah Kimora menyimpan foto Putri Kimora, dia langsung memandangin wajah Kimora yang menundukkan kepalanya.


"Kimora kesalahan yang dulu Ibu mu memaksa kamu untuk menikah dengan lelaki yang baru dalam hidup kamu itu sudah menjadi pembelajaran besar bagi Ayah, Ayah sangat menyesal sekali kamu harus menikah dengan lelaki yang seperti Genzy maafkan Ayah Kimora."


Kimora memeluk erat tubuh Ayah nya tersebut, dia seperti meluapkan semua perasaan sakit hati di masa lalu yang teringat kembali di ingatan nya.


Kimora menangis dengan penuh emosional sekali, benar-benar meluapkan kembali kekesalan penghianat cinta yang dia rasakan di masa lalu nya.

__ADS_1


Ayah Kimora terus memenangkan perasaan hati Kimora, dan memberikan semangat untuk anak tunggal nya tersebut.


__ADS_2