
Alena masuk ke dalam Rumah Sakit, dia pun langsung pergi ke ruang tunggu dia melihat raut wajah yang sangat sedih. Alena langsung berlari menghampiri Suster Diana dia ingin langsung menayakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Bagaimana dengan keadaan Kimora,? operasi berhasil kan. Semuanya selamat kan."
Suster Diana langsung memeluk erat tubuh Dokter Alena dengan menangis histeris.
"Semuanya selamat, Ibu Kimora berserta anak nya. sekarang anak nya sedang ada di ruangan inkubator. Tapi kondisi Ibu Kimora masih belum sadarkan diri, ibu Kimora melahirkan bayi perempuan dengan berat 1200 gram."
Dokter Alena menangis bahagia mendengar perkataan dari Suster Diana.
"Syukurlah jika kedua nya selamat, semoga keduanya bisa sehat dan kuat."
Suster Diana langsung menarik tangan Dokter Alena, dia membawa Alena jauh dari ruangan tersebut.
"Dok, bagaimana ini jangan sampai bayi Ibu Kimora di bawa oleh keluarga Genzy, saya sangat tidak setuju sekali, lihat saja mereka lepas tanggung jawab mereka tidak ada di sini."
__ADS_1
Alena langsung duduk termenung mendengar perkataan Suster Diana.
"Iyaa, aku pun tidak rela jika bayi Kimora di bawa oleh keluarga Genzy apalagi rumah itu sangat seram sekali. Aku akan membicarakan hal ini dengan keluarga Kimora."
Alena langsung beranjak dari tempat duduk nya. Dia menghampiri Rossalinda ibu kandung Kimora.
"Buuu, sayaa mau bicara berdua saja bisa. Ini mengenai Kimora saya akan membicarakan semuanya."
Rossalinda langsung mengikuti Alena, mereka duduk di kantin Rumah Sakit.
Rossalinda terdiam mendengar perkataan dari Dokter Alena, dia seperti sedang memikirkan sesuatu hal.
"Jika kondisi Kimora sudah membaik, saya pasti akan membawa Kimora dan bayi nya pulang ke rumah dan kita akan mengurangi berkas perceraian mereka. Saya sungguh tidak mau lagi Kimora bersama dengan lelaki itu."
Alena langsung menarik nafas panjang nya, dia merasa sangat senang sekali mendengar perkataan tersebut.
__ADS_1
"Syukur lah sekarang ibu mulai tidak egois lagi, saya sangat senang sekali mendengarnya. Dan saya pun pasti akan membantu semua nya bersama dengan Suster Diana."
Alena langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"Saya mau melihat kondisi Kimora sekarang yaa Buu dan juga bayi nya."
Langkah kaki Alena serasa sangat melayang, dia memikirkan bagaimana kondisi Kimora ketika nanti dia sudah sadarkan diri.
"Aku takut sekali terjadi sesuatu dengan Kimora, aku takut dia mengalami despresi berat sehingga dia tidak bisa menceritakan semuanya yang terjadi."
Alena langsung masuk ke ruangan perawatan Kimora, Alena mengengam tangan Kimora dan mencium nya.
"Kamu kuat yaa Kimora, kamu harus kuat yaa lihat ada baby perempuan yang menunggu kamu di sini yang akan memanggil Mama sama kamu. Sehat yaa kamu perempuan yang tangguh kamu perempuan yang kuat kamu pasti bisa melawan ini semua nya yaa."
Alena terus memegang tangan Kimora, dia melihat wajah Kimora. Air mata nya pun tak kuasa menetes terus menerus Tampa henti.
__ADS_1
"Aku janji, aku akan mengurus kamu dan anak kamu. Dia pasti akan menjadi seorang anak yang cantik seperti ibu nyaa. Ayoo bangun Kimora bangun."