Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (267)


__ADS_3

Kimora begitu sangat sedih sekali Mama Sarrah yang masih saja menganggap nya Ayana bukan Kimora.


"Mama baik-baik saja kan, aku juga rindu sekali sama Mama. Maafkan aku yang baru bisa melihat Mama kembali yah."


Mama Sarrah memegang wajah Kimora, dia seketika teringat sesuatu ketika dia memegang wajah Kimora.


"Kamu pernah tersakiti, kamu pernah teriak-teriak ketakutan dan kesakitan. Kamu ketakutan sekali dan langsung berteriak-teriak."


Ucapan Mama Sarrah seperti teringat kembali pada masa lalu nya, yang pernah di sakiti hatinya oleh Genzy, ketakutan ketika melihat suaminya menyimpan mayat istrinya dan kesakitan ketika dia despresi di saat udah melakukan operasi Caesar sampai jahitan terbuka kembali.


"Aku baik-baik saja Mam, sekarang aku bahagia Mam. Aku sekarang punya bidadari kecil yang membuat hati aku selalu tenang, dia adalah cucu Mama dia Putri Kimora anak dari aku bersama dengan Mas Genzy."


Mendengar perkataan Kimora, Mama Sarrah langsung terdiam dia seperti sedang memikirkan sesuatu hal.


Kimora yang tidak kuasa menahan air mata nya, memilih untuk pergi meninggalkan Mama Sarrah.


Mama Sarrah pun langsung di bawa kembali ke kamar nya oleh suster penjaga.


"Ayoo Mam sembuh yah, ada Putri Kimora yang menunggu Mama di rumah."


Kimora membuka pintu tapi dia memilih bucket bunga mawar merah ada di depan pintu, Kimora langsung mengambil bunga mawar tersebut.


"Siapa yang membawa bucket bunga mawar merah ini, seperti ini milik Mas Genzy dia berniat untuk menemui Mama Sarrah tapi dia menggatahui kedatangannya ku ini."


Kimora membawa bucket bunga mawar merah tersebut, dia pun langsung menghampiri mobil yang dia curiga in tersebut.


Melihat tidak ada seseorang pun yang ada di dalam mobil tersebut, Kimora menyimpan bucket bunga mawar merah tersebut di atas mobil yang Kimora yakin itu adalah mobil nya Genzy.


"Lebih baik aku cepat masuk ke dalam mobil, jangan sampai despresi kuu kambuh kembali ketika harus melihat dia kembali."


Di saat Kimora hendak membuka pintu mobil nya, ada tangan yang menyentuh tangan nya tersebut.


Seketika Kimora pun langsung panik dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Maaf saya mau pergi ke Rumah Sakit, banyak sekali pasien yang sudah menunggu kedatangan saya."


Tangan tersebut langsung menyentuh pipi Kimora, dan membuat Kimora akhirnya mau melihat seseorang tersebut.


"Hallo Dokter Kimora Letica."


Ucap Dokter Rian yang begitu sangat lembut dan membuat Kimora langsung menarik nafas dalam-dalam.


"Ahhhhhhh, aku pikir siapa. kamu buat aku ketakutan sekali."


Dokter Rian langsung tersenyum manis sambil membukakan pintu mobil untuk Kimora.


"Silahkan masuk ke dalam mobil nya, maafkan kalau perbuatan saya membuat emosi."


Kimora pun langsung menutup kembali pintu mobil nya, dia menatap wajah Dokter Rian.


"Sedang apa kamu ke sini, apakah sekarang kamu di pindah kan bertugas di sini."


Dokter Rian menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


Kimora pun seketika langsung berpikir jika Dokter Rian yang membawa kan bucket bunga mawar merah di depan pintu masuk tersebut.


"Itu bucket bunga mawar merah itu kamu yang bawa kan yah, maafkan aku yang menyimpan nya di atas mobil itu."


Dokter Rian pun langsung menghampiri mobil tersebut, tapi mobil tersebut langsung pergi ketika melihat Dokter Rian menghampiri nya.


"Aku rasa itu adalah Genzy yang mau melihat keadaan Mama nya, tapi dia tidak bisa masuk karena Mama nya yang sangat ketakutan sekali ketika melihat wajah nya. Beruntung sekali Kimora tidak melihat Genzy tapi ada kemungkinan Genzy yang melihat Kimora."


Kimora pun menghampiri Dokter Rian.


"Yahhh, bucket nya malah di bawa pergi sama mobil itu. Aku pikir di dalam mobil itu kosong tadi."


Putri Kimora sampai di sekolah baru nya, tatapan Suster Diana tertuju pada Apartemen tersebut. Walaupun Apartemen tersebut menjulang tinggi tapi rasa was-was di dalam hati Suster Diana terus ada.

__ADS_1


Putri Kimora mulai masuk ke dalam ruangan, Suster Diana menunggu nya di luar. Lirikan mata nya terus terfokus kepada orang yang berjalan di depan mata nya.


"Perasaan was-was ku ini semakin meningkat sekali, sebernarnya aku sangat tidak nyaman sekali jika Putri Kimora harus bersekolah di sini. Semoga saja selama Putri Kimora bersekolah di sini tidak sampai bertemu dengan Alena."


Alena keluar dari kamar nya sambil memeluk erat boneka nya, pandangan nya tertuju pada sekolah tanam kanak-kanak tersebut. Dia pun tersenyum manis melihat sekolah tersebut.


"Sayaaaaang, nanti kalau kamu sudah besar Mommy antar kamu sekolah di sana yah sayang yah. Kamu pasti senang sekali."


Alena memang sering kali melihat sekolah tersebut di balkon Apartemen nya, dia pun langsung membawa boneka yang dia anggap anak dalam halusinasi itu ke dalam.


Suster Diana menunggu Putri Kimora pulang, dia langsung mencari Putri Kimora dan menggenggam erat tangan nya.


"Bagaimana sayaaaaang, hari pertama masuk sekolah?. Kamu senang sayaaaaang?, apa kamu mau pindah ke sekolah yang lain. Suster berharap seperti itu."


Putri Kimora menggelengkan kepalanya, dia terlihat sangat ceria sekali seperti pertanda bahwa dia merasa sangat nyaman untuk bisa bersekolah di sini.


"Aku senang banget Suster, dan aku mengabaikan sosok yang ada di dalam ruangan seperti apa yang Suster Diana katakan. Dan aku sekarang punya teman bernama Sesilia."


Suster Diana membuka pintu mobil nya agar Putri Kimora bisa segera masuk dan duduk. Suster Diana tidak menjalankan mobil nya dia ingin mendengar cerita dari Putri Kimora.


"Sesilia itu manusia atau hantu kecil sayang, seperti Lolita itu."


Suster Diana merasa sangat ketakutan sekali dia tidak mau jika harus berhubungan kembali dengan mahluk tak kasat mata.


"Sesilia itu manusia Suster Diana, dia sangat baik sekali dengan aku dan aku duduk bersama dengan dia."


Suster Diana hanya bisa tersenyum ketika melihat Putri Kimora yang begitu sangat bahagia sekali.


"Suster Diana, nanti bulan depan aku ulang tahun kan. Aku ingin sekali bisa bertemu dengan Om baik itu atau aku ingin merayakan nya bersama dengan Om baik itu."


Suster Diana merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Putri Kimora, yang ingin bertemu kembali dengan Genzy.


Suster Diana berpikir jika Putri Kimora ingin bisa memperjelas wajah Genzy dengan foto pernikahan yang dia lihat.

__ADS_1


"Hmmmmmm, Putri memang kenapa sih ingin bertemu lagi dengan Om itu. Dia itu kan orang asing sayang, orang yang belum tentu baik. Ingat yah kita nggak boleh terlalu dekat dengan orang yang nggak kita kenal bahaya itu yah sayang."


__ADS_2