
Suster Diana pun mencium foto kebersamaan mereka berdua.
Suster Diana mulai menanyakan kepada banyak orang untuk bertanya apakah mereka melihat Putri Kimora.
Suster Diana pun mulai merasakan kelelahan sekali dia kembali duduk di kursi tersebut.
Suster Diana menyenderkan tubuhnya ke tembok yang memejamkan mata nya, berharap ini semua hanya mimpi.
Seketika Suster Diana langsung berpikir jika Genzy yang menculik Putri Kimora.
"Kenapa aku baru berpikir sekarang yaa, bisa saja itu terjadi karena Pak Genzy yang menginginkan kebersamaan bersama dengan Putri Kimora."
Suster Diana memutuskan untuk pergi ke Apartemen Genzy dia sangat yakin sekali jika Genzy yang menculik Putri Kimora.
Dengan penuh emosional Suster Diana menekan tombol bell berkali-kali.
Dan membuat orang-orang yang di dalam Apartemen merasa sangat terganggu karena Bu Sarrah dengan bersama dengan Psikiater nya.
"Sudah biar saya saja yang membuka pintu nya, Kamu fokus saja dengan Mama."
Genzy pun langsung membuka pintu tersebut dan melihat Suster Diana yang ada di hadapannya.
"Ada apa Suster Diana,? ada yang perlu saya bantu."
Suster Diana mendorong tubuh Genzy sehingga dirinya bisa dengan mudah masuk ke dalam.
Genzy pun mengejar Suster Diana yang sangat tidak sopan masuk ke dalam Apartemen orang lain.
Genzy menarik tangan Suster Diana ketika hendak masuk ke dalam kamar nya.
"Heh, apa maksud dari kedatangan muu ke sini hah?. Kamu masuk dengan keadaan tidak sopan sekali dan juga kamu tiba-tiba mendorong tubuh ku ini."
Suster Diana pun tersenyum sinis kepada Genzy.
"Di mana kamu menyembunyikan Putri Kimora,? kembalikan Putri Kimora kepada kuuu kasihan Ibu Kimora dia histeris ingin bertemu dengan Putri kesayangannya."
Genzy semakin tidak mengerti dengan ucapan Suster Diana.
__ADS_1
"Saya tidak mengerti dengan apa yang anda ucapkan, mencari Putri Kimora di sini sedangkan Putri Kimora selalu bersama dengan kalian."
Suster Diana melepaskan genggaman tangan Genzy.
"Putri Kimora hilang dia menghilang ketika bell pulang sekolah."
Mendengar perkataan tersebut seketika membuat Genzy terkejut sekali.
"Apaaaa maksud muuuuu, Putri Kimora menghilang ? Kenapa itu bisa terjadi lalu bagaimana sekarang apa kalian sudah laporkan ke polisi."
Melihat kepanikan Genzy membuat Suster Diana seakan menghapus pikiran negatif kepada Genzy.
Tapi siapa lagi orang yang harus di curigai selain Alena dan Genzy, karena hanya mereka berdua yang sangat menginginkan Putri Kimora.
"Sebelum nya saya mencurigai Alena tapi pada saat itu saya melihat dia pergi bersama dengan Mama nya dan ketika aku pergi ke Apartemen nya. Terlihat sekali sangat sepi sekali seperti tidak ada penghuninya."
Genzy langsung pergi untuk keluar dari Apartemen dia menuju ke Apartemen Alena dan Suster Diana pun mengikuti nya.
"Kenapa saya berpikir negatif, karena hanya kalian berdua yang sangat menginginkan Putri Kimora."
Genzy mengabaikan ucapan Suster Diana dia terus saja menekan tombol bell tersebut tapi tidak ada yang membukakan pintu untuk nya.
"Aku rasa yang menculik Putri Kimora itu adalah Mas Genzy, karena mungkin dengan cara ini dia bisa bersama terus dengan Putri Kimora. Kita harus segera pergi ke Apartemen nya sekarang juga bagaimana jika Putri Kimora di bawa ke luar negeri oleh Mas Genzy."
Dokter Rian pun sependapat dengan apa yang di pikiran oleh Kimora.
"Baiklah Kimora ayo kita segera pergi ke Apartemen Genzy."
Kimora dan Dokter Rian pun langsung bergegas pergi menuju ke Apartemen Genzy.
Di perjalanan Kimora terus saja memandangi foto kebersamaan nya bersama dengan Putri nya.
"Sayaaaaang, kamu baik-baik saja kan sayang. Ibu datang untuk menjemput kamu Nak, tunggu Ibu datang sayaaaaang."
Mereka pun tiba di depan Apartemen tersebut pandangan mata Kimora terus saja terfokus pada Sekolah Putri Kimora.
"Mungkin kah dia berada di dalam kelas karena melihat tidak ada Suster Diana yang menjemput nya."
__ADS_1
Kimora pun langsung berlari menghampiri sekolah tersebut, gerbang yang sudah terkunci dan Kimora pun berteriak-teriak memanggil nama Putri kesayangannya.
"Putri Kimora sayaaaaang, kamu di mana Naaak. Ini Ibuuuuu mencari kamu Nak."
Dokter Rian hanya terdiam melihat Kimora yang terus mencari Putri nya tersebut.
"Hanya ada dua orang yang patut di curigai yaitu Genzy dan Alena."
Kimora pun kembali kepada Dokter Rian dia tidak menemukan Putri nya di sekolah tersebut.
"Ayoo kita ke dalam semoga saja Putri Kimora bersama dengan Papa nya."
Kimora dan Dokter Rian menuju ke lantai 7 tempat Apartemen Alena dan Genzy.
Ketika mereka keluar dari lift mereka berdua melihat Suster Diana dan Genzy sedang berada di depan Apartemen Alena.
Genzy pun langsung menghampiri Kimora dia sudah menyangka kedatangan Kimora pasti udah menayakan keberadaan Putri Kimora.
"Kamu datang ke sini pasti udah menanyakan keberadaan Putri Kimora, aku tidak sejahat itu untuk menculik Putri kandung kuu sendiri ketika Ibu nya masih mau mempertemukan aku dengan Putri kandung ku sendiri. Kimora aku bersumpah tidak menculik Putri Kimora."
Kimora merasa jika Genzy berkata jujur kepada nya, dia tidak melihat kebohongan di mata nya.
"Lalu sekarang di mana Putri Kimora, siapa yang menculik Putri Kimora. Kasihan sekali dia tidur di mana dan dia juga pasti belum makan."
Kimora terlihat sangat sedih sekali dia pun langsung berteriak kencang sekali di depan Apartemen Alena.
"Alenaaaaa keluar kamu sekarang juga, kembali kan Putri Kimora kepada kuuu sekarang juga dia bukan anak kamu dia anak kuuuuuuuuu."
Kimora tidak tahu apa yang harus di lakukan lagi dia sudah merasa sangat lemas sekali.
"Kimora, kita sudah melaporkan ini semua nya kepada pihak kepolisian. Semoga saja Putri Kimora segera di temukan yaa, karena menurut Suster Diana Alena pergi bersama dengan Mama nya tadi pagi pada saat Putri Kimora mau masuk ke sekolah."
Suster Diana pun menghampiri Kimora dia memegang tangan Kimora.
"Maafkan saya buuuu maafkan saya semua gara-gara saya. Coba saja siang itu saya mengabaikan mobil saya yang di lempar batu dan menunggu Putri Kimora mungkin Putri Kimora tidak akan pernah hilang."
Kimora pun memeluk erat Suster Diana dia memeluk sangat erat sekali sambil mengangis di pundak Suster Diana.
__ADS_1
"Aku bukan seorang Ibu yang baik untuk anak kuu, aku tidak bisa bersama dengan dia setiap waktu bersama nya. Aku ber terimakasih banyak kamu yang selalu ada untuk anak kuu, semua mungkin jalan nya seperti ini dan semoga saja Putri Kimora bisa cepat ketemu."
Kimora merasa sangat menyesal sekali karena dia tidak bisa bersama dengan Putri Kimora selama 24 jam.