
Seperti Dokter Alena mulai terbawa emosional dengan perkataan Dokter Rian.
"Apa maksud dari perkataan kamu itu hah,?"
Tanya Dokter Alena dengan nada suara yang sedikit emosi.
"Saya nggak ada maksud apa-apa ko, yaa memang tidak baik kan mencintai seseorang yang masih mempunyai keluarga. Seperti Kimora yang masih mempunyai suami."
Ketika makanan datang Dokter Alena memilih untuk memindahkan makanan nya ke tempat lain.
"Maaf saya ingin makan sendiri tampa ada gangguan sama sekali, saya sangat lapar sekali."
Dokter Alena pun langsung pergi dari hadapan Dokter Rian dan memilih meja makan yang baru.
"Seperti nya dia mulai meradang, dia mulai berpikir keras dengan hubungan terlarang nya."
Dokter Rian yang tidak berniat untuk makan pun memilih untuk pergi dari kantin tersebut dan memilih untuk pergi menemui Kimora.
__ADS_1
"Lebih baik aku pergi untuk bertemu dengan Kimora aku sangat menghawatirkan kondisi nya."
Dokter Alena melihat Dokter Rian pergi dari kantin dia pun langsung menghelakan nafas panjang nya.
"Ada apa sih dengan dia kenapa perkataan pas banget begitu yaa, bikin panas aja dengarnya."
Dokter Alena meneruskan makan nya, dia mencoba untuk melupakan perkataan Dokter Rian.
***
"Buu Kimora boleh saya bertanya kembali, sudah jangan ada lagi yang Bu Kimora pendam di dalam hati ibu luapkan saja semua nya. Dan saya berjanji akan menutup rapat apapun yang ibu ceritakan."
Kimora pun berpikir sejenak apakah dia harus menceritakan tentang Ayana kepada Suster Diana, Kimora mulai sedikit ragu tapi dia mengingat kembali jika Suster Diana yang selalu setia menemani nya.
"Apa ini juga harus aku bicarakan juga, aku merasa jika persoalan ini adalah yang membuat aku menjadi seperti ini. Aku tidak menyembunyikan nya lagi hanya dengan Suster Diana dan Dokter Rian aku berani menceritakan semuanya."
Suster Diana pun semakin di buat penasaran apa yang akan di ceritakan oleh Kimora.
__ADS_1
"Mas Genzy sampai sekarang dia masih belum bisa melupakan Ayana dia sampai detik ini pun masih bersama dengan Ayana walaupun mereka tidak mungkin bisa untuk di persatuan lagi."
Kimora tersenyum manis kepada Suster Diana, sebuah senyuman manis yang di paksakan.
"Apa maksudnya ini saya tidak paham, Bu Ayana itu sudah meninggal dunia tapi Pak Genzy masih ingin bersama. Itu tidak mungkin terjadi dan mana mungkin bisa terjadi."
Pikiran Suster Diana mulai berfantasi dengan perkataan dari Kimora.
"Mas Genzy menyimpan jasad Ayana dia mengawetkan nya dan dia simpan di gudang belakang rumah. ruangan pun di penuhi oleh bunga-bunga mawar putih seperti kesukaan Ayana ketika dia masih hidup."
Seketika Suster Diana langsung terkejut dia terdiam sambil memikirkan hal yang tidak normal tersebut.
"Astaga jadi ini adalah jawaban dari setiap pertanyaan kita selama ini, Yaa Tuhan apa yang ada di pikiran Pak Genzy dia sudah mempunyai istri tapi dia tidak bisa melupakan istri pertama yang sudah tidak ada."
Wajah Suster Diana seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ini adalah dua permasalahan terbesar dalam hidup ku, aku sangat tertekan sekali. Tapi aku juga harus menyimpan rapat-rapat rahasia ini, dan aku mohon suster Diana jangan sampai Mama Sarrah tahu."
__ADS_1