Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 48


__ADS_3

Alena langsung kembali pergi ke dalam ruangan itu.


Genzy mengikuti nya dari belakang.


"Ada apa, kamu teriak-teriak".


Alena menunjukkan suatu ruangan.


"Ada apa di dalam ruangan ini.ruangan ini seperti sebuah kamar.bisa kah kamu buka ruangan ini dan memperlihatkan kan nya kepada ku ?".


Genzy menggelengkan kepalanya.


"Kenapa di pikiran ku itu penuh dengan rasa penasaran dan selalu ingin tau ? hei dokter alena renita.ini rumah saya tidak sepatutnya ada memaksa ingin tau tentang apa saja yang ada di ruangan ini".


Genzy mengengam tangan Alena dengan sangat kuat dan memaksa untuk keluar dari ruangan itu.


"Aku tidak mau keluar, sebelum kamu buka ruangan ini".


Alena terus memaksa genzy agar mau membuka pintu kamar yang ada di ruangan itu.


Tampa pikir panjang genzy langsung membuka pintu kamar itu dengan sebuah kode rahasia


Alena langsung berteriak histeris dia melihat ada dua peti mati di situ.


Alena langsung membalikkan dan mau berlari ke luar.


Tapi tangan genzy memegang erat tangan alena dan menarik nya dengan kencang.

__ADS_1


Sehingga Alena masuk kembali ke ruangan itu.


"Kenapa kamu mau pergi ? bukan nya itu adalah permintaan kamu".


Tangan Alena mulai bergetar keringat nya pun hampir membasahi wajah dan badan nya.


"Itu peti siapa genzy ? dua peti mati itu punya siapa ?".


Suara alena bergetar ketika berbicara dengan genzy.


"Itu peti mati bekas istriku ayana dan papa ku.yang warna putih milik Ayana sedang kan yang coklat milik papa ku"


Alena langsung berpikir pendek apakah ini adalah hari terakhir nya dia bernafas.


Genzy langsung mentap wajah alena dengan jarak yang sangat dekat sekali.


"Apakah kau ingin membuka nya ? apakah kau ingin tau apa isi nya".


"Kenapa,aku tidak keberatan ko kalau kamu ingin melihat isi nya".


Alena langsung merasa dirinya sudah sangat lemas dan cape.


Keringat dingin tidak hentinya keluar dari badan Alena.


"Aku, ingin bertanya kepada mu.dimana kamu sembunyikan asisten rumah tangga itu.asisten rumah tangga yang melihat di saat kamu menarik keras tangan kimora sampai terjatuh dan mengalami pendarahan".


Genzy terdiam mendengar pertanyaan dari Alena.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah membuat nya tidak ada".


Genzy langsung memukul pintu kamar ruangan itu.


"Aku hanya mengusir nya.dan membuat dia tidak ingat lagi dengan teman ini".


Jantung Alena semakin berdegup kencang.


Dia sama sekali tidak mengerti dengan perlakuan genzy yang seperti ini.


"Kenapa kamu memukul pintu itu.apa kamu merasa tidak nyaman dengan pernyataan ku itu?".


Alena langsung menghampiri genzy dengan jarak yang sangat dekat.


Menjadi wajah mereka saling bertatapan.


"Aku dulu pernah menyukai mu di saat pertama kali kamu membawa kimora periksa kandungan.dan aku juga sangat tertarik dengan rasa penasaran besar ku padamu.tapi sekarang kau buat merinding,Nafas ku tidak karuan, tubuh ku se akan membeku.".


Genzy langsung menjauh kan wajah nya dengan Alena.


"Kau,akan menjadi pelakor dengan merusak hubungan persahabatan kalian.kau sungguh luar biasa Alena.di saat seperti ini kau masih punya pikiran kotor dengan ku tempat ini".


Genzy langsung meninggalkan alena sendiri di ruangan itu.


Setelah genzy ke luar dari ruangan itu.


Alena pun langsung memberanikan diri mendekati dua peti mati tersebut.

__ADS_1


Jantung nya berdegup sangat kencang sekali ketika dia mulai mau membuka peti mati tersebut.


Dan ketika alena membuka salah satu peti itu yang bercet putih alena di buat terkejut


__ADS_2