
Suster Diana mempersiapkan diri nya untuk bisa berbicara dengan Putri Kimora, Dia pun merasa sangat gugup bagaimana cara nya untuk menyampaikan semuanya.
"Kenapa aku jadi gugup sekali yaa, dan bagaimana respon Putri Kimora setelah tahu semuanya. Sedangkan dia sudah melihat sesuatu dari diri Genzy."
Suster Diana pun terus merasa sangat gelisah, dia harus secepatnya menceritakan sebelum Kimora datang untuk menjemput Putri Kimora untuk datang ke Apartemen.
Semakin Suster Diana gelisah semakin cepat waktu bejalan pada akhirnya bell pulang berbunyi.
"Astaga, sudah waktunya pulang saja sekarang. Aku harus cepat membawa Putri Kimora."
Suster Diana mencari keberadaan Putri Kimora dan dia pun langsung menarik tangan Putri Kimora.
"Sayaaaaang, kita cari tempat minum dulu yuu. Sambil Suster menceritakan semuanya kepada Putri Kimora."
Putri Kimora yang merasa sangat penasaran sekali pun langsung mengikuti perintah Suster Diana.
Terik matahari pun membuat Putri Kimora merasa kehausan sekali.
"Iyaa Suster aku haus banget nih, ayo kita cari minuman dingin yang segar."
Mereka pun mencari tempat juss segar dan langsung masuk ke dalam nya.
Suster Diana langsung memesankan minum jus strawberry kesukaan Putri Kimora.
"Ayoo sayaaaaang, di minum dulu jus strawberry nya."
Putri Kimora langsung menikmati jus strawberry tersebut dia menghabiskan hampir 1/2 gelas.
Melihat Putri Kimora yang sudah menikmati minuman nya, baru lah Suster Diana mulai menceritakan semuanya.
"Sayaaaaang, kamu tahu kan Om baik. Sebenarnya Om baik itu adalah Papa kandung Putri Kimora."
Putri Kimora langsung terkejut ketika mendengar hal tersebut.
"Tidak mungkin, Papa aku itu kan sedang ke luar negeri. Suster Diana bohong ya."
Putri Kimora seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Suster Diana.
"Iyaa sayaaaaang, Papa kamu itu bernama Papa Genzy atau Om baik yang sering kamu bilang itu sayaaaaang tapi Putri Kimora jangan bilang ke Ibu kalau sebelumnya Putri Kimora sudah bertemu dengan Papa Genzy."
Putri Kimora semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Suster Diana.
"Lalu sebenarnya Papa aku itu dia pergi ke luar negeri bersama dengan siapa,? bersama dengan Omah dan kenapa Papa tidak langsung pulang saja ke Apartemen kita."
Suster Diana langsung terdiam dia tidak mau berbohong banyak dengan Putri Kimora.
__ADS_1
"Pertanyaan-pertanyaa itu bisa Putri Kimora tanyakan kepada Ibu dan Papa yaa, Suster Diana nggak bisa menceritakan semuanya."
Suster Diana melihat jam di handphone nya.
"Ayoo sayaaaaang, sudah waktunya kita kembali ke dekat sekolah. Nanti Ibu Kimora mencari keberadaan kita kasihan."
Putri Kimora mengikuti ucapan Suster Diana, mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
Putri Kimora dan Suster Diana pun menunggu kehadiran Kimora, Putri Kimora terkejut kenapa dia bawa ke Apartemen yang dekat dengan sekolah nya.
"Suster, kita kenapa menunggu ibu di sini?."
Putri Kimora terlihat sangat kebingungan sekali.
"Iyaaa sayaaaaang, Omah dan Papa Genzy atau Om baik tinggal nya di sini sayaaaaang."
Putri Kimora pun langsung teringat dengan Tante cantik yang membawa boneka.
"Ohhh, begitu yaa Suster baik lah sekarang kita tunggu Ibu datang."
Mereka pun menunggu kehadiran Kimora dan akhirnya tidak lama kemudian Kimora pun datang.
Dia turun dari mobil nya dengan membawa sesuatu yang akan di berikan kepada Mama Sarrah.
Suster Diana yang sedang duduk pun langsung berdiri melihat kedatangan Kimora.
"Hmmmmm, seperti nya Ibu membawa bunga-bunga yang akan di simpan di dalam vas bunga karena Omah Sarrah itu sangat suka sekali dengan bunga-bunga sayaaaaang."
Ketika Kimora menghampiri Suster Diana langsung membantu Kimora membawa sebagai dari bunga-bunga tersebut.
"Sayaaaaang, maafkan ibu yaa lama menunggu ibu. Ibu harus pergi ke toko bunga dulu yaa."
Putri Kimora tersenyum manis kepada Ibunya.
"Tidak apa-apa ibu yang penting sekarang aku bisa bertemu dengan Omah dan Papa."
Kimora pun langsung terdiam mendengar perkataan tersebut sebenarnya dalam hati nya sangat berat sekali untuk mempertemukan Putri Kimora dengan Genzy.
"Ayooo sayaaaaang kita harus segera masuk ke dalam."
Suster Diana seakan mencairkan suasana agar Kimora tetap merasa tenang.
"Ayoooo Suster."
Terdengar suara Putri Kimora yang begitu bersemangat sekali.
__ADS_1
Kimora hanya bisa terdiam melihat Putri nya yang begitu sangat gembira.
Mereka pun masuk ke dalam lift menuju ke lantai tiga, ketika mereka keluar pandangan Putri Kimora melihat terus ke Apartemen Alena.
Kimora pun langsung menarik tangan Putri nya karena dia sangat takut sekali jika Putri Kimora bertemu dengan Alena.
Kimora menekan tombol bell dan akhirnya pintu nya pun langsung terbuka oleh Suster yang merawat Mama Sarrah.
Mereka pun semua nya masuk ke dalam dan duduk menunggu perawat membawa Mama Sarrah.
Putri Kimora pun melihat ke sekeliling ruangan tersebut yang di penuhi oleh bunga-bunga yang berwarna-warni dan sangat segar sekali.
"Di sini indah sekali yaa ibuu banyak sekali bunga warna-warni nya, aku suka sekali Ibuuu."
Putri Kimora terlihat sangat nyaman sekali di tempat tersebut.
Perawat pun membawa Mama Sarrah menuju ke ruangan tamu.
Terlihat sekali wajah Mama Sarrah yang sangat pucat sekali dan pandangan mata yang sangat kosmetik.
Kimora pun langsung menghampiri Mama Sarrah dia tersenyum manis kepada Mama Sarrah.
Putri Kimora hanya memandangi Ibu nya dan Omah nya.
"Suster Diana kasihan sekali yaa Omah dia sakit seperti itu."
Putri Kimora langsung memeluk erat Suster Diana.
"Mam, aku ke sini membawakan banyak sekali bunga-bunga yang berwarna-warni. Mama nanti bisa menyimpan di tempat biasa Mama merawat bunga-bunga Mama."
Mama Sarrah pun langsung melirikan mata nya kepada bunga-bunga yang di berikan oleh Kimora.
Mama Sarrah tersenyum tipis sambil memandangi bunga-bunga tersebut terlihat bahwa dia sangat menyukai nya.
"Mam, aku ke sini tidak sendirian loh aku bersama dengan Suster Diana. Suster Diana yang sangat baik sekali sama aku dia yang menemani aku dari semenjak aku hamil sampai melahirkan dan sekarang Putri ku sudah besar pun masih bersama dengan aku."
Kimora pun membawa Putri Kimora ke hadapan Mama Sarrah, terlihat sekali Putri Kimora yang terlihat ketakutan karena melihat wajah Omah yang sangat pucat sekali.
"Hmmmmm, Buuuu aku takut sekali buuu."
Putri Kimora tidak mau mendekati Omah nya dia memilih untuk memeluk erat Ibu nya.
"Sayaaaaang, jangan takut yaa Omah kan lagi sakit sayaaaaang kasihan sekali kan."
Kimora mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Kimora tapi Putri Kimora tetap tidak mau memandangin wajah Omah nya.
__ADS_1