
Ketika Dokter Rian mengantarkan Alena menuju ke Apartemen nya, dia tidak menyadari jika Alena mengambil gunting yang Dokter Rian temukan pada saat bertemu dengan Suster Diana.
Dengan penuh hati-hati Alena memasukkan gunting tersebut ke tas nya dia saat keadaan dia seperti orang yang despresi.
Alena berada di depan Apartemen nya, dan Genzy menekan tombol bell tersebut.
"Alena jika keadaan muu tidak memungkinkan untuk tidak bisa datang besok, lebih baik kamu istrirahat saja yaa di rumah."
Alena tidak mau dia berniat untuk pergi karena dia mempunyai niat sesuatu di sana.
"Tidak, aku baik-baik saja. Aku harus datang besok siang di acara ulang tahun Putri Kimora. Karena aku sudah membelikan hadiah untuk nya."
Alena terlihat sangat bersemangat sekali dan membuat Dokter Rian tersenyum manis kepada nya.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu istrirahat yaa cukup yaa. Dan jangan lupa untuk meminum obat penenang nya sebelum tidur."
Dokter Rian berpamitan untuk segera pulang, dia merasa sangat senang sekali ketika bisa melihat Alena bersemangat sekali.
Riana menutup rapat pintu Apartemen nya, dan dia melihat senyuman sinis dari Alena seperti pertanda akan terjadi sesuatu atau Alena telah merencanakan sesuatu.
Riana pun membuat kan Alena segelas teh manis hangat untuk menenangkan pikiran dan perasaan Alena.
"Ayo minum lah sayaaaaang, teh manis hangat ini."
Alena pun meminum teh hangat manis tersebut dia terlihat lumayan segar kembali.
"Sesudah pergi membeli hadiah Putri Kimora, kamu pergi ke mana dulu bersama dengan Dokter Rian ?."
Alena terdiam ketika Mama nya menanyakan hal tersebut.
"Bercerita dengan Mama agar kamu tidak mempunyai rasa terpendam di dalam hati kamu."
Alena tidak mungkin menceritakan apa yang akan dia lakukan di acara ulang tahun Putri Kimora.
"Aku pergi ke tempat acara ulang tahun nya, dan tempat nya itu sangat luas sekali. Beruntung sekali Putri Kimora di rayakan begitu sangat meriah sekali."
__ADS_1
Tatapan mata Alena begitu sangat sedih sekali.
"Seandainya anak kuu masih bisa bertahan untuk hidup, dia pun pasti akan bahagia seperti Putri Kimora karena mempunyai Papa yang sangat baik sekali seperti Genzy. Mungkin Genzy tidak suka dengan kuu tapi dia pasti akan menerima kehadiran anak kuu."
Riana mereka sangat kasihan sekali melihat Alena yang begitu sangat sedih sekali.
"Bersabar lah Nak dan yakin bahwa kamu pasti akan mendapatkan sebuah kebahagiaan walaupun tidak bersama dengan Genzy."
Alena memilih untuk pergi ke dalam kamar nya, dia dengan sangat erat sekali memeluk tas nya yang berisi gunting yang dia temukan di mobil Dokter Rian.
Alena mengeluarkan gunting tersebut, gunting yang terlihat sangat tajam sekali.
"Kenapa aku merasa gunting begitu sangat menarik sekali yaa, ini bukan gunting untuk alat operasi medis tapi gunting ini seperti sangat punya keistimewaan sekali."
Alena menyimpan gunting tersebut ke dalam tas nya, dia pun mulai membayangkan sesuatu yang akan terjadi.
"Sebentar lagi aku akan bahagia sekali akan memusnahkan satu persatu wanita yang menghalangi kuu untuk bisa bersama dengan Genzy."
Alena bercermin memandangi wajah nya dan dia pun tersenyum manis.
"Kimora besok adalah hari terakhir kamu untuk hidup, setelah itu akan membakar peti mati tersebut berserta mayat yang ada di dalam akan aku kremasi kan. Sehingga sudah tidak ada lagi yang menghalangi kuu untuk bisa bersama dengan Genzy, Kimora yang masih hidup atau pun mayat yang sudah kaku tidak bernyawa itu."
***
Kimora menuju perjalanan menuju ke Apartemen nya, dia tersenyum ketika mengingat kembali kejadian tersebut bersama dengan Genzy.
"Astagaaaa, kenapa aku bisa melakukan hal tersebut dengan Genzy. Apakah ini adalah tanda nya jika aku masih mempunyai perasaan terhadap Genzy hmmmmmm aku harus bisa menjaga sikap kuu ini, selama Genzy masih bersama dengan Ayana aku tidak mau kembali bersama dengan nya."
Kimora mencoba untuk menenangkan dulu perasaan nya, kejadian itu cukup hanya dirinya dan Genzy yang mengetahui nya. Biar menjadi rahasia mereka berdua.
"Pelukan hangat tersebut, pelukan hangat yang aku rindukan selama ini. Aku tidak tahu bagaimana dengan kedepan nya kehidupan ku ini tapi aku ingin yang terbaik untuk ku dan untuk Putri Kimora."
Kimora keluar dari mobil nya dia berjalan menuju ke Apartemen nya, ternyata tanpa di sadari nya ada mobil yang mengikuti nya.
Tangan Kimora tiba-tiba ada yang menyentuh dan hal itu membuat Kimora sangat terkejut sekali dan membalikkan badan nya.
__ADS_1
Dan ternyata itu adalah Genzy, Kimora sangat terkejut sekali kenapa Genzy bisa mengikuti nya.
Genzy menarik tangan Kimora untuk masuk ke dalam mobil nya yang berada di belakang mobil Kimora.
Kimora hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh Genzy.
Dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil tersebut.
"Mas, kok kamu bisa ada di sini sih mas. Kamu kok bisa mengikuti aku seperti ini."
Genzy hanya tersenyum ketika melihat wajah Kimora yang begitu sangat panik sekali.
"Aku ingin memastikan kamu Kimora apakah kamu sudah sampai atau belum, karena aku sangat menghawatirkan sekali kamu."
Terlihat wajah yang sangat serius sekali dan membuat Kimora terdiam melihat nya.
"Terimakasih banyak Mas atas perhatiann nya kamu sama aku sampai seperti ini, tapi aku pasti akan selalu baik-baik saja dan hati-hati."
Semenjak Genzy melihat kebersamaan Dokter Rian dengan Alena membuat Genzy semakin sangat hawatir sekali dengan kondisi Kimora.
Genzy hawatir jika Dokter Rian dan Alena bersatu untuk bisa melukai Kimora, karena dia tahu jika Dokter Rian yang sangat mencintai Kimora tapi tidak di balas cinta nya oleh Kimora.
"Yasudah yaa Mas, aku masuk dulu ke Apartemen. Aku ingin menceritakan apa yang aku lihat di taman bermain itu dan akan membuat Putri Kimora pasti sangat bahagia sekali."
Genzy pun tersenyum membiarkan Kimora keluar dari mobil nya.
Kimora tersenyum manis kepada Genzy sambil melambaikan tangan nya.
Kimora pun berjalan dengan sangat cepat sekali tapi Genzy tetap memperhatikan Kimora sampai dia masuk ke dalam dan merasa jika Kimora sudah sangat aman sekali.
"Aku harus menyiapkan seseorang untuk menjaga Kimora, aku sangat hawatir sekali dengan apa yang akan terjadi kepada Kimora."
Genzy pun mulai meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Apartemen nya.
Di perjalanan Genzy terus saja berpikir negatif terhadap Kimora dia tidak mengerti kenapa dia seperti ini.
__ADS_1
"Apa yang akan di lakukan oleh Alena kepada Kimora, Astagaaaa Alenaaaaa kenapa selalu berpikir negatif kepada dia."
Genzy mencoba untuk mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang rendah.