Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 86


__ADS_3

Genzy keluar dari kamar tersebut dia langsung menutup rapat pintu kamar itu tapi dia tidak menguncinya.


Genzy berjalan menuju ke belakang rumah nya, dia membawa pakaian gaun Ayana sebagian dia simpan di kamar tersebut.


Genzy membuka pintu ruangan yang berada di belakang rumah nya tersebut, ruangan itu bercat putih seperti sebuah kamar dan memiliki tempat tidur seperti kelambu.


Genzy merasa ada seseorang yang mengikuti nya, dia terdiam di dalam ruangan tersebut. Dia membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah pintu depan.


Genzy langsung membuka pintu tersebut, dia langsung terkejut melihat sosok perempuan ber jas putih di dahapannya.


"Dokter Alena, kamu di sini."


Dokter Alena tersenyum manis kepada Genzy, dia langsung mendorong badan lelaki berbadan tegap tersebut yang seakan menghalangi nya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kenapa kamu ada di sini, bukan kah kamu sekarang sedang berada di Rumah Sakit,? menjaga Kimora."


Dokter Alena langsung menutup mulut Genzy dengan tangan nya.

__ADS_1


"Hussstttt,,, jangan berbicara seperti itu. Kamu saja suaminya sendiri kenapa tidak ada di Rumah Sakit itu,? sekarang Kimora sedang menjalani operasi Caesar. Semoga saja dia beserta anak nya selamat tapi itu semua hanya kemungkinan kecil karena Kimora melahirkan secara prematur."


Genzy terdiam mendengar perkataan dari mulut Alena, dia masih binggung apa maksud kedatangan dia ke sini.


Alena terus saja memperhatikan semua sudut ruangan tersebut, dia mau berjalan tapi tangan di tarik kencang oleh Genzy.


"Aduhhhh sakit sekali, kamu begitu sangat kasar," ucap Alena sambil mengelus tangan nya.


"Kamu mau apa ke sini Alena, ada apaaaaa,?"


Teriak Genzy di depan wajah Alena.


"Kenapa di sini kamu begitu jahat sekali, marah-marah kepada aku. Sedangkan di kamar itu kamu seperti memberikan sesuatu isyarat kepada kuu, kamu bilang aku pernah menyukai kamu kan dan aku pun sekarang mengakui nya bahwa aku punya perasaan dengan kamu."


Alena menatap tajam wajah Genzy dengan penuh perasaan, tapi Genzy lebih memilih untuk memalingkan wajahnya.


Sungguh sangat berbeda ketika mereka sedang berada di kamar itu, Alena semakin mendekat dan langsung mencoba untuk mencium bibir Genzy.

__ADS_1


Tapi Genzy dengan cepat mendorong tubuh Alena, dan langsung menyuruh Alena untuk segera pergi dari tempat tersebut.


"Apa yang sudah kamu lakukan, lebih baik kamu pergi dari ruangan ini."


Alena semakin di buat pemasaran dengan sikap Genzy tersebut.


"Kenapa kamu menolak nya, di ruangan ini hanya ada kita berdua saja kan. Jadi tidak harus takut ketahuan oleh siapapun."


Alena mencoba menggoda Genzy kembali dia membuka jas putih nya di depan wajah Genzy.


Mata Alena melirik-lirik ke tempat tidur putih yang ada di sana. Alena sebelumnya memang pernah masuk ke dalam ruangan ini bersama dengan Kimora, dan sempat juga melihat 2 peti mati berwarna putih dan coklat.


"Genzy, seperti nya ruangan ini sudah kamu persiapkan untuk kita berdua yaa, di sana sudah ada tempat tidur putih tertutup kelambu warna putih, ohhhhh romantis sekali yaa."


Alena pun mencoba untuk mendekati tempat tidur yang berkelambu putih tersebut. Genzy langsung menghampiri Alena dan menarik paksa untuk bisa keluar dari ruangan tersebut.


"Lepaskan akuuuuuu,,,"

__ADS_1


Alena berteriak kesakitan.


__ADS_2