
Kimora selesai bersiap-siap dia terlihat lebih ceria dan segar. Kimora langsung menggandeng tangan Alena.
"Tante dan Om saya pamit pergi dulu yaa, membawa Kimora bertemu dengan Baby Mutiara."
Alena bersalaman dengan ke dua orang Kimora.
"Hati-hati yaa Dokter Alena, semoga ini membuat Kimora semakin membaik."
Alena tersenyum mendengar perkataan Orang tua Kimora, mereka langsung masuk ke dalam mobil. Alena langsung menyalakan mesin mobil nya.
Alena terus memperhatikan Kimora yang menandai jalan lewat kaca mobil nya.
Alena ingin sekali membawa Kimora melihat Rumah genzy dari luar dia ingin tahu apa respon dari Kimora ketika melihat Rumah tersebut.
Alena pun mulai bertanya kepada Kimora secara halus sekali.
"Kimora apakah kamu mencintai suami kamu Genzy, dia bersikap baik dengan kamu selama kalian bersama."
Kimora tidak menjawab pertanyaan dari Alena tersebut.
"Kimora apakah kamu pernah melihat Ayana secara langsung bukan dari foto-foto tapi melihat secara langsung."
Kimora tetap tidak menjawab pertanyaan dari Alena dan sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah Genzy.
__ADS_1
Kimora langsung kaget ketika melihat rumah tersebut dan menutup mata nya.
"Takuttt,,,,, aku takuuuuuttttttt".
Alena langsung memeluk erat tubuh Kimora.
"Kamu takut apa kimora, bisakah kamu bercerita secara perlahan kepada aku."
Alena mencoba menenangkan hati Kimora, dia terus memegang tangan Kimora yang mulai bergetar.
"Ada bayangan putih yang melambaikan tangan kepada akuuuu, di kamar kosong itu aku sangat takut dan aku menutup pintu kamar ku."
Alena terkejut dengan ucapan dari Kimora.
Tangan Kimora semakin bergetar hebat dan badan nya berkeringat dingin, Alena memilih untuk langsung meninggalkan Rumah tersebut.
Dan melanjutkan perjalanan menuju Apartemen nya. Alena sangat berharap besar dia tidak bertemu dengan Tante Sarrah.
"Semoga saja Tante Sarrah tidak keluar dari Apartemen nya, supaya dia tidak melihat kedatangan Kimora."
Alena membawa Kimora dengan hati-hati masuk ke dalam Apartemen nya, dia melirikan mata nya melihat jika Tante Sarrah ada di hadapannya.
Alena pun langsung membawa masuk Kimora ke dalam, Alena langsung membawa Kimora ke dalam kamar Tiara
__ADS_1
Terlihat Tiara sedang tertidur pulas di tempat tidur nya, Kimora menghampiri anak nya tersebut dan memandangi wajah cantik putri nya tersebut.
Alena dan Diana memandangin Kimora dari pintu kamar Tiara.
Kimora membelai pipi chubby anaknya tersebut, dan langsung tersenyum.
Tiba-tiba Tiara yang sedang tertidur pulas pun langsung seketika terbangun dari tidur nya yang pulas.
Kimora langsung terkejut ketika melihat putrinya terbangun dari tidurnya.
Tiara tidak menangis dia tersenyum ketika melihat wajah ibu kandungnya untuk pertama kalinya.
Kimora pun mencoba mengendong Tiara dan memeluk nya erat, air mata Kimora tiba-tiba terjatuh ketika bisa mengendong putri kecilnya.
Dokter Alena dan Suster Diana merasa sangat terharu melihat pemandangan indah seperti ini.
"Dok, semoga in adalah pertanda baik yaa Dok. Ibu Kimora bisa sehat kembali seperti dulu, kasian sekali aku tidak tega melihat nya."
Kimora tersenyum manis dan mencium kening putrinya tersebut.
"Anak ku sayang ini ibu nak".
Kimora terlihat sangat begitu bahagia sekali, dia seperti membaik secara spontan, Kimora seakan tidak mau berjauhan dengan putri cantik tersebut yang dia inginkan.
__ADS_1