
Kimora kembali mengunci pintu kamar Alena, dia menghampiri Alena yang terlelap tidur di sofa ruang tamu.
Kimora memperhatikan wajah Alena yang terlelap tidur, Kimora memberikan selimut kepada Alena dan tersenyum sambil meninggalkan Alena.
Keesokan harinya Alena terbangun dari tidurnya dia bangun di pagi hari sekali sebelum Suster Diana dan Kimora terbangun dari tidurnya.
Alena terkejut ketika ada yang menyelimuti nya, padahal dia semalam tidak memakai selimut.
"Siapa yang menyelimuti ku semalam yaa, seperti nya Kimora karena ini adalah selimut milik Kimora."
Alena memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar nya, dia membuka pintu kamar nya dengan pelan-pelan sekali dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar mandinya.
Terlihat baju yang ber noda wajah merah pekat berubah menjadi warna putih kembali.
"Kenapa baju menjadi putih bersih kembali yaa, bukan kah semalam berwarna merah pekat yaa dan sampai bertetesan ke lantai kamar mandi tapi sekarang, Astagaaaa apa yang sudah terjadi dengan aku ini."
Alena terlihat sangat kebingungan sekali, dia selesai bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Kimora menghampiri nya dengan membawa kan segelas teh manis hangat.
__ADS_1
Alena merasa sangat bersalah sekali ketika melihat kebaikan Kimora kepada nya.
"Terimakasih banyak Kimora, kamu sangat baik sekali."
Alena langsung meminum teh hangat tersebut dan Kimora pergi meninggalkan Alena.
Kimora mengendong Tiara dan pergi untuk memandikan nya, Suster Diana terdiam sambil memperhatikan Kimora.
Suster Diana sangat bahagia sekali melihat Kimora yang mulai banyak perubahan.
Alena merasa dirinya sangat cape sekali dan mungkin itu membuatnya menjadi berhalusinasi apalagi dia sekarang sering bertemu dengan Genzy.
Alena masuk ke dalam mobil nya dan tiba-tiba dia seperti melihat sesuatu yang ada di belakang mobil nya.
Alena melihat ada banyak bunga-bunga mawar putih di kursi belakang mobil nya.
Alena merasa tidak membeli bunga mawar putih semalam bersama dengan Genzy dia memilih bunga-bunga berwarna-warni untuk rumah Genzy, karena bunga mawar putih adalah bunga kesukaan Alena.
__ADS_1
Alena seketika langsung keluar dari mobilnya dan memilih untuk pergi ke Rumah Sakit dengan Taxi online.
"Astaga, kenapa coba bisa ada mawar putih di dalam mobil aku ini, ini sangat menyeramkan sekali untuk aku. Apakah ini tanda nya Ayana marah kepada aku, tapi dia sudah meninggal dan tidak mungkin melakukan ini semua nya."
Alena tergesa-gesa untuk masuk ke dalam Taxi online yang sudah di pesan nya, tapi secara kebetulan Taxi tersebut berjalan melewati pemakaman umum.
Seketika Alena pun langsung merasa sangat panik sekali kenapa dia di bawa jalan ke sini.
"Pak, kenapa kita jalan sini sih pak kenapa nggak jalan umum saja."
Alena begitu sangat ketakutan sekali, tangan mulai sangat dingin.
"Jalan umum yang bisa di pakai sangat macet total Buu, kalau jalan ini lebih cepat sampai yaa walaupun sedikit seram tapi lebih cepat sampai."
Alena hanya terdiam mengikuti apa yang di katakan oleh supir taksi tersebut, walaupun sebenarnya dia sangat tidak nyaman sekali.
Alena mengalihkan ketakutan nya dengan memainkan game online di handphone nya, dia ingin segera cepat sampai ke Rumah Sakit.
__ADS_1