
Genzy melihat keadaan Alena dia sangat ketakutan sekali, melihat wajah Genzy Alena langsung berpikir jika Genzy akan menghabiskan nyawa nya dan mengawetkan nya seperti yang dia lihat di kamar itu.
Alena begitu sangat ketakutan sekali dia tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia terus berteriak-teriak menyuruh Genzy untuk pergi dari hadapan nya.
Mama Sarrah semakin hawatir melihat kondisi Alena yang lebih parah dari Kimora, Mama Sarrah menyuruh Genzy untuk meninggalkan ruangan karena itu akan membuat Alena bisa sedikit tenang dan terdiam.
Mama Sarrah mencoba untuk memegang tangan Alena, tapi langsung Alena tepis dan dia langsung memeluk bantal.
"Dokter Alena kamu kenapa, coba ceritakan semuanya kepada Tante apa yang kamu rasakan sekarang."
Kimora dan Dokter Rian menghampiri ruangan dan melihat Genzy pergi dengan wajah yang sedih.
Kimora pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, tapi Alena langsung berteriak histeris di bayangan Alena Kimora adalah Ayana.
__ADS_1
Alena menutupin mata nya, tangan bergetar hebat dan terus berkata pergiiiiiiiiiiiii dengan kencang.
Tapi Kimora tidak menghiraukan ucapan Alena, dia tetap mendekati Alena dan diam di samping nya.
"Kamu kenapa Alena berteriak ketakutan ketika melihat wajah aku, ada apa ini aku Kimora sahabat yang kamu sakiti hati nya. Sadar Alena jangan seperti ini bukan kah kamu akan menikah dengan Mas Genzy seperti impian kamu itu, aku akan segera mengurus surat perceraian ku dengan Mas Genzy secepat nya. Sudah sadar lah jangan seperti ini lagi impian mu untuk bisa menjadi istri dari Mas Genzy akan segera terwujud."
Setelah berbicara seperti itu Kimora pun langsung meninggalkan Alena, tetesan air mata tidak terbendung lagi. Mama Sarrah yang mendengar perkataan Kimora merasa sangat sedih sekali.
"Mayat itu bisa bicara, dan sekarang dia pergi meninggalkan aku. hahahaha dia meninggal kan akuuu."
"Mayat siapa itu Kimora dia masih hidup, dia bukan mayat Astaga Dokter Alena apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu ini, kenapa halusinasi kamu sangat tinggi sekali."
Alena langsung terdiam sambil memeluk erat bantal, dia pun memperhatikan Mama Sarrah.
__ADS_1
"Jangan pergi ke rumah itu di sana ada mayat perempuan yang sangat menakutkan sekali, mata nya terbuka memandangin wajah kuuu. Jangan pergi ke rumah itu."
Mendengar perkataan Dokter Alena, Mama Sarrah langsung merasa tidak nyaman sekali seketika dia pun langsung merinding dan memegang pundak dan tangan nya.
Mama Sarrah memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, dan Dokter Rian langsung masuk ke dalam.
Dokter Rian menghampiri Alena dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya, dia tersenyum manis sambil memandangi wajah Alena.
"Bisakah kamu ceritakan semua nya, apa yang sudah kamu lihat di dalam rumah itu. Perempuan itu sedang apa di dalam kamar itu."
Alena mendengarkan perkataan Dokter Rian, sambil seperti sedang memikirkan sesuatu hal yang akan dia ceritakan. Alena langsung menarik nafas panjang nya.
"Dia tertidur pulas sekali tapi dia seperti sangat sedih, dia di simpan di ruangan yang kedap udara dia tidak bebas dia sedih dia ingin bebas."
__ADS_1
Tatapan mata Alena seperti menggambarkan kesedihan yang mendalam sekali, dia seperti mewakili perasaan hati Ayana yang ingin di istirahat kan dengan tenang.