
Dengan langkah kaki yang sedikit bergetar Kimora ingin masuk ke dalam rumah tersebut, tapi langkah kaki nya terhenti ketika pandangan tertuju pada jendela kamar nya.
Terlihat bayangan seseorang yang di senderkan ke arah kaca jendela, mata Kimora pun langsung berkaca-kaca ketika melihat suaminya dan sahabat nya sendiri berdua di kamar kamarnya.
Hati Kimora seketika hancur lebur melihat nya, begitu juga dengan Dokter Rian dia tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang Kimora melihat suaminya berselingkuh dengan sahabat nya sendiri.
"Kalian jahat menghianati aku selama aku seperti ini." ucap Kimora yang suara yang bergetar.
Kimora pun langsung mencari sesuatu dia melempar batu besar ke arah kaca jendela tersebut.
Plaaaakkkkkkk batu itu terlempar pas pada jendela kamar tersebut dan membuat kaca jendela itu pecah.
Alena yang berada di belakang kaca jendela itu pun langsung terluka sampai mengeluarkan darah
Genzy pun langsung panik ketika melihat Alena terluka, dia langsung segera membawa Alena keluar dari kamar nya dan berniat untuk membawa nya langsung ke Rumah Sakit.
Dokter Rian langsung menarik tangan Kimora dan membawa pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Semua para pelayan langsung panik dengan kejadian tersebut, bahkan satpam pun tidak tahu harus berbicara apa dia lebih kasian dengan Kimora.
Genzy pun langsung membawa Alena ke dalam mobil nya dan segera membawa nya ke Rumah Sakit.
Semua pelayan ke luar dari rumah tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada satpam tersebut, tapi satpam tersebut lebih memilih untuk terdiam ketika banyak yang menanyakan kepada nya.
Dokter Rian mencoba untuk menenangkan Kimora dan memberikan obat penenang untuk nya tapi Kimora menepis nya dan langsung membuang obat tersebut.
Kimora tidak bisa menahan diri nya sendiri, dia sangat histeris sekali dan menangis sambil berteriak-teriak kencang.
Dokter Rian memilih untuk menyalakan mesin mobil nya, karena jika dia tetap terdiam maka akan banyak orang yang mendengar teriakkan kencang Kimora.
Dokter Rian tidak lebih memilih membawa Kimora ke rumah nya, karena tidak mungkin dia membawa Kimora ke Apartemen dengan keadaan seperti ini.
"Kimora kendalikan diri kamu Kimora, jangan sampai kamu merusak fisik kamu sendiri Kimora."
Kimora terus menjambak rambut panjang nya, dia sangat histeris sekali dengan apa yang sudah dia lihat oleh matanya sendiri.
__ADS_1
Dokter Rian melanjukan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia bisa segera sampai di rumah nya.
"Kenapa ini harus terjadi, Alenaaaaaaaaaaaa jahaaaaaattttttt. Aku benci diaaaaaaa."
Kimora terus melukai fisik nya sendiri, Dokter Rian memilih untuk memberhentikan mobilnya.
Dia langsung memeluk erat tubuh Kimora dengan sangat erat sekali sambil membisikkan sesuatu ke telinga nya.
"Kamu tenang harus tenang yaa, kamu harus bisa segera sembuh seperti dulu. Buat suami kamu menyesal memilih meninggalkan kamu. Aku janji akan selalu membantu kamu, ingat kamu nggak sendirian kamu masih punya aku kita hadapi mereka bersama-sama."
Dokter Rian mengusap lembut rambut panjang Kimora, dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya Kimora.
Sampai akhirnya Kimora pun luluh dia masih meringis sedih tapi air mata nya sudah tidak mengalir di pipi nya.
Dokter Rian melepaskan pelukan erat nya dan memandangi wajah Kimora yang sangat pucat sekali.
Dokter Rian
__ADS_1